Pemkab Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Komoditas Kelapa

Kamis, 30 Jul 2026 12:59
Pemkab Selayar Gandeng Polipangkep Kembangkan Komoditas Kelapa
Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi. Foto: Istimewa
Comment
Share
SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menggandeng Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep) untuk mengembangkan komoditas kelapa melalui riset, inovasi, dan hilirisasi guna meningkatkan nilai ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. Muhtar, MM, saat menghadiri kegiatan koordinasi dan penguatan Program BESTARI Saintek Living Laboratorium Ekonomi "The Green Gold Kelapa Selayar" di Desa Bontolempangan, Kecamatan Buki, Sabtu (25/7/2026).

Dalam kegiatan itu, Wabup didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar dan Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar.

Dalam sambutannya, Muhtar mengatakan kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Kepulauan Selayar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan kelapa selama ini masih didominasi cara-cara tradisional sehingga nilai tambah yang dihasilkan belum optimal. Melalui Program BESTARI Saintek, pemerintah daerah berharap hadir inovasi dan teknologi yang mampu mengolah kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

"Program ini tidak sekadar kegiatan penelitian, tetapi harus menjadi laboratorium hidup yang menghasilkan solusi nyata dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya petani kelapa di Kepulauan Selayar," ujar Muhtar.

Ia menjelaskan, konsep ekonomi sirkular yang diterapkan dalam program tersebut mencakup pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, serta kemitraan dengan dunia industri.

Menurutnya, pengembangan berbagai produk turunan kelapa, seperti Virgin Coconut Oil (VCO), arang tempurung, briket, dan produk olahan lainnya, menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa.

Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

"Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi, baik melalui dukungan data, fasilitasi lapangan, maupun sinkronisasi program, agar hasil riset ini dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.

Program BESTARI Saintek sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar yang berfokus pada penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal serta mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Riset BESTARI Saintek, Dr. Zulfitriany D. Mustaka, memberikan pendampingan dan pelatihan kepada kader PKK mengenai pemanfaatan limbah kelapa menjadi produk kreatif bernilai ekonomi.

Salah satu materi yang diberikan ialah pembuatan pewarna alami dari sabut kelapa yang kemudian diaplikasikan dalam kegiatan membatik. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai guna sabut kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sekaligus mendukung pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal Selayar.

Melalui Program BESTARI Saintek, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menargetkan kelapa tidak hanya menjadi komoditas perkebunan, tetapi juga berkembang menjadi "Green Gold" atau emas hijau yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru