Tambang Ilegal Marak, DPRD Maros Minta Kementerian ESDM Bertindak
Kamis, 05 Mar 2026 17:10
Rombongan anggota DPRD Kabupaten Maros saat kunjungan kerja ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto: Istimewa
JAKARTA - DPRD Kabupaten Maros menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal di wilayahnya. Persoalan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tepatnya di Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Rabu (4/3/2026).
Kunjungan tersebut membahas persoalan perizinan pertambangan, sekaligus mendorong penertiban aktivitas tambang yang tidak memiliki izin resmi.
Anggota Komisi II DPRD Maros, Andi Safriadi, mengatakan aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Maros saat ini cukup meresahkan.
Menurutnya, setiap pelaku usaha pertambangan seharusnya memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dengan izin tersebut, perusahaan wajib membayar pajak kepada negara, baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Tapi yang marak terjadi di Maros banyaknya tambang ilegal, hasil bumi dikeruk terus tidak ada pajak ke daerah ataupun ke pusat. Makanya kami menghimbau ke pihak ESDM dalam hal ini Direktorat Jenderal Minerba agar supaya para penambang ilegal ini ditertibkan karena sangat luar biasa merugikan negara," jelasnya.
Dia menegaskan praktik tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan.
Karena itu, ia mengimbau aparat penegak hukum, termasuk Gakkum, agar segera menertibkan tambang-tambang ilegal yang beroperasi, khususnya di Kabupaten Maros.
Di sisi lain, DPRD Maros juga meminta agar proses pengurusan izin pertambangan tidak dipersulit.
Menurut politikus PAN tersebut, kemudahan perizinan akan mendorong pelaku usaha mengurus IUP maupun Izin Usaha Jasa Pertambangan secara resmi.
"Supaya para pengusaha yang berada di Kabupaten Maros bisa dengan serius mengurus izin, terkhusus IUP dan Izin Usaha Jasa Pertambangan itu agar supaya tidak terjadi lagi tambang-tambang ilegal yang terkadang juga dibekingi oleh oknum-oknum aparat tertentu," tegasnya.
Ke depan, DPRD Maros berencana mengidentifikasi titik-titik tambang ilegal yang masih beroperasi di wilayah tersebut.
"Bakal kita laporkan untuk ditindaklanjuti supaya ditertibkan," ujarnya.
Ia juga menilai penertiban tambang ilegal di Maros selama ini masih kurang mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
"Atensi khusus untuk pihak terkait supaya lebih berperan aktif menertibkan tambang ilegal tersebut," tutupnya.
Kunjungan tersebut membahas persoalan perizinan pertambangan, sekaligus mendorong penertiban aktivitas tambang yang tidak memiliki izin resmi.
Anggota Komisi II DPRD Maros, Andi Safriadi, mengatakan aktivitas pertambangan ilegal di Kabupaten Maros saat ini cukup meresahkan.
Menurutnya, setiap pelaku usaha pertambangan seharusnya memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP). Dengan izin tersebut, perusahaan wajib membayar pajak kepada negara, baik kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Tapi yang marak terjadi di Maros banyaknya tambang ilegal, hasil bumi dikeruk terus tidak ada pajak ke daerah ataupun ke pusat. Makanya kami menghimbau ke pihak ESDM dalam hal ini Direktorat Jenderal Minerba agar supaya para penambang ilegal ini ditertibkan karena sangat luar biasa merugikan negara," jelasnya.
Dia menegaskan praktik tambang ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan.
Karena itu, ia mengimbau aparat penegak hukum, termasuk Gakkum, agar segera menertibkan tambang-tambang ilegal yang beroperasi, khususnya di Kabupaten Maros.
Di sisi lain, DPRD Maros juga meminta agar proses pengurusan izin pertambangan tidak dipersulit.
Menurut politikus PAN tersebut, kemudahan perizinan akan mendorong pelaku usaha mengurus IUP maupun Izin Usaha Jasa Pertambangan secara resmi.
"Supaya para pengusaha yang berada di Kabupaten Maros bisa dengan serius mengurus izin, terkhusus IUP dan Izin Usaha Jasa Pertambangan itu agar supaya tidak terjadi lagi tambang-tambang ilegal yang terkadang juga dibekingi oleh oknum-oknum aparat tertentu," tegasnya.
Ke depan, DPRD Maros berencana mengidentifikasi titik-titik tambang ilegal yang masih beroperasi di wilayah tersebut.
"Bakal kita laporkan untuk ditindaklanjuti supaya ditertibkan," ujarnya.
Ia juga menilai penertiban tambang ilegal di Maros selama ini masih kurang mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
"Atensi khusus untuk pihak terkait supaya lebih berperan aktif menertibkan tambang ilegal tersebut," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sinergi Pertamina, Kementerian ESDM & Pemprov Sulsel Jaga Pasokan BBM
Pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Selatan.
Rabu, 14 Okt 2026 18:24
News
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
IAS menilai penilaian CELIOS terhadap kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam jajaran menteri berkinerja terburuk belum mempertimbangkan secara menyeluruh tantangan sektor energi global.
Rabu, 14 Okt 2026 09:39
News
Kontribusi Tangani Gempa NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM
Kontribusi PT Vale Indonesia dalam membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Kamis, 01 Okt 2026 15:41
News
Tarif Listrik Tetap, PLN Siap Jaga Keandalan Layanan
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN untuk Triwulan III 2026 atau periode Juli–September tetap.
Jum'at, 03 Jul 2026 19:35
News
PAN Maros Ditarget Raih 24 Kursi DPRD pada Pemilu 2029
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAN se-Kabupaten Maros, Minggu (28/6/2026) malam.
Minggu, 28 Jun 2026 08:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
2
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
3
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
4
Bupati Bone Ajak Warga Berbagi Kisah Inspiratif Lewat Tulisan
5
BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, UMKM Bidik Pasar Global
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Arum Spink Pertanyakan MRC Bulukumba Tak Masuk Daftar Voters KLB PSSI Sulsel
2
Pemkab Gowa Harap Operasi Patuh Pallawa 2026 Pacu Kesadaran Berkendara
3
Wali Kota Makassar Minta Proyek Stadion Untia Libatkan Tenaga Kerja Lokal
4
Bupati Bone Ajak Warga Berbagi Kisah Inspiratif Lewat Tulisan
5
BSI International Expo 2026 Catat Transaksi Rp5,38 Triliun, UMKM Bidik Pasar Global