Libur Lebaran 2026, Wisata Agro Ladoma Parepare Diserbu Pengunjung dari Berbagai Daerah

Sabtu, 28 Mar 2026 11:22
Libur Lebaran 2026, Wisata Agro Ladoma Parepare Diserbu Pengunjung dari Berbagai Daerah
Warga mengungjungi Wisata Agro Ladoma Parepare yang berada di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Foto: Wahyu Ady
Comment
Share
PAREPARE - Menjelang akhir masa libur lebaran 2026, sejumlah tempat wisata dipadati oleh pengunjung. Tidak terkecuali Wisata Agro Ladoma Parepare yang berada di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.

Wisata Agro Ladoma Parepare tidak hanya dikunjungi oleh warga sekitar, melainkan juga warga dari luar Kota Parepare. Mereka datang untuk berkumpul bersama dengan keluarga sambil menikmati suasana alam yang masih asri.

Salah seorang pengunjung, Tiara asal Kabupaten Sidrap mengatakan bahwa dirinya jauh-jauh ke Kota Parepare untuk datang ke Wisata Agro Ladoma Parepare untuk dapat menikmati weekend terakhir sebelum kembali beraktivitas bersama dengan keluarga.

"Mumpung masih dalam masa libur lebaran, jadi saya bersama dengan keluarga jauh-jauh datang dari sidrap ke sini (Wisata Agro Ladoma Parepare) untuk menikmati berkumpul dengan keluarga sambil menikmati suasana alam yang masih asri," ujar Tiara, Sabtu (28/03/2026).

Tiara juga menyebut, Wisata Agro Ladoma Parepare ini tidak hanya menyuguhkan suasana alam yang alami, Wisata Agro Ladoma Parepare juga memiliki banyak tempat untuk melakukan swafoto yang instagramable.

"Di sini juga banyak tempat untuk melakukan swafoto yang dapat dijadikan konten di sosial media. Selain itu juga, terdapat berbagai macam tumbuhan yang dapat membuat kita belajar mengenal nama tumbuhan tersebut," Terangnya.

Terpisah, Pengelola Wisata Agro Ladoma Parepare, Andi Wahyudin mengatakan bahwa Wisata Agro Ladoma Parepare merupakan tempat wisata yang hanya mematok biaya masuk yang cukup murah.

"Untuk biaya masuk di sini kami patok sangat murah, hanya 5.000 rupiah saja. Dan mungkin, dari banyaknya tempat wisata yang ada sudah jarang yang mau mematok biaya masuk seperti itu," singkat Andi Wahyudin.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru