Hasil Pengawasan, DPRD Sulsel Toleransi 3,8 Cm Ketebalan Aspal Jalan Hertasning
Kamis, 05 Mar 2026 17:12
Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan evaluasi dan pengecekan proyek multi years di Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (05/03/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Komisi D DPRD Sulawesi Selatan melakukan evaluasi dan pengecekan proyek multi years di Jalan Hertasning, Makassar, Kamis (05/03/2026).
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid bersama anggota Muhammad Sadar, Lukman B Kady dan Abd Rahman.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pengujian ketebalan lapisan aspal sepanjang 1,8 kilometer dengan metode core drill di sejumlah titik.
Anggota Komisi D Muhammad Sadar menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan ketebalan pekerjaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi.
"Jadi yang pertama Komisi D berkunjung hari ini dalam rangka melakukan evaluasi dan pengecekan di proyek multi years yang ada di Jalan Hertasning. Itu sepanjang 1,8 kilometer kita lakukan core terkait ketebalan di lapangan,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan awal di titik pertama, ditemukan ketebalan 3,8 sentimeter. Meski belum mencapai 4 sentimeter, angka tersebut masih dalam batas toleransi.
"Hasilnya tadi pada titik pertama itu 3,8. Itu toleransi. Memang tidak mencapai 4 senti, tapi ada toleransi yang diberikan sebesar 3 mili dan lainnya itu semua memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Ia berharap hasil tersebut dapat menjamin kualitas jalan sehingga masyarakat sebagai pengguna dapat menikmati infrastruktur dengan aman dan nyaman.
"Alhamdulillah itulah yang kita harapkan supaya ke depan masyarakat yang pengguna jasa bisa menikmati jalan ini dengan sebaik mungkin,” tambahnya.
Namun demikian, Komisi D belum menyimpulkan hasil akhir. Sampel core akan dibawa ke Laboratorium PU Bina Marga Baddoka untuk diuji lebih lanjut, guna memastikan kesesuaian material dengan Job Order dan spesifikasi teknis AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course).
“Hasil core-nya tadi itu kami akan bawa ke lab Baddoka PU Bina Marga untuk dilakukan evaluasi apakah benar material ini cocok dengan JOP yang ada, sesuai dengan spesifikasi AC-WC. Kalau itu benar, maka pekerjaan ini layak untuk dilanjutkan,” tegas Sadar.
Selain itu, Komisi D juga berencana melakukan pengecekan terhadap Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Tritar Mandiri atau Tristar di Kabupaten Gowa.
"Kami akan meng-crosscheck di AMP milik PT Tritar Mandiri atau Tristar yang ada di Kabupaten Gowa, apakah peralatannya layak untuk dipakai atau seperti apa,” katanya.
Sadar menegaskan, keputusan akhir menunggu hasil uji laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya tidak segan memanggil rekanan.
"Kalau tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau aturan yang ada, tentu kami akan panggil rekanannya untuk membahas apakah proyek ini kita hold dulu atau seperti apa yang akan kita lakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kadir Halid menambahkan bahwa pengujian tidak hanya sebatas ketebalan, tetapi juga kekuatan dan kualitas campuran aspal.
“Untuk memantau ketebalan dan nantinya kita akan bawa lagi ke lab untuk melihat berapa kekuatannya. Jadi kualitasnya nanti kita ukur melalui laboratorium,” ujarnya.
Ia menyebut pengujian bisa dilakukan di laboratorium pemerintah maupun swasta, seperti di Baddoka atau Sucofindo.
"Mungkin di laboratorium Baddoka, kita akan ukur. Dari hasil penelitian itu baru kita nanti ketemu lagi dengan kontraktornya dan dinas untuk membicarakan bahwa inilah kualitas yang Anda kerjakan selama ini,” jelas Kadir.
Menurutnya, dari empat titik sampel yang diambil, terdapat variasi ketebalan. “Tadi ada yang tebal, ada yang kurang tebal. Ada di bawah empat, ada di atas empat. Empat titik diambil sampel,” pungkasnya.
Peninjauan dipimpin Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid bersama anggota Muhammad Sadar, Lukman B Kady dan Abd Rahman.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pengujian ketebalan lapisan aspal sepanjang 1,8 kilometer dengan metode core drill di sejumlah titik.
Anggota Komisi D Muhammad Sadar menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan ketebalan pekerjaan di lapangan sesuai dengan spesifikasi.
"Jadi yang pertama Komisi D berkunjung hari ini dalam rangka melakukan evaluasi dan pengecekan di proyek multi years yang ada di Jalan Hertasning. Itu sepanjang 1,8 kilometer kita lakukan core terkait ketebalan di lapangan,” ujarnya.
Dari hasil pengecekan awal di titik pertama, ditemukan ketebalan 3,8 sentimeter. Meski belum mencapai 4 sentimeter, angka tersebut masih dalam batas toleransi.
"Hasilnya tadi pada titik pertama itu 3,8. Itu toleransi. Memang tidak mencapai 4 senti, tapi ada toleransi yang diberikan sebesar 3 mili dan lainnya itu semua memenuhi persyaratan,” jelasnya.
Ia berharap hasil tersebut dapat menjamin kualitas jalan sehingga masyarakat sebagai pengguna dapat menikmati infrastruktur dengan aman dan nyaman.
"Alhamdulillah itulah yang kita harapkan supaya ke depan masyarakat yang pengguna jasa bisa menikmati jalan ini dengan sebaik mungkin,” tambahnya.
Namun demikian, Komisi D belum menyimpulkan hasil akhir. Sampel core akan dibawa ke Laboratorium PU Bina Marga Baddoka untuk diuji lebih lanjut, guna memastikan kesesuaian material dengan Job Order dan spesifikasi teknis AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course).
“Hasil core-nya tadi itu kami akan bawa ke lab Baddoka PU Bina Marga untuk dilakukan evaluasi apakah benar material ini cocok dengan JOP yang ada, sesuai dengan spesifikasi AC-WC. Kalau itu benar, maka pekerjaan ini layak untuk dilanjutkan,” tegas Sadar.
Selain itu, Komisi D juga berencana melakukan pengecekan terhadap Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Tritar Mandiri atau Tristar di Kabupaten Gowa.
"Kami akan meng-crosscheck di AMP milik PT Tritar Mandiri atau Tristar yang ada di Kabupaten Gowa, apakah peralatannya layak untuk dipakai atau seperti apa,” katanya.
Sadar menegaskan, keputusan akhir menunggu hasil uji laboratorium. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihaknya tidak segan memanggil rekanan.
"Kalau tidak sesuai dengan yang kita harapkan atau aturan yang ada, tentu kami akan panggil rekanannya untuk membahas apakah proyek ini kita hold dulu atau seperti apa yang akan kita lakukan,” tandasnya.
Sementara itu, Kadir Halid menambahkan bahwa pengujian tidak hanya sebatas ketebalan, tetapi juga kekuatan dan kualitas campuran aspal.
“Untuk memantau ketebalan dan nantinya kita akan bawa lagi ke lab untuk melihat berapa kekuatannya. Jadi kualitasnya nanti kita ukur melalui laboratorium,” ujarnya.
Ia menyebut pengujian bisa dilakukan di laboratorium pemerintah maupun swasta, seperti di Baddoka atau Sucofindo.
"Mungkin di laboratorium Baddoka, kita akan ukur. Dari hasil penelitian itu baru kita nanti ketemu lagi dengan kontraktornya dan dinas untuk membicarakan bahwa inilah kualitas yang Anda kerjakan selama ini,” jelas Kadir.
Menurutnya, dari empat titik sampel yang diambil, terdapat variasi ketebalan. “Tadi ada yang tebal, ada yang kurang tebal. Ada di bawah empat, ada di atas empat. Empat titik diambil sampel,” pungkasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
DPRD Sulsel Terbitkan 4 Poin Rekomendasi untuk Tenaga Kerja Buruh Bagasi di Pelabuhan Makassar
Komisi E dan D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) membahas permasalahan yang terjadi di wilayah Pelabuhan Makassar yang tidak pro kepada buruh Tenaga Kerja (TK) bagasi Pelabuhan. Rapat berlangsung di kantor sementara dewan di Makassar pada Selasa (15/09/2026).
Selasa, 15 Sep 2026 19:12
Sulsel
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
Sebanyak enam anggota DPRD Sulsel dari Gerindra berencana naik kelas ke pusat. Rencana mereka pun telah direstui oleh pengurus DPD Sulsel.
Kamis, 03 Sep 2026 17:35
News
Prihatin Lansia di Jeneponto, Salmawati dan Ketua Karang Taruna Turun Beri Bantuan
Kepedulian terhadap warga kurang mampu ditunjukkan Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Hj. Salmawati, bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Jeneponto, Suharmin Kilang.
Minggu, 23 Agu 2026 06:57
Sulsel
Ketua Fraksi LBK Ingin Sekretaris Golkar Sulsel Figur yang Lincah Bekerja
Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel, Lukman B Kady menginginkan figur yang lincah untuk mengisi jabatan sekretaris DPD I Golkar Sulsel kedepan. Tujuannya untuk memudahkan kinerja Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai ketua terpilih.
Selasa, 18 Agu 2026 16:57
News
Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027 yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman - Fatmawati Rusdi dinilai mampu mengubah pola pembangunan infrastruktur menjadi lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Selasa, 11 Agu 2026 16:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
2
AMPLI Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Islamic Center Malili Rp43,6 Miliar ke Kejari Lutim
3
Solusi Bebas Antre BBM, Asmo Sulsel Tebar Promo Khusus Motor Listrik Honda
4
Tak Sekadar Menambang, PT Vale Bangun Generasi Penggerak Hilirisasi di Bumi Nikel
5
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar