Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa

Kamis, 24 Sep 2026 19:52
Jelang Verifikasi STBM Award 2026, Pemkab Lutim Matangkan Kesiapan di Tingkat Desa
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mematangkan kesiapan menjelang verifikasi lapangan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2026 yang akan dilakukan Tim Kementerian Kesehatan RI.

Persiapan dibahas dalam rapat pemantapan yang digelar Dinas Kesehatan Lutim di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Kamis (24/9/26).

Rapat merujuk pada surat Kementerian Kesehatan Nomor KL.01.04/C.VI/2323/2026 perihal Verifikasi Lapangan STBM Award 2026.

Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Luwu Timur Puspawati Husler, dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Lutim Alimuddin Bachtiar, jajaran organisasi perangkat daerah terkait, camat, kepala puskesmas, kepala sekolah, hingga kepala desa.

Puspawati menegaskan STBM bukan sekadar target penilaian, melainkan bagian dari upaya jangka panjang membentuk perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

"Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita menghadapi verifikasi, tetapi bagaimana kebiasaan hidup bersih dan sehat ini benar-benar menjadi budaya di masyarakat," kata Puspawati saat memimpin rapat.

Ia meminta seluruh camat dan kepala desa memastikan indikator STBM di wilayah masing-masing sudah dipersiapkan, disertai pembinaan berkelanjutan ke masyarakat.

Sementara itu, Alimuddin Bachtiar meminta persiapan dilakukan menyeluruh, termasuk hal-hal teknis di lapangan seperti penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Untuk penerima MBG, makanan jangan diletakkan di lantai, tetapi di atas meja. Hal-hal sederhana seperti ini juga perlu menjadi perhatian bersama," ujar Alimuddin.

Alimuddin juga mendorong warga mengolah sampah organik menjadi kompos, serta meminta pemerintah desa memperkuat sosialisasi lewat pemasangan umbul-umbul dan spanduk STBM di kantor desa.

Ia menambahkan, pembinaan rumah tangga harus berjalan konsisten agar praktik sanitasi tidak berhenti pada seremoni semata.

"Yang kita harapkan adalah perubahan perilaku. Karena itu, pembinaan ke rumah tangga harus terus berjalan dan dilakukan secara konsisten," tambah Alimuddin.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru