Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG

Rabu, 23 Sep 2026 09:08
Inflasi Lutim Turun ke 2,34 Persen, Pemkab Klaim Berhasil Jaga Distribusi BBM dan LPG
Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi.
Comment
Share
LUWU TIMUR - Inflasi tahunan (year on year) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tercatat 2,34 persen per Agustus 2026, sementara secara bulanan (month to month) daerah ini justru mengalami deflasi 0,43 persen.

Data itu dipaparkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan Zona V di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Selasa (22/09/26) kemarin.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Luwu Timur, Andi Juana Fachruddin, yang mewakili Bupati Irwan Bachri Syam dalam forum tersebut, mengklaim capaian itu tidak lepas dari penerapan strategi 4K serta koordinasi dengan instansi vertikal.

"Untuk memastikan akses kebutuhan dasar masyarakat, khususnya energi, tetap terpenuhi, Bapak Bupati Luwu Timur ikut terjun langsung memantau kelancaran distribusi BBM bersama Satgas Pemantauan BBM," kata Andi Juana.

Ia menambahkan, Pemkab Luwu Timur juga membatasi konsumsi LPG bersubsidi di kalangan aparatur agar penyalurannya lebih tepat sasaran.

"ASN dan pegawai PT Vale Indonesia diinstruksikan untuk tidak menggunakan tabung LPG 3 kilogram. Langkah ini dilakukan agar LPG bersubsidi dapat lebih diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak dan membutuhkan," ujarnya.

HLM Zona V dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, yang meminta seluruh kepala daerah bertindak lebih cepat merespons gejolak harga.

"Kepala daerah harus berani mengambil tindakan agar masyarakat tidak kesusahan. Harus ada early warning atau proteksi dini. Jangan menunggu harga naik dan masyarakat berteriak baru bertindak. Gunakan dana BKK, jangan takut karena itu diperbolehkan," kata Jufri Rahman.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Firman Hidayat, memaparkan kondisi inflasi di Zona V yang mencakup Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kota Palopo.

Ia menekankan pentingnya evaluasi kinerja TPID di masing-masing daerah sebagai bagian dari penguatan pengendalian inflasi.

Forum yang turut dihadiri Bupati Tana Toraja dan Bupati Toraja Utara ini menjadi ajang koordinasi lintas daerah untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Asisten II Luwu Timur dalam kesempatan itu didampingi perwakilan Bagian Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, Perindustrian dan UKM.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru