UMI Diseminasikan Teknologi Pengolahan Kelapa kepada Petani Bulukumba

Senin, 20 Jul 2026 10:59
UMI Diseminasikan Teknologi Pengolahan Kelapa kepada Petani Bulukumba
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program BIMA Diktisaintek Tahun 2026 bersama masyarakat di Kabupaten Bulukumba. Foto: Istimewa
Comment
Share
BULUKUMBA - Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program BIMA Diktisaintek Tahun 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui hilirisasi hasil penelitian dan inovasi teknologi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Diseminasi Teknologi Coconut Biorefinery Skala UMKM bagi Kelompok Tani dalam Memproduksi Minyak Kelapa di Desa Bonto Bulaeng, Kabupaten Bulukumba.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juli 2026 dengan melibatkan kelompok tani sebagai mitra utama dalam penerapan teknologi pengolahan kelapa berbasis potensi lokal.

Program ini merupakan salah satu implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam mengolah komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memiliki peluang pasar lebih luas.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Ir. Abdul Haris, S.P., M.P. dari Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang, Universitas Muslim Indonesia sebagai Ketua Tim. Adapun anggota tim terdiri atas Dr. Ir. Abdul Haris, S.P., M.P. dan Ihwana As’ad, S.Ag., M.Sc., Ph.D., MTA., CPSM.

Dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi, tim menghadirkan pendekatan multidisiplin dalam mendampingi masyarakat agar mampu mengembangkan usaha pengolahan kelapa secara lebih modern, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan.

Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Buhung Pute, Desa Bonto Bulaeng, Kabupaten Bulukumba. Kelompok tani ini memiliki potensi yang besar dalam pengembangan komoditas kelapa, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu sentra produksi kelapa yang selama ini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku dengan nilai tambah yang relatif rendah. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya penerapan teknologi pengolahan yang mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

Konsep Coconut Biorefinery yang diperkenalkan dalam kegiatan ini merupakan pendekatan pemanfaatan kelapa secara terpadu sehingga setiap bagian dari kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi minyak kelapa berkualitas dengan menerapkan teknik pengolahan yang lebih higienis, efisien, dan sesuai dengan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain meningkatkan kualitas produk, pendekatan ini juga mendorong efisiensi pemanfaatan bahan baku sehingga dapat mengurangi limbah dan meningkatkan keberlanjutan usaha.

Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai konsep coconut biorefinery, pengenalan teknologi tepat guna dalam proses produksi minyak kelapa, demonstrasi proses pengolahan, diskusi interaktif, serta pendampingan teknis kepada peserta. Tim pengabdian juga memberikan wawasan mengenai pentingnya penerapan standar mutu produk, sanitasi proses produksi, pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang dapat meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun regional.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi selama kegiatan berlangsung. Para anggota Kelompok Tani Buhung Pute aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses pengolahan kelapa serta peluang pengembangan usaha berbasis produk olahan. Diskusi yang berlangsung tidak hanya membahas aspek teknis produksi, tetapi juga strategi pengelolaan usaha, pengembangan kelembagaan kelompok, hingga peluang pemasaran produk olahan kelapa sebagai komoditas unggulan desa.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya petani dan pelaku UMKM, sehingga mampu menghasilkan produk minyak kelapa yang memiliki kualitas lebih baik, nilai jual lebih tinggi, dan mampu bersaing di pasar. Selain itu, pengembangan teknologi pengolahan berbasis potensi lokal juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Diktisaintek 2026 ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat diseminasi hasil penelitian menuju implementasi di lapangan. Universitas Muslim Indonesia terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ke depan, diharapkan kerja sama antara Universitas Muslim Indonesia dengan Kelompok Tani Buhung Pute dapat terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, pengembangan produk turunan kelapa, peningkatan kapasitas kelembagaan kelompok tani, serta penguatan jaringan pemasaran.

Dengan demikian, inovasi teknologi Coconut Biorefinery dapat menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan daya saing UMKM berbasis komoditas kelapa sekaligus mendukung pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru