UMI Jadi Tuan Rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional bagi Dosen
Rabu, 10 Jun 2026 18:39
Suasana Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional di Aula Pertemuan Lantai 3 Fakultas Ilmu Komputer Kampus II UMI, Rabu (10/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menjadi tuan rumah Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional yang diselenggarakan Bina Talenta Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya (LP2S) UMI.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Juni 2026 di Aula Pertemuan Lantai 3 Fakultas Ilmu Komputer Kampus II UMI ini diikuti 56 dosen dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Workshop dibuka Rektor UMI, Prof Hambali Thalib. Ia berharap pelatihan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta maupun UMI sebagai tuan rumah.
"Kita berharap bahwa dengan melalui pelatihan penulisan ini akan memberi dampak positif bagi seluruh peserta, dan tentu UMI sebagai tuan rumah. Kita berharap bahwa apa yang kita capai pada tahun lalu," kata Hambali, Rabu (10/6/2026).
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu optimistis pelatihan tersebut dapat meningkatkan motivasi peserta untuk lebih kompetitif dalam memperoleh hibah penelitian.
"Sehingga ke depan kita bisa lebih bersaing lagi dan berkompetitif dalam penelitian-penelitian hibah bersaing. Selamat kepada para peserta, terima kasih kepada jajaran pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengembangan SDM atas amanah dan Insyaallah akan bisa dilaksanakan dan menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya.
Ketua Panitia Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional, Prof Nuraeni, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga pendampingan intensif penyusunan proposal.
"Workshop ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan penulisan proposal. Peserta wajib sudah menyiapkan proposal dan mitra mereka. Karena ini adalah hibah internasional, proposal dan mitra harus sudah siap untuk dibimbing, agar proposal yang dibuat berkualitas dan dapat lolos seleksi hibah internasional," jelasnya.
Menurutnya, workshop ini merupakan rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya. UMI ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan batch ketiga.
"Kami ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan ini. Proses seleksi peserta dilakukan langsung oleh pusat yang berjumlah 56 orang, sembilan di antaranya berasal dari UMI. Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, sebagian besar peserta, khususnya dari UMI, dapat lolos pendanaan," tuturnya.
Ia menjelaskan, tidak ada pembatasan tema penelitian dalam workshop tersebut. Peserta dapat mengajukan topik sesuai bidang keahlian masing-masing, selama telah memiliki proposal dan mitra penelitian dari luar negeri.
"Syarat utamanya adalah peserta sudah memiliki proposal dan mitra di luar negeri. Jika tidak memiliki mitra, peserta tidak dapat mengikuti workshop maupun lolos pendanaan. Workshop ini diikuti oleh perguruan tinggi. Pesertanya berasal dari wilayah Indonesia Timur," tambahnya.
Prof Nuraeni berharap kegiatan ini menjadi batu loncatan bagi para peserta, khususnya dosen UMI, untuk memperoleh pendanaan hibah internasional pada masa mendatang.
"Tidak hanya yang mengikuti workshop, kami juga mendorong dosen-dosen UMI yang berminat untuk hadir agar memiliki pengalaman dan pemahaman tentang cara membuat proposal yang baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Tim Kompetensi Penelitian dan Pengembangan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Yuni Syam, menegaskan pemerintah mendukung pengembangan riset internasional, termasuk melalui pelatihan penulisan proposal hibah.
"Buktinya, Kemenristek saat ini sedang melaksanakan pelatihan penulisan proposal hibah internasional. Hal ini agar para dosen di Indonesia dapat bersaing dan berkolaborasi dengan dosen-dosen dari negara lain dalam mendapatkan hibah internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah bahan ajar bagi dosen-dosen untuk para mahasiswa mereka," tegasnya.
Yuni menjelaskan kegiatan tersebut berfokus pada pelatihan dan pendampingan teknis, sehingga tidak menerapkan kuota kelulusan bagi peserta.
"Karena hampir semua negara bergantung pada kolaborasi, jejaring teman-teman, atau peserta untuk mendapatkan hibah tersebut. Hibah internasional tidak bisa dari satu negara saja, tetapi harus ada beberapa negara yang masing-masing memiliki Principal Investigator untuk setiap programnya," ungkapnya.
Untuk memperkuat jejaring antarpeneliti, panitia menyediakan grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi setelah pelatihan berakhir.
"Nanti akan kami bagi dalam empat batch. Di grup tersebut, kami jelaskan sampai bidang ilmunya agar teman-teman bisa saling menghubungi, berbagi ilmu, atau membuat kelompok penelitian. Karena sekarang hibah tidak hanya satu bidang ilmu, tetapi harus berkolaborasi antardisiplin ilmu seperti STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) dan Social Science," bebernya.
Terkait prioritas riset daerah, Yuni mengatakan Kemdiktisaintek tidak menetapkan tema khusus untuk wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Namun, penelitian yang berkaitan dengan wilayah 3T tetap mendapatkan perhatian khusus.
"Hibah internasional diperbolehkan untuk siapa saja untuk ikut. Namun, ada beberapa penelitian yang memang wilayah Indonesia Timur harus diutamakan. Akan tetapi, bukan berarti kami tidak menerima pengelompokan dari luar wilayah tersebut, namun untuk 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang mendapat khusus," katanya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan UMI selama pelaksanaan workshop.
"Secara ruangan dan prasarana sangat bagus. Walaupun, belum tentu juga bagus bagi peserta, karena peserta akan memiliki pandangan yang lain. Tapi, kalau secara garis besar dari penilaian kementerian, tiga tempat yang kami lakukan memang di sini agak mewah," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, dosen Graduate School of Pharmaceutical Sciences, Kanazawa University, Kasuma Ogawa, menyampaikan harapannya agar kerja sama riset antara Indonesia dan Jepang terus berkembang.
"Bidang saya adalah radiofarmasi dan kedokteran nuklir. Saya datang ke sini tahun lalu dan tahun ini. Saya berharap kita terus berkolaborasi dan saya berharap kita dapat meraih kesuksesan besar terkait penelitian kita," harapnya.
Workshop tersebut menghadirkan lima narasumber berpengalaman dalam penulisan proposal hibah internasional, yakni Tatas Hardo Panintingjati Broto Sudarmo, Dr Grandprix Thomryes Marth Kadja, Yessie Widya Sari, Astari Dwiranti, PhD, dan Maria Mardalena Martini Kaisar, PhD.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–12 Juni 2026 di Aula Pertemuan Lantai 3 Fakultas Ilmu Komputer Kampus II UMI ini diikuti 56 dosen dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).
Workshop dibuka Rektor UMI, Prof Hambali Thalib. Ia berharap pelatihan tersebut memberikan dampak positif bagi peserta maupun UMI sebagai tuan rumah.
"Kita berharap bahwa dengan melalui pelatihan penulisan ini akan memberi dampak positif bagi seluruh peserta, dan tentu UMI sebagai tuan rumah. Kita berharap bahwa apa yang kita capai pada tahun lalu," kata Hambali, Rabu (10/6/2026).
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu optimistis pelatihan tersebut dapat meningkatkan motivasi peserta untuk lebih kompetitif dalam memperoleh hibah penelitian.
"Sehingga ke depan kita bisa lebih bersaing lagi dan berkompetitif dalam penelitian-penelitian hibah bersaing. Selamat kepada para peserta, terima kasih kepada jajaran pimpinan Lembaga Penelitian dan Pengembangan SDM atas amanah dan Insyaallah akan bisa dilaksanakan dan menjadi tuan rumah yang baik," ujarnya.
Ketua Panitia Workshop Penulisan Proposal Hibah Internasional, Prof Nuraeni, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga pendampingan intensif penyusunan proposal.
"Workshop ini tidak hanya berisi materi, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan penulisan proposal. Peserta wajib sudah menyiapkan proposal dan mitra mereka. Karena ini adalah hibah internasional, proposal dan mitra harus sudah siap untuk dibimbing, agar proposal yang dibuat berkualitas dan dapat lolos seleksi hibah internasional," jelasnya.
Menurutnya, workshop ini merupakan rangkaian kegiatan nasional yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya. UMI ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan batch ketiga.
"Kami ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pelaksanaan ini. Proses seleksi peserta dilakukan langsung oleh pusat yang berjumlah 56 orang, sembilan di antaranya berasal dari UMI. Kami berharap setelah mengikuti workshop ini, sebagian besar peserta, khususnya dari UMI, dapat lolos pendanaan," tuturnya.
Ia menjelaskan, tidak ada pembatasan tema penelitian dalam workshop tersebut. Peserta dapat mengajukan topik sesuai bidang keahlian masing-masing, selama telah memiliki proposal dan mitra penelitian dari luar negeri.
"Syarat utamanya adalah peserta sudah memiliki proposal dan mitra di luar negeri. Jika tidak memiliki mitra, peserta tidak dapat mengikuti workshop maupun lolos pendanaan. Workshop ini diikuti oleh perguruan tinggi. Pesertanya berasal dari wilayah Indonesia Timur," tambahnya.
Prof Nuraeni berharap kegiatan ini menjadi batu loncatan bagi para peserta, khususnya dosen UMI, untuk memperoleh pendanaan hibah internasional pada masa mendatang.
"Tidak hanya yang mengikuti workshop, kami juga mendorong dosen-dosen UMI yang berminat untuk hadir agar memiliki pengalaman dan pemahaman tentang cara membuat proposal yang baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Tim Kompetensi Penelitian dan Pengembangan Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Yuni Syam, menegaskan pemerintah mendukung pengembangan riset internasional, termasuk melalui pelatihan penulisan proposal hibah.
"Buktinya, Kemenristek saat ini sedang melaksanakan pelatihan penulisan proposal hibah internasional. Hal ini agar para dosen di Indonesia dapat bersaing dan berkolaborasi dengan dosen-dosen dari negara lain dalam mendapatkan hibah internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan menambah bahan ajar bagi dosen-dosen untuk para mahasiswa mereka," tegasnya.
Yuni menjelaskan kegiatan tersebut berfokus pada pelatihan dan pendampingan teknis, sehingga tidak menerapkan kuota kelulusan bagi peserta.
"Karena hampir semua negara bergantung pada kolaborasi, jejaring teman-teman, atau peserta untuk mendapatkan hibah tersebut. Hibah internasional tidak bisa dari satu negara saja, tetapi harus ada beberapa negara yang masing-masing memiliki Principal Investigator untuk setiap programnya," ungkapnya.
Untuk memperkuat jejaring antarpeneliti, panitia menyediakan grup WhatsApp sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi setelah pelatihan berakhir.
"Nanti akan kami bagi dalam empat batch. Di grup tersebut, kami jelaskan sampai bidang ilmunya agar teman-teman bisa saling menghubungi, berbagi ilmu, atau membuat kelompok penelitian. Karena sekarang hibah tidak hanya satu bidang ilmu, tetapi harus berkolaborasi antardisiplin ilmu seperti STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) dan Social Science," bebernya.
Terkait prioritas riset daerah, Yuni mengatakan Kemdiktisaintek tidak menetapkan tema khusus untuk wilayah Sulawesi dan sekitarnya. Namun, penelitian yang berkaitan dengan wilayah 3T tetap mendapatkan perhatian khusus.
"Hibah internasional diperbolehkan untuk siapa saja untuk ikut. Namun, ada beberapa penelitian yang memang wilayah Indonesia Timur harus diutamakan. Akan tetapi, bukan berarti kami tidak menerima pengelompokan dari luar wilayah tersebut, namun untuk 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang mendapat khusus," katanya.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang disediakan UMI selama pelaksanaan workshop.
"Secara ruangan dan prasarana sangat bagus. Walaupun, belum tentu juga bagus bagi peserta, karena peserta akan memiliki pandangan yang lain. Tapi, kalau secara garis besar dari penilaian kementerian, tiga tempat yang kami lakukan memang di sini agak mewah," pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, dosen Graduate School of Pharmaceutical Sciences, Kanazawa University, Kasuma Ogawa, menyampaikan harapannya agar kerja sama riset antara Indonesia dan Jepang terus berkembang.
"Bidang saya adalah radiofarmasi dan kedokteran nuklir. Saya datang ke sini tahun lalu dan tahun ini. Saya berharap kita terus berkolaborasi dan saya berharap kita dapat meraih kesuksesan besar terkait penelitian kita," harapnya.
Workshop tersebut menghadirkan lima narasumber berpengalaman dalam penulisan proposal hibah internasional, yakni Tatas Hardo Panintingjati Broto Sudarmo, Dr Grandprix Thomryes Marth Kadja, Yessie Widya Sari, Astari Dwiranti, PhD, dan Maria Mardalena Martini Kaisar, PhD.
(MAN)
Berita Terkait
News
Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah FK UMI Resmi Dibuka
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, secara resmi membuka kegiatan Seleksi Calon Mahasiswa Tahfizh/Tahfizhah Fakultas Kedokteran UMI Tahun Akademik 2026/2027
Rabu, 10 Jun 2026 15:22
News
Sambut Milad ke-72, Yayasan Wakaf UMI Beri Bonus Gaji bagi Seluruh Dosen dan Staf
Dalam rangka Milad ke-72 Universitas Muslim Indonesia (UMI), Yayasan Wakaf UMI memberikan apresiasi berupa bonus sebesar satu kali gaji bulanan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan UMI.
Selasa, 09 Jun 2026 15:34
News
BRIN Siapkan Fasilitas Iradiasi Pangan dan Teknologi Energi Alternatif
BRIN terus mengembangkan berbagai riset strategis untuk menjawab tantangan global, terutama perubahan iklim serta upaya mewujudkan kemandirian energi dan pangan nasional.
Senin, 08 Jun 2026 16:50
Sulsel
UMI Hadirkan Pakar Dunia dalam Konferensi Internasional Pembangunan Berkelanjutan
PPs UMI menggelar International Conference on Sustainable Development and Its Impact in Asian and Global Context di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (8/6/2026).
Senin, 08 Jun 2026 16:07
Sulsel
FK UMI Gelar Studium Generale, Siapkan S2 Biomedik dan Prodi Spesialis Baru
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka rangkaian peringatan Milad ke-34 melalui kegiatan Studium Generale yang digelar di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (6/6/2026).
Sabtu, 06 Jun 2026 16:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
3
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ekosistem EV di Parepare Kian Matang: Charging Cepat, Menunggu Nyaman
2
BI Sulsel Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Ekonomi Syariah
3
Studi Doktor UIKA: Wakaf Uang Dorong Kebahagiaan hingga Rasa Hidup Bermakna
4
Pegadaian Berhasil Borong Lima Penghargaan Bergengsi Asia
5
Pertamina Sesuaikan Harga Pertamax Series, Pertalite dan Biosolar Subsidi Tetap