Pemkab Gowa Dukung Pembinaan Bela Negara Pelajar

Jum'at, 23 Okt 2026 17:35
Pemkab Gowa Dukung Pembinaan Bela Negara Pelajar
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter menghadiri Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI). Foto: SINDO Makassar/Herni Amir
Comment
Share
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendukung Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun Anggaran 2026 untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri pembukaan kegiatan di Rindam XIV/Hasanuddin, Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Jumat (23/10).

Andy Azis mengatakan, pendidikan dan pelatihan bela negara menjadi salah satu upaya membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme serta komitmen terhadap bangsa dan negara. Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelajar tingkat SMA/SMK di Kabupaten Gowa.

“Pemerintah Kabupaten Gowa berharap anak-anak kita, khususnya siswa-siswi tingkat SMA/SMK, dapat memperoleh pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan cita-cita bangsa dan negara” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Kita berharap dari Gowa akan lahir generasi-generasi bangsa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan pemerintah daerah, sekolah, guru, dan orang tua. Sinergi tersebut diperlukan untuk mendorong pelajar mengembangkan potensi diri, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab.

“Kami berharap para orang tua siswa, guru, dan seluruh pihak terkait dapat memberikan motivasi serta dukungan kepada siswa-siswi untuk mengikuti dan mendukung program pendidikan dan pelatihan kader bela negara ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan, termasuk pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi informasi.

Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan manfaat, tetapi perlu dimanfaatkan secara bijak agar tidak mengganggu proses belajar, hubungan sosial, dan persiapan masa depan pelajar.

“Teknologi dan AI memberikan dampak positif, tetapi kita juga harus mewaspadai dampak negatifnya. Jangan sampai anak-anak kita terlena, lupa belajar, lupa kepada orang tua, keluarga, dan teman, bahkan melupakan masa depan mereka sendiri serta masa depan bangsa dan negara,” tegasnya.

Selain perkembangan teknologi, ia menyoroti tantangan berupa keterlibatan pelajar dalam aksi kekerasan, kerusuhan, maupun aktivitas kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban dan membahayakan masa depan mereka.

Melalui latihan kader bela negara, para pelajar diharapkan memiliki ketahanan diri, budi pekerti luhur, kedisiplinan, serta mampu mempertahankan jati diri sebagai bangsa Indonesia di tengah perkembangan teknologi dan perubahan budaya.

“Tugas utama pelajar adalah belajar, Anak-anak sekolah harus fokus belajar, belajar, dan belajar. Mereka harus patuh kepada orang tua dan guru serta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Kita ingin mereka menjadi generasi yang tangguh, memiliki karakter, dan mampu menjaga jati diri bangsa,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat membentuk pelajar yang disiplin, berintegritas, mencintai tanah air, serta bijak memanfaatkan teknologi agar siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Pelaksanaan Latihan Kader Bela Negara KKRI Tahun Anggaran 2026 ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Pertahanan, jajaran TNI, dan Pemkab Gowa dalam memperkuat pembinaan karakter serta wawasan kebangsaan. Pesertanya merupakan perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru