PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025

Sabtu, 25 Apr 2026 17:36
PPP Sulsel Perkuat Struktur Lewat Muscab, Siap Kembali ke Senayan di Pileg 2025
PPP Sulsel menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) kabupaten/kota sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2025. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi, menegaskan bahwa partainya kini fokus memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota melalui pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai langkah strategis menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2025.

Menurut Ilham, meskipun PPP sempat kehilangan kursi di Senayan, kekuatan partai di daerah masih cukup solid dan menjadi modal utama untuk bangkit.“PPP ini masih punya kekuatan besar di teman-teman fraksi di kabupaten/kota. Itu yang harus kita jaga dan perkuat melalui kepengurusan baru hasil Muscab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam proses Muscab, banyak kader yang berminat mengisi posisi strategis seperti ketua, sekretaris, dan bendahara. Namun, seluruh calon diwajibkan menandatangani pakta integritas yang menekankan kemampuan merangkul seluruh elemen partai.

DPW PPP Sulsel juga menetapkan tenggat waktu tiga bulan bagi pengurus terpilih untuk membuktikan komitmen dan memenuhi target yang telah dijanjikan.

“Kita beri waktu tiga bulan. Mereka harus bisa memenuhi seluruh janji dan target sebagai pimpinan partai di daerah,” tegasnya.

Ilham menambahkan, tantangan PPP menjelang pemilu tidak hanya soal meraih suara, tetapi juga memastikan partai lolos sebagai peserta pemilu.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh DPC segera melengkapi persyaratan administratif sesuai undang-undang, seperti keberadaan kantor PAC, jumlah kader, serta struktur organisasi yang lengkap dan siap diverifikasi.

Sebagai landasan kepemimpinan, DPW PPP Sulsel mengusung konsep “EARN” (timbal balik atas usaha, kerja keras, dan prestasi). Konsep ini, kata Ilham, menjadi pedoman dalam pengelolaan partai, termasuk dalam distribusi anggaran.

“Kita punya sumber anggaran seperti iuran fraksi dan dana bantuan politik. Pengelolaannya harus tepat sasaran, tidak pelit tapi juga tidak berlebihan. Harus ada titik tengah, yaitu berbasis kinerja atau EARN,” jelasnya.

Terkait dinamika pencalonan ketua DPC, Ilham menyebutkan bahwa keputusan akhir berada di tangan tim formatur. Bahkan, figur yang tidak mencalonkan diri bisa saja tetap diusulkan jika dinilai layak.

“Formatur yang akan mengesahkan. Bisa saja ada yang tidak ingin maju, tapi dari pandangan umum dianggap layak, tetap akan dipertimbangkan di DPW,” katanya.

Dari total 24 daerah di Sulsel, terdapat sekitar 20 calon ketua yang telah mengemuka. Namun, empat daerah yakni Toraja, Toraja Utara, Selayar, dan Maros membuka peluang bagi figur eksternal untuk memimpin. Sementara daerah lainnya masih memprioritaskan kader internal.

Dengan penguatan struktur ini, PPP Sulsel optimistis dapat memenuhi seluruh syarat kepesertaan pemilu sekaligus meningkatkan daya saing pada Pileg 2025.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru