Darmawangsyah Optimistis Stunting di Gowa Bisa Ditekan hingga 10 Persen

Rabu, 03 Jun 2026 16:28
Darmawangsyah Optimistis Stunting di Gowa Bisa Ditekan hingga 10 Persen
Wabup Gowa, Darmawangsyah Muin menyerahkan bantuan makanan bergizi yang nantinya diperuntukkan bagi keluarga berisiko stunting. Foto: Istimewa
Comment
Share
GOWA - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Gowa tidak akan berpuas diri meski berhasil meraih penghargaan nasional atas capaian penurunan angka kemiskinan dan stunting.

Penghargaan dari pemerintah pusat tersebut justru menjadi motivasi untuk terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, termasuk keluarga berisiko stunting, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Salah satu langkah yang terus dimassifkan adalah penyaluran paket makanan bergizi kepada kelompok sasaran tersebut.

Selama dua hari berturut-turut, Darmawangsyah yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa turun langsung membagikan bantuan kepada masyarakat. Setelah sebelumnya menyasar Kecamatan Bajeng, kali ini kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Pallangga, Rabu (3/6/2026).

Bertempat di Kantor Desa Bontoala, penyaluran bantuan turut melibatkan keluarga sasaran dari Desa Bontoala, Desa Jenetallasa, dan Desa Taeng. Sebanyak 200 paket makanan bergizi diserahkan kepada penerima manfaat.

Darmawangsyah yang didampingi Ketua TP PKK Gowa, Andi Tenri Indah Darmawangsyah, disambut antusias oleh ratusan warga yang telah hadir sejak pukul 08.00 Wita. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya harapan masyarakat terhadap program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga rentan.

Di hadapan warga, Darmawangsyah mengaku terkejut sekaligus terharu melihat masyarakat yang rela datang lebih awal. Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Gowa.

Ia juga mengapresiasi kerja kolaboratif pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga, serta berbagai pihak yang dinilai berhasil menekan jumlah kasus stunting di wilayah tersebut.

"Saya menerima laporan sebelumnya ada tujuh anak yang mengalami stunting di wilayah ini. Alhamdulillah, sekarang tersisa dua kasus. Ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya bisa terlihat dengan cepat. Kita harus terus menjaga dan memperkuat kolaborasi ini agar kasus yang tersisa juga bisa segera ditangani," ujar Darmawangsyah.

Ia menjelaskan, pemilihan tiga desa sebagai lokasi penyaluran bantuan didasarkan pada hasil pemetaan risiko stunting yang dilakukan pemerintah daerah. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan intervensi gizi tepat sasaran kepada keluarga yang paling membutuhkan.

Menurutnya, pemberian paket makanan bergizi bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kesehatan ibu dan anak sebagai kelompok yang paling rentan terhadap risiko stunting.

"Kami ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Karena itu kami meminta seluruh perangkat desa, aparat kecamatan, tenaga pendamping, dan penyuluh untuk terus memperbarui data sehingga program yang dijalankan tepat sasaran," katanya.

Dalam kesempatan itu, Darmawangsyah juga memberikan edukasi kepada warga mengenai stunting, mulai dari penyebab, dampak jangka panjang, hingga langkah-langkah pencegahannya. Ia menilai pemahaman masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, saat ini tengah menyiapkan program yang lebih luas untuk mendukung keluarga berisiko stunting di seluruh wilayah. Program tersebut direncanakan mencakup pemberian bantuan nutrisi secara berkala berupa telur, susu, dan vitamin kepada kelompok sasaran.

"Kalau seluruh elemen bergerak bersama, saya optimistis angka stunting di Gowa yang saat ini berada di kisaran 17 persen bisa kita tekan hingga 10 persen. Ini bukan pekerjaan pemerintah saja, tetapi gerakan bersama yang membutuhkan dukungan semua pihak," tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pelaksana program di lapangan agar mengedepankan prinsip keadilan dalam penyaluran bantuan. Menurutnya, bantuan gizi harus diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.

"Kita harus mendahulukan warga yang memang membutuhkan. Jangan sampai bantuan yang diperuntukkan bagi keluarga berisiko justru diterima oleh mereka yang sebenarnya sudah mampu. Fokus kita adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat rentan dapat terpenuhi," pesannya.

Sementara itu, Camat Pallangga, Muhammad Basir, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Wakil Bupati Gowa dan Ketua TP PKK Gowa kepada masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan daerah menunjukkan bahwa upaya penanganan stunting di Kabupaten Gowa tidak hanya dilakukan melalui kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

"Sejak pagi masyarakat sudah datang karena ingin bertemu langsung dengan Pak Wakil Bupati. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang sangat besar. Kami berharap bantuan dan perhatian yang diberikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat upaya penurunan stunting di Kecamatan Pallangga," ungkapnya.

Melalui program yang menyentuh langsung keluarga rentan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi target statistik, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan nyata terhadap kualitas hidup generasi masa depan daerah.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru