Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
Rabu, 13 Mei 2026 14:55
Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman, mendesak Polres Maros segera menuntaskan kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tompobalang. Foto: Istimewa
MAROS - Ketua Komisi III DPRD Maros, Haeriah Rahman, mendesak Polres Maros segera menuntaskan kasus dugaan pencabulan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Tompobalang, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung.
Ia mengaku prihatin dan menyayangkan lambatnya penanganan kasus tersebut, terlebih peristiwa itu terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memperparah trauma korban dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami sangat menyayangkan karena kasus ini sudah cukup lama berjalan tetapi belum juga ada penyelesaian. Apalagi informasinya pelaku sudah masuk DPO. Harusnya ini menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Politisi PAN itu meminta kepolisian memberikan kepastian hukum kepada korban dan keluarga, terlebih keberadaan pelaku disebut telah terendus.
"Ini menyangkut perlindungan dan masa depan korban. Jangan sampai keluarga merasa tidak mendapat kepastian. Kami minta penanganannya dipercepat dan pelakunya segera diamankan," ujarnya.
Haeriah mengatakan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros sebelumnya sempat datang memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.
Ia menyebut Kanit PPA pernah mendatangi kantor DPRD dan menyampaikan bahwa kasus masih dalam proses penanganan serta pelaku telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Makanya kami juga kaget karena sampai sekarang belum selesai," tambahnya.
Komisi III DPRD Maros pun berencana kembali memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.
"Insyaallah hari Senin kami akan panggil kembali untuk meminta penjelasan sejauh mana progresnya dan apa sebenarnya kendalanya," tutupnya.
Sebelumnya, keluarga korban dugaan pencabulan di pondok pesantren tersebut mengeluhkan lambatnya penanganan perkara di Polres Maros.
Ia mengaku prihatin dan menyayangkan lambatnya penanganan kasus tersebut, terlebih peristiwa itu terjadi di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, kasus seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memperparah trauma korban dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami sangat menyayangkan karena kasus ini sudah cukup lama berjalan tetapi belum juga ada penyelesaian. Apalagi informasinya pelaku sudah masuk DPO. Harusnya ini menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Politisi PAN itu meminta kepolisian memberikan kepastian hukum kepada korban dan keluarga, terlebih keberadaan pelaku disebut telah terendus.
"Ini menyangkut perlindungan dan masa depan korban. Jangan sampai keluarga merasa tidak mendapat kepastian. Kami minta penanganannya dipercepat dan pelakunya segera diamankan," ujarnya.
Haeriah mengatakan pihak Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Maros sebelumnya sempat datang memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus tersebut.
Ia menyebut Kanit PPA pernah mendatangi kantor DPRD dan menyampaikan bahwa kasus masih dalam proses penanganan serta pelaku telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
"Makanya kami juga kaget karena sampai sekarang belum selesai," tambahnya.
Komisi III DPRD Maros pun berencana kembali memanggil pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.
"Insyaallah hari Senin kami akan panggil kembali untuk meminta penjelasan sejauh mana progresnya dan apa sebenarnya kendalanya," tutupnya.
Sebelumnya, keluarga korban dugaan pencabulan di pondok pesantren tersebut mengeluhkan lambatnya penanganan perkara di Polres Maros.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Bantu Pemulihan Piutang, Polres-Kajari Maros Terima Penghargaan dari Pemerintah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros memberikan penghargaan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros dan Polres Maros atas kontribusinya dalam membantu pemulihan piutang dan tunggakan pajak daerah.
Senin, 31 Agu 2026 13:36
News
Polres Maros Ungkap Kasus Pencurian Rumah, Pelaku Ditangkap di Sulawesi Tengah
Satreskrim Polres Maros berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Perumahan Bumi Asera Moncongloe, Desa Moncongloe Bulu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Minggu, 23 Agu 2026 14:49
Sulsel
AKBP Devi Sujana Resmi Menjabat Kapolres Maros, Gantikan AKBP Douglas Mahendrajaya
Kepemimpinan di Polres Maros resmi berganti. AKBP Devi Sujana kini menjabat sebagai Kapolres Maros menggantikan AKBP Douglas Mahendrajaya setelah Upacara Sertijab di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel.
Kamis, 30 Jul 2026 16:13
News
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Maros, Minggu (28/6/2026) malam.
Minggu, 28 Jun 2026 08:29
Sulsel
Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Maros, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan
Warga Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan raya, Minggu (7/6/2026).
Senin, 08 Jun 2026 13:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Husniah Talenrang Tersangka, Kabupaten Gowa Bakal Dipimpin Plt Bupati
3
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani
4
YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program Penanganan HIV
5
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
BKKBN dan Komisi IX Ajak Warga Gowa Perkuat Keluarga Cegah Stunting
2
Husniah Talenrang Tersangka, Kabupaten Gowa Bakal Dipimpin Plt Bupati
3
PSMTI-FORKITA Bone Gelar Bakti Sosial, Ratusan Warga Dilayani
4
YPKDS Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan Program Penanganan HIV
5
Sinergi dan Inovasi Bawa Sulsel Raih TPID Award dan TP2DD Championship 2026