Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN

Jum'at, 30 Okt 2026 16:55
Puluhan Siswa SMP-SMA SIT Darul Fikri Ikuti Simulasi Sidang PBB di DAFI-MUN
Suasana DAFI-MUN di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Jumat (30/10/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri (Dafi) Makassar menggelar ajang Model United Nations (DAFI-MUN) 2026 di Aula Sakinah SIT Dafi Makassar, Jalan Meranti, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Bulan Bahasa ini menghadirkan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Ketua Panitia DAFI-MUN 2026, Zahwa Nafishaila Pradana, menjelaskan bahwa ajang ini berfokus pada pembahasan isu-isu internasional strategis. Dalam pelaksanaannya, para peserta tergabung dalam sejumlah dewan.

"Untuk MUN sendiri, singkatnya adalah kita seperti simulasi PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Di sini, kita membahas topik-topik internasional di dalam beberapa dewan, yang sedang kami bahas saat ini ada di dewan UNICEF, yang membahas mengenai AI untuk pendidikan dan perlindungan data privasi untuk siswa," jelasnya.

Zahwa mengatakan bahwa pihak panitia telah memberikan pelatihan kepada para peserta melalui lima kali pertemuan yang digelar sejak September lalu.

"Dalam pertemuan tersebut, kami membahas mulai dari apa itu MUN sebenarnya, bagaimana cara berpidato (speech), cara membuat position paper, cara membuat working paper, penyusunan solusi, hingga seperti apa alurnya," paparnya.

Mahasiswi Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin itu mengungkapkan bahwa panitia membutuhkan waktu persiapan sekitar satu hingga dua bulan untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Selain itu, Zahwa membeberkan bahwa kegiatan tersebut merupakan kali pertama bagi pihak Unhas yang berkolaborasi dengan pihak SIT Darul Fikri dalam menyelenggarakan simulasi sidang PBB.

Meskipun memiliki kemiripan format dengan lomba debat, kata dia, DAFI-MUN lebih mengedepankan aspek diplomasi, negosiasi, dan kolaborasi antar-delegasi negara.

"Kami lebih memfokuskan pada bagaimana caranya peserta berdiskusi, bernegosiasi, berdelegasi, serta menghasilkan suatu resolusi untuk menyelesaikan suatu isu atau permasalahan," kata Zahwa kepada SINDO Makassar.

Zahwa menambahkan, para delegasi negara dalam kegiatan ini nantinya akan berkumpul dan membentuk blok-blok dalam persidangan tersebut.

"Setelah itu, mereka berdiskusi untuk menentukan solusi terbaik, lalu melakukan pemungutan suara (voting). Solusi dengan suara terbanyaklah yang akan menjadi resolusi dalam konferensi kali ini," tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong para pelajar dari tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi untuk terus aktif di dunia MUN di masa yang akan datang.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini mereka bisa terdorong untuk meneruskan jejak di dunia MUN. Jujur, MUN itu seru sekali. Banyak pengalaman dan pengetahuan mengenai isu global yang bisa didapatkan. Harapannya, mereka bisa menjadi lebih terbuka dalam memandang dunia," harap Zahwa.

Sebagai informasi, peserta kegiatan tersebut berasal dari tingkat SMP kelas 7 hingga SMA kelas 12, dengan total mencapai 28 orang.

Adapun rincian 28 peserta yang mengikuti kegiatan ini, di antaranya untuk tngkat SMP sebanyak 10 peserta (Kelas VII: 2 orang, Kelas VIII: 5 orang, dan Kelas IX: 3 orang) dan tingkat SMA, sebanyak 18 peserta (Kelas X: 7 orang, Kelas XI: 6 orang, dan Kelas XII: 5 orang).
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru