Menteri ESDM Disorot Survei, Idrus Marham Tegaskan Bahlih jadi Garda Depan Energi Nasional
Senin, 13 Apr 2026 16:23
Kolase foto Idrus Marham dan Bahlil Lahadalia. Foto: Istimewa
JAKARTA - Hasil survei Lembaga Survei Studi Indonesia Raya (LSSIR) yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam kategori “bermasalah” memantik respons keras dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja menteri tidak boleh dilepaskan dari fakta objektif dan capaian nyata di lapangan.
“Survei itu sah-sah saja, tapi tidak boleh bertentangan dengan akal sehat dan fakta. Kita harus objektif dalam melihat kinerja pemerintah,” kata Idrus, Senin (13/04/2026).
Survei tersebut memang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto masih tinggi di angka 70,5 persen. Namun, di saat yang sama, muncul catatan kritis terhadap sejumlah menteri, termasuk Bahlil, yang disorot terkait konsistensi kebijakan, transparansi, hingga isu integritas.
Menanggapi hal itu, Idrus justru menilai Bahlil merupakan salah satu menteri yang berada di garis terdepan dalam menjalankan visi besar Presiden, khususnya dalam membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Ia menekankan, sesuai kebijakan pembangunan Presiden Prabowo, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek. Dalam konteks ini, Bahlil dinilai menjalankan strategi tersebut melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya energi, termasuk sektor pertambangan.
“Bahlil berada di garis depan, memastikan masyarakat ikut menjadi Subyek - Pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan hanya penonton, tidak jadi obyek," tegas Idrus.
Langkah konkret yang ada dan nyata antara lain legalisasi dan penataan sumur minyak rakyat, pemberantasan praktik mafia tambang, serta pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak produktif atau melanggar aturan.
Berdasarkan data terbaru Kementerian ESDM hingga awal 2026, pemerintah mencatat tren peningkatan lifting minyak nasional secara bertahap, sekaligus menjaga lifting gas tetap stabil untuk kebutuhan domestik.
Di sektor hilirisasi, investasi terus meningkat signifikan, khususnya pada komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan batu bara. Nilai proyek hilirisasi tercatat mencapai ratusan triliun rupiah, termasuk pengembangan kawasan industri berbasis smelter yang mendorong nilai tambah dalam negeri.
Sementara itu, program transisi energi juga terus dipercepat. Implementasi biodiesel B50 menjadi salah satu terobosan untuk menekan impor energi. Pemerintah juga memperluas bauran energi baru terbarukan (EBT) dengan target kapasitas mencapai puluhan gigawatt dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, program pro-rakyat seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan listrik desa (Lisdes) terus diperluas. Hingga 2026, jutaan rumah tangga berpenghasilan rendah dan wilayah terpencil telah memperoleh akses listrik.
“Rakyat di daerah terpencil yang puluhan tahun tidak menikmati listrik, sekarang sudah merasakan. Itu kerja nyata,” ujar Idrus.
Ia juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Indonesia dinilai mampu menjaga stok BBM di atas 20 hari, memastikan distribusi LPG tetap aman, serta menahan kenaikan harga BBM subsidi.
Idrus menilai, jika survei menghasilkan kesimpulan yang bertentangan dengan fakta lapangan dan nalar akal sehat, maka wajar jika publik mempertanyakan objektivitasnya.
“Kalau hasil survei berbeda dengan realitas dan tidak masuk akal, jangan salahkan kalau muncul kecurigaan. Bisa saja orang menilai ada faktor subjektivitas, bahkan mungkin karena pesanan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak memicu perpecahan. Idrus mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga solidaritas sosial.
“Kita semua adalah anak bangsa. Mari kita rawat rumah besar Indonesia ini bersama-sama, dengan semangat kebersamaan dan objektivitas,” pungkasnya.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja menteri tidak boleh dilepaskan dari fakta objektif dan capaian nyata di lapangan.
“Survei itu sah-sah saja, tapi tidak boleh bertentangan dengan akal sehat dan fakta. Kita harus objektif dalam melihat kinerja pemerintah,” kata Idrus, Senin (13/04/2026).
Survei tersebut memang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto masih tinggi di angka 70,5 persen. Namun, di saat yang sama, muncul catatan kritis terhadap sejumlah menteri, termasuk Bahlil, yang disorot terkait konsistensi kebijakan, transparansi, hingga isu integritas.
Menanggapi hal itu, Idrus justru menilai Bahlil merupakan salah satu menteri yang berada di garis terdepan dalam menjalankan visi besar Presiden, khususnya dalam membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Ia menekankan, sesuai kebijakan pembangunan Presiden Prabowo, masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek. Dalam konteks ini, Bahlil dinilai menjalankan strategi tersebut melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya energi, termasuk sektor pertambangan.
“Bahlil berada di garis depan, memastikan masyarakat ikut menjadi Subyek - Pelaku dalam pengelolaan sumber daya alam, bukan hanya penonton, tidak jadi obyek," tegas Idrus.
Langkah konkret yang ada dan nyata antara lain legalisasi dan penataan sumur minyak rakyat, pemberantasan praktik mafia tambang, serta pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) yang tidak produktif atau melanggar aturan.
Berdasarkan data terbaru Kementerian ESDM hingga awal 2026, pemerintah mencatat tren peningkatan lifting minyak nasional secara bertahap, sekaligus menjaga lifting gas tetap stabil untuk kebutuhan domestik.
Di sektor hilirisasi, investasi terus meningkat signifikan, khususnya pada komoditas strategis seperti nikel, tembaga, dan batu bara. Nilai proyek hilirisasi tercatat mencapai ratusan triliun rupiah, termasuk pengembangan kawasan industri berbasis smelter yang mendorong nilai tambah dalam negeri.
Sementara itu, program transisi energi juga terus dipercepat. Implementasi biodiesel B50 menjadi salah satu terobosan untuk menekan impor energi. Pemerintah juga memperluas bauran energi baru terbarukan (EBT) dengan target kapasitas mencapai puluhan gigawatt dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, program pro-rakyat seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan listrik desa (Lisdes) terus diperluas. Hingga 2026, jutaan rumah tangga berpenghasilan rendah dan wilayah terpencil telah memperoleh akses listrik.
“Rakyat di daerah terpencil yang puluhan tahun tidak menikmati listrik, sekarang sudah merasakan. Itu kerja nyata,” ujar Idrus.
Ia juga menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik geopolitik di Timur Tengah. Indonesia dinilai mampu menjaga stok BBM di atas 20 hari, memastikan distribusi LPG tetap aman, serta menahan kenaikan harga BBM subsidi.
Idrus menilai, jika survei menghasilkan kesimpulan yang bertentangan dengan fakta lapangan dan nalar akal sehat, maka wajar jika publik mempertanyakan objektivitasnya.
“Kalau hasil survei berbeda dengan realitas dan tidak masuk akal, jangan salahkan kalau muncul kecurigaan. Bisa saja orang menilai ada faktor subjektivitas, bahkan mungkin karena pesanan,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak memicu perpecahan. Idrus mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga solidaritas sosial.
“Kita semua adalah anak bangsa. Mari kita rawat rumah besar Indonesia ini bersama-sama, dengan semangat kebersamaan dan objektivitas,” pungkasnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Idrus Marham: Menteri Tak Produktif Harus Diganti, Reshuffle Jadi Kunci Akselerasi Kabinet
Wacana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat di ruang publik. Sinyal tersebut menguat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan pernyataan singkat yang memicu spekulasi.
Senin, 27 Apr 2026 08:04
Sulsel
Ramaikan Bursa Calon Ketua, Usman Marham jadi Figur Kunci di Tengah Kebuntuan Musda Golkar
Usman Marham pernah menjadi pengurus DPP Golkar selama tiga periode. Ia masuk pengurus era Ketua Umum Aburizal Bakrie, Setya Novanto, hingga Airlangga Hartarto di DPP Golkar.
Minggu, 26 Apr 2026 16:23
News
Idrus Marham Pimpin IKA PTKIN, Siapkan Festival Dunia Baru Islam
Menteri Sosial Indonesia (2018) Idrus Marham, terpilih sebagai Ketua Umum Forum Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) Indonesia. Ketua Alumni UIN Alauddin Makassar ini terpilih dalam Pertemuan Nasional yang digelar 23-25 April 2026.
Sabtu, 25 Apr 2026 10:33
Sulsel
Ketua DPD Pinrang Usman Marham Serahkan Peluang Maju Musda ke DPP Golkar
Nama Usman Marham mulai ramai diperbincangkan dalam bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten Pinrang.
Kamis, 23 Apr 2026 22:06
Sulsel
Teknologi Barcode Amankan Musda Golkar Sulsel, Hanya Peserta Resmi yang Lolos
Panitia Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan menerapkan sistem keamanan ketat dengan menggunakan teknologi barcode untuk memverifikasi keabsahan peserta.
Minggu, 05 Apr 2026 20:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar