FK UMI Gelar Studium Generale, Siapkan S2 Biomedik dan Prodi Spesialis Baru
Sabtu, 06 Jun 2026 16:15
Suasana kegiatan Studium Generale di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Sabtu (6/6/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka rangkaian peringatan Milad ke-34 melalui kegiatan Studium Generale yang digelar di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (6/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar FK UMI terus berkembang dan mampu meningkatkan reputasinya hingga tingkat internasional.
"Harapan kita bahwa FK ini tidak hanya seperti apa yang ada sekarang ini, akreditasi unggul dan membuka prodi spesialis Obgyn. Kemudian akan menyusul lagi prodi spesialis yang sementara digagas, dan Strata 2 (S2) Biomedik. Ke depan kita berharap bahwa Fakultas Kedokteran akan menuju pada akreditasi internasional, karena kita sudah dua periode akreditasi unggul," ujarnya.
Menurut Prof Hambali, pihak universitas akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana untuk menunjang target tersebut.
"Bukan hanya nasional tapi global dalam rangka menunjang world class university, dan terutama pengembangan Fakultas Kedokteran yang berakreditasi internasional. Selamat, sukses pada jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran UMI. Dan terima kasih kepada yayasan yang selama ini memberi support, dan tentu kemitraan kami yang punya tanggung jawab sebagai pimpinan universitas," imbuhnya.
Dekan FK UMI, Dr dr Nasrudin Andi Mappaware, mengatakan Studium Generale menjadi pembuka seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-34 FK UMI.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sengaja menghadirkan para alumni yang kini menduduki posisi strategis di berbagai bidang untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa.
"Studi ini betul-betul sengaja meminta para alumni yang saat ini sementara menduduki posisi yang sangat strategis. Tujuannya adalah memberi inspirasi kepada mahasiswa dan alumni, bahwa kita sekarang sudah betul-betul punya peran yang besar, tidak hanya dalam pendidikan kedokteran dan juga pelayanan kesehatan," jelasnya.
Menurut Nasrudin, alumni FK UMI telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga institusi TNI dan Polri.
"Ada juga TNI-Polri dan yang lain. Hampir sekitar 30 alumni kita yang sementara menjadi direktur di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, kemudian kepala dinas, ketua IDI, di berbagai provinsi di Indonesia ini," sebutnya.
Selain itu, FK UMI juga terus melakukan pengembangan program akademik. Dalam waktu dekat, fakultas tersebut menargetkan pembukaan Program Magister (S2) Biomedik serta sejumlah program pendidikan dokter spesialis baru.
"Kita berharap ini menjadi cikal bakal ke depan menjadi S3 Kedokteran, Insyaallah. Kedua adalah spesialis tambahan. Setelah sudah ada spesialis Obgyn, kami akan membuka lagi spesialis Bedah, Anestesiologi, Radiologi, dan Mata," harapnya.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan FK UMI yang saat ini telah meraih akreditasi Unggul dan menjadi salah satu program studi favorit.
"Apalagi sudah mendapat akreditasi Unggul, tentu kami berharap akan terus membenahi diri. Dan kami dari yayasan, Insyaallah akan terus-menerus membantu apa pun kegiatannya, pengembangan SDM-nya. Itu kami utus lagi beberapa dokter untuk mengambil S3, dan itu memang betul-betul sepenuhnya dibiayai oleh Fakultas Kedokteran," tuturnya.
Ia juga menilai reputasi FK UMI semakin kuat karena dipercaya menjadi mitra pembinaan bagi sejumlah perguruan tinggi yang mengembangkan fakultas kedokteran.
"Unesa itu dengan bimbingan dari Fakultas Kedokteran UMI. Jadi, saya pikir ini, UMI sudah banyak sekali Fakultas Kedokteran mendapatkan suatu kebanggaan-kebanggaan dan dapat betul-betul memperlihatkan luar biasa kepercayaan, bukan hanya masyarakat umum, tapi juga universitas-universitas yang ingin sekali menggandeng Kedokteran UMI dan dibimbing oleh UMI," paparnya.
Menurut Prof Masrurah, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada FK UMI untuk membuka program pendidikan dokter spesialis menjadi pencapaian yang membanggakan.
"Tapi sekarang UMI, kita dorong semua. Ada spesialis, yang terbuka sekarang, yang luar biasa. Itu merupakan kebanggaan bagi kami yayasan, dan insyaallah kami terus-menerus memberikan dorongan. Apa pun itu bentuknya, dan kami siap untuk membantu secara finansial," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, berharap FK UMI dapat terus meningkatkan kualitasnya dan mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional.
"Harapan kami ke depan, semoga Fakultas Kedokteran UMI dapat terus ditingkatkan kinerjanya, utamanya dalam mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional. Hal ini sejalan dengan program UMI secara menyeluruh yang mencanangkan diri menuju world class university," terangnya.
Ia menegaskan Yayasan Wakaf UMI akan terus mendukung pengembangan fakultas melalui pendanaan, penyediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Termasuk di antaranya adalah dengan mendorong para dosen di Fakultas Kedokteran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 (doktor). Sekali lagi, selamat Milad yang ke-34 untuk Fakultas Kedokteran UMI. Semoga sukses selalu dan terus memberikan dampak yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Mansyur Ramly juga mengenang perjalanan berdirinya Fakultas Kedokteran UMI. Ia mengungkapkan bahwa saat menjabat sebagai Wakil Rektor I UMI pada 1986, dirinya mendapat amanah memimpin tim pembukaan empat fakultas baru.
"Adapun keempat fakultas yang dipersiapkan kala itu meliputi Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik Industri, dan Fakultas Kedokteran. Namun qadarullah, pada tahun 1987 SK (Surat Keputusan) untuk tiga fakultas sudah terbit, yaitu Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Teknik Industri. Sementara itu, untuk Fakultas Kedokteran tidak terbit. Mengapa? ternyata pada masa itu sedang ada kebijakan moratorium," ungkapnya.
Menurutnya, pembukaan FK UMI sempat terhambat akibat kebijakan moratorium pendirian fakultas kedokteran. Namun enam tahun kemudian, tepatnya pada 8 Juni 1992, izin pembukaan FK UMI akhirnya terbit.
"Tetapi akhirnya, enam tahun kemudian pada tahun 1992, atas petunjuk dan izin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan kesempatan, di tengah keadaan moratorium tersebut alhamdulillah pada tanggal 8 Juni 1992 terbitlah SK pembukaan Fakultas Kedokteran UMI. Mengapa hal itu bisa terjadi? Itu adalah rahmat dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di tengah masa moratorium," ungkapnya.
Prof Mansyur menilai perjalanan tersebut menjadi bukti pentingnya ikhtiar dan nilai spiritual dalam pengembangan institusi pendidikan.
"Dalam keadaan yang tidak memungkinkan, sesuatu bisa menjadi mungkin karena qadarullah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mudah-mudahan semangat ini bisa terus berlanjut ke depan, sehingga UMI dapat selalu menerobos hal-hal yang dipandang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin. Selamat untuk Fakultas Kedokteran UMI yang memasuki umur ke-34 tahun," pungkasnya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar FK UMI terus berkembang dan mampu meningkatkan reputasinya hingga tingkat internasional.
"Harapan kita bahwa FK ini tidak hanya seperti apa yang ada sekarang ini, akreditasi unggul dan membuka prodi spesialis Obgyn. Kemudian akan menyusul lagi prodi spesialis yang sementara digagas, dan Strata 2 (S2) Biomedik. Ke depan kita berharap bahwa Fakultas Kedokteran akan menuju pada akreditasi internasional, karena kita sudah dua periode akreditasi unggul," ujarnya.
Menurut Prof Hambali, pihak universitas akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana untuk menunjang target tersebut.
"Bukan hanya nasional tapi global dalam rangka menunjang world class university, dan terutama pengembangan Fakultas Kedokteran yang berakreditasi internasional. Selamat, sukses pada jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran UMI. Dan terima kasih kepada yayasan yang selama ini memberi support, dan tentu kemitraan kami yang punya tanggung jawab sebagai pimpinan universitas," imbuhnya.
Dekan FK UMI, Dr dr Nasrudin Andi Mappaware, mengatakan Studium Generale menjadi pembuka seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-34 FK UMI.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut sengaja menghadirkan para alumni yang kini menduduki posisi strategis di berbagai bidang untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa.
"Studi ini betul-betul sengaja meminta para alumni yang saat ini sementara menduduki posisi yang sangat strategis. Tujuannya adalah memberi inspirasi kepada mahasiswa dan alumni, bahwa kita sekarang sudah betul-betul punya peran yang besar, tidak hanya dalam pendidikan kedokteran dan juga pelayanan kesehatan," jelasnya.
Menurut Nasrudin, alumni FK UMI telah berkiprah di berbagai sektor, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga institusi TNI dan Polri.
"Ada juga TNI-Polri dan yang lain. Hampir sekitar 30 alumni kita yang sementara menjadi direktur di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, kemudian kepala dinas, ketua IDI, di berbagai provinsi di Indonesia ini," sebutnya.
Selain itu, FK UMI juga terus melakukan pengembangan program akademik. Dalam waktu dekat, fakultas tersebut menargetkan pembukaan Program Magister (S2) Biomedik serta sejumlah program pendidikan dokter spesialis baru.
"Kita berharap ini menjadi cikal bakal ke depan menjadi S3 Kedokteran, Insyaallah. Kedua adalah spesialis tambahan. Setelah sudah ada spesialis Obgyn, kami akan membuka lagi spesialis Bedah, Anestesiologi, Radiologi, dan Mata," harapnya.
Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI, Prof Masrurah Mokhtar, menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan FK UMI yang saat ini telah meraih akreditasi Unggul dan menjadi salah satu program studi favorit.
"Apalagi sudah mendapat akreditasi Unggul, tentu kami berharap akan terus membenahi diri. Dan kami dari yayasan, Insyaallah akan terus-menerus membantu apa pun kegiatannya, pengembangan SDM-nya. Itu kami utus lagi beberapa dokter untuk mengambil S3, dan itu memang betul-betul sepenuhnya dibiayai oleh Fakultas Kedokteran," tuturnya.
Ia juga menilai reputasi FK UMI semakin kuat karena dipercaya menjadi mitra pembinaan bagi sejumlah perguruan tinggi yang mengembangkan fakultas kedokteran.
"Unesa itu dengan bimbingan dari Fakultas Kedokteran UMI. Jadi, saya pikir ini, UMI sudah banyak sekali Fakultas Kedokteran mendapatkan suatu kebanggaan-kebanggaan dan dapat betul-betul memperlihatkan luar biasa kepercayaan, bukan hanya masyarakat umum, tapi juga universitas-universitas yang ingin sekali menggandeng Kedokteran UMI dan dibimbing oleh UMI," paparnya.
Menurut Prof Masrurah, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada FK UMI untuk membuka program pendidikan dokter spesialis menjadi pencapaian yang membanggakan.
"Tapi sekarang UMI, kita dorong semua. Ada spesialis, yang terbuka sekarang, yang luar biasa. Itu merupakan kebanggaan bagi kami yayasan, dan insyaallah kami terus-menerus memberikan dorongan. Apa pun itu bentuknya, dan kami siap untuk membantu secara finansial," tutupnya.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Mansyur Ramly, berharap FK UMI dapat terus meningkatkan kualitasnya dan mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional.
"Harapan kami ke depan, semoga Fakultas Kedokteran UMI dapat terus ditingkatkan kinerjanya, utamanya dalam mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional. Hal ini sejalan dengan program UMI secara menyeluruh yang mencanangkan diri menuju world class university," terangnya.
Ia menegaskan Yayasan Wakaf UMI akan terus mendukung pengembangan fakultas melalui pendanaan, penyediaan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Termasuk di antaranya adalah dengan mendorong para dosen di Fakultas Kedokteran untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 (doktor). Sekali lagi, selamat Milad yang ke-34 untuk Fakultas Kedokteran UMI. Semoga sukses selalu dan terus memberikan dampak yang besar bagi kemajuan bangsa dan negara," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Mansyur Ramly juga mengenang perjalanan berdirinya Fakultas Kedokteran UMI. Ia mengungkapkan bahwa saat menjabat sebagai Wakil Rektor I UMI pada 1986, dirinya mendapat amanah memimpin tim pembukaan empat fakultas baru.
"Adapun keempat fakultas yang dipersiapkan kala itu meliputi Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, Fakultas Teknik Industri, dan Fakultas Kedokteran. Namun qadarullah, pada tahun 1987 SK (Surat Keputusan) untuk tiga fakultas sudah terbit, yaitu Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Teknik Industri. Sementara itu, untuk Fakultas Kedokteran tidak terbit. Mengapa? ternyata pada masa itu sedang ada kebijakan moratorium," ungkapnya.
Menurutnya, pembukaan FK UMI sempat terhambat akibat kebijakan moratorium pendirian fakultas kedokteran. Namun enam tahun kemudian, tepatnya pada 8 Juni 1992, izin pembukaan FK UMI akhirnya terbit.
"Tetapi akhirnya, enam tahun kemudian pada tahun 1992, atas petunjuk dan izin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala yang memberikan kesempatan, di tengah keadaan moratorium tersebut alhamdulillah pada tanggal 8 Juni 1992 terbitlah SK pembukaan Fakultas Kedokteran UMI. Mengapa hal itu bisa terjadi? Itu adalah rahmat dan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta'ala di tengah masa moratorium," ungkapnya.
Prof Mansyur menilai perjalanan tersebut menjadi bukti pentingnya ikhtiar dan nilai spiritual dalam pengembangan institusi pendidikan.
"Dalam keadaan yang tidak memungkinkan, sesuatu bisa menjadi mungkin karena qadarullah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Mudah-mudahan semangat ini bisa terus berlanjut ke depan, sehingga UMI dapat selalu menerobos hal-hal yang dipandang tidak mungkin menjadi sesuatu yang mungkin. Selamat untuk Fakultas Kedokteran UMI yang memasuki umur ke-34 tahun," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
UMI Masuk 5 Besar Kampus dengan Jurnal Terbanyak di GARUDA 2026
Universitas Muslim Indonesia (UMI) mencatatkan capaian akademik baru dengan masuk dalam lima besar perguruan tinggi di Kota Makassar yang memiliki jumlah jurnal ilmiah terbanyak berdasarkan data resmi GARUDA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Tahun 2026.
Jum'at, 05 Jun 2026 23:34
Sulsel
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis
Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan menggelar rangkaian peringatan Milad ke-34 pada 6-8 Juni 2026. Mengusung tema "Berdampak", perayaan tahun ini menjadi momentum bagi FK UMI untuk memperkuat pengembangan institusi, termasuk menargetkan akreditasi internasional dan ekspansi program studi.
Jum'at, 05 Jun 2026 09:12
Sulsel
Sambut Milad ke-72 dan Konferensi Internasional, PPs UMI Kibarkan Bendera ASEAN
Program Pascasarjana UMI memulai rangkaian awal Internasional Conference on Sustainable Development and Its Impact in Asian and Global Context, Kamis (4/6/2026).
Kamis, 04 Jun 2026 12:33
Sulsel
FSIKP UMI dan Balai Bahasa Sulsel Perkuat Kerja Sama Pengembangan Literasi
Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI bersama Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menjajaki penguatan kerja sama di bidang kebahasaan, sastra, dan literasi.
Selasa, 02 Jun 2026 19:44
News
Muhsin Palinrungi, Direktur Ekrap IKN Pimpin IKA FSIKP UMI
Dr Muhsin Palinrungi resmi terpilih sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) periode 2026–2031.
Minggu, 31 Mei 2026 18:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi
2
Adira Expo Hadir di Takalar, Bantu Wujudkan Liburan & Kebutuhan Keluarga
3
Bupati Husniah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Gowa
4
PIP Makassar Hibahkan Aset 8.188 Meter Persegi untuk Pengembangan Stadion Untia
5
Kejurnas Kempo Rektor Unhas Cup XVIII 2026 Bakal Diikuti 402 Peserta dari 13 Provinsi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Beri Beasiswa ke Tiongkok, INTI Dorong Cathlyn & Meivy Terus Berkarya-Raih Mimpi
2
Adira Expo Hadir di Takalar, Bantu Wujudkan Liburan & Kebutuhan Keluarga
3
Bupati Husniah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Gowa
4
PIP Makassar Hibahkan Aset 8.188 Meter Persegi untuk Pengembangan Stadion Untia
5
Kejurnas Kempo Rektor Unhas Cup XVIII 2026 Bakal Diikuti 402 Peserta dari 13 Provinsi