Amankan Arus Mudik 1447 H, Polres Luwu Timur Sebar Lima Posko Strategis Operasi Ketupat 2026
Senin, 09 Mar 2026 22:05
Polres Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Polres Luwu Timur, Senin (09/03/2026). Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Menjelang momentum perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Luwu Timur mulai tancap gas menyiapkan skema pengamanan jalur mudik.
Melalui Operasi Kepolisian Terpusat bersandi “Ketupat-2026”, Polres Lutim menyiagakan personel selama 13 hari penuh guna menjamin kenyamanan masyarakat di Bumi Batara Guru.
Sebagai langkah awal, Polres Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Polres Luwu Timur, Senin (09/03/2026).
Rapat dipimpin oleh Kabag Ops Polres Luwu Timur, Kompol Andi Yusuf, mewakili Kapolres, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lutim, serta unsur TNI dari Danramil Malili.
Memastikan arus lalu lintas di wilayah perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah tetap lancar, Polres Luwu Timur telah memetakan lima titik strategis untuk pendirian posko operasi.
Kompol Andi Yusuf menjelaskan, kelima posko tersebut dirancang dengan fungsi yang berbeda guna merespons kebutuhan pemudik di lapangan,
2 Pos Pengamanan (Pospam), Fokus pada pemeliharaan Kamtibmas di titik rawan.
Lalu, 2 Pos Pelayanan (Posyan): Menyediakan layanan kesehatan dan tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan. 1 Pos Terpadu, Menjadi pusat kendali koordinasi seluruh unsur pengamanan, mulai dari Polri, TNI, hingga OPD terkait.
“Operasi ini mengedepankan langkah preventif. Harapan kita, sinergi seluruh komponen petugas membuat masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar, dan yang paling penting adalah selamat sampai tujuan,” ujar Kompol Andi Yusuf.
Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan kerja kolektif. Rakor ini turut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Luwu Timur, Kementerian Agama, hingga instansi vertikal lainnya.
Fokus utama operasi tahun ini adalah mitigasi kemacetan di jalur trans-Sulawesi dan pengamanan pusat-pusat keramaian serta objek wisata yang diprediksi akan membeludak pasca-lebaran.
Selain pengamanan fisik, Polres Lutim juga akan memperkuat fungsi kehumasan untuk memberikan informasi real-time mengenai kondisi arus lalu lintas kepada pemudik, serta penegakan hukum bagi pelanggar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Asisten Pemerintaham dan Kesra, Aini Endis Anrika menegaskan bahwa, rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan pelayanan publik yang optimal.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai potensi kerawanan dapat kita antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Aini juga berharap melalui rapat tersebut, seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah strategis yang terintegrasi antar sektor.
“Saya berharap hasil rapat ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret di lapangan, demi terwujudnya pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Luwu Timur,” pungkas Asisten I Bupati ini.
Dengan persiapan yang matang sejak jauh hari, Kabupaten Luwu Timur siap menyambut kedatangan para pemudik dengan standar pelayanan keamanan yang profesional dan kolaboratif.
Melalui Operasi Kepolisian Terpusat bersandi “Ketupat-2026”, Polres Lutim menyiagakan personel selama 13 hari penuh guna menjamin kenyamanan masyarakat di Bumi Batara Guru.
Sebagai langkah awal, Polres Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral di Aula Polres Luwu Timur, Senin (09/03/2026).
Rapat dipimpin oleh Kabag Ops Polres Luwu Timur, Kompol Andi Yusuf, mewakili Kapolres, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lutim, serta unsur TNI dari Danramil Malili.
Memastikan arus lalu lintas di wilayah perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah tetap lancar, Polres Luwu Timur telah memetakan lima titik strategis untuk pendirian posko operasi.
Kompol Andi Yusuf menjelaskan, kelima posko tersebut dirancang dengan fungsi yang berbeda guna merespons kebutuhan pemudik di lapangan,
2 Pos Pengamanan (Pospam), Fokus pada pemeliharaan Kamtibmas di titik rawan.
Lalu, 2 Pos Pelayanan (Posyan): Menyediakan layanan kesehatan dan tempat istirahat bagi pemudik yang kelelahan. 1 Pos Terpadu, Menjadi pusat kendali koordinasi seluruh unsur pengamanan, mulai dari Polri, TNI, hingga OPD terkait.
“Operasi ini mengedepankan langkah preventif. Harapan kita, sinergi seluruh komponen petugas membuat masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, lancar, dan yang paling penting adalah selamat sampai tujuan,” ujar Kompol Andi Yusuf.
Operasi Ketupat 2026 bukan sekadar tugas kepolisian, melainkan kerja kolektif. Rakor ini turut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Luwu Timur, Kementerian Agama, hingga instansi vertikal lainnya.
Fokus utama operasi tahun ini adalah mitigasi kemacetan di jalur trans-Sulawesi dan pengamanan pusat-pusat keramaian serta objek wisata yang diprediksi akan membeludak pasca-lebaran.
Selain pengamanan fisik, Polres Lutim juga akan memperkuat fungsi kehumasan untuk memberikan informasi real-time mengenai kondisi arus lalu lintas kepada pemudik, serta penegakan hukum bagi pelanggar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Asisten Pemerintaham dan Kesra, Aini Endis Anrika menegaskan bahwa, rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan langkah penting dalam memastikan kesiapan seluruh pihak dalam memberikan rasa aman, nyaman, dan tertib kepada masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.
Menurutnya, momentum Hari Raya Idul Fitri selalu diiringi dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kebutuhan pelayanan publik yang optimal.
“Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai potensi kerawanan dapat kita antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Aini juga berharap melalui rapat tersebut, seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah-langkah strategis yang terintegrasi antar sektor.
“Saya berharap hasil rapat ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret di lapangan, demi terwujudnya pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Luwu Timur,” pungkas Asisten I Bupati ini.
Dengan persiapan yang matang sejak jauh hari, Kabupaten Luwu Timur siap menyambut kedatangan para pemudik dengan standar pelayanan keamanan yang profesional dan kolaboratif.
(UMI)
Berita Terkait
News
Konflik Laoli di Luwu Timur Diduga "Dipelihara" Oknum agar Tetap Panas
Pemkab Luwu Timur terus dan telah menempuh upaya persuasif guna menghadapi masyarakat di konflik lahan Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Kamis, 30 Jul 2026 13:21
News
Akhirnya Petani Akui Lahan di Laoli Milik Pemkab Lutim: Ngotot Hanya Karena Mau Ganti Rugi yang Sesuai
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP tengah melakukan upaya pengosongan lahan milik Pemkab Luwu Timur di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kamis (30/7/2026).
Kamis, 30 Jul 2026 09:28
Sulsel
Pemkab Lutim Tegaskan Mayoritas Warga di Dusun Laoli Sudah Terima Santunan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyatakan bahwa mayoritas masyarakat terdampak penyediaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, telah menerima santunan.
Rabu, 29 Jul 2026 19:56
Sulsel
Mengapa Pemkab Lutim Menolak Istilah Penggusuran di Laoli? Ini Penjelasan Lengkapnya
Polemik rencana pengosongan lahan di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, memunculkan perdebatan di ruang publik.
Rabu, 29 Jul 2026 13:52
Sulsel
DPRD Luwu Timur Soroti PT PUL, Diduga Gunakan Jalan Nasional Tanpa Izin
Aktivitas pengangkutan material nikkel oleh PT Prima Utama Lestari (PUL) di desa Ussu, kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur mendadak sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Minggu, 26 Jul 2026 17:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Dukung Pembangunan Stadion Sudiang lewat Pasokan Ready Mix
2
WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
3
Konflik Laoli di Luwu Timur Diduga "Dipelihara" Oknum agar Tetap Panas
4
Pemkab Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Komoditas Kelapa
5
PKS Minta Pemkot Makassar Tunda Penerapan Wajib Pilah Sampah, Perjelas Tupoksi RT/RW
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kalla Beton Dukung Pembangunan Stadion Sudiang lewat Pasokan Ready Mix
2
WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
3
Konflik Laoli di Luwu Timur Diduga "Dipelihara" Oknum agar Tetap Panas
4
Pemkab Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Komoditas Kelapa
5
PKS Minta Pemkot Makassar Tunda Penerapan Wajib Pilah Sampah, Perjelas Tupoksi RT/RW