Gowa Jalani Verifikasi Lapangan PUG, Bidik APE 2026
Selasa, 03 Nov 2026 14:57
Suasana verifikasi lapangan Pengarusutamaan Gender (PUG) oleh Tim Verifikator Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI. Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa mulai menjalani verifikasi lapangan Pengarusutamaan Gender (PUG) oleh Tim Verifikator Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Senin (2/11/2026).
Dalam tahapan tersebut, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin berharap daerahnya kembali meraih penghargaan APE pada 2026. Ia menyebut verifikasi lapangan menjadi momentum untuk menunjukkan pelaksanaan kebijakan kesetaraan gender, sekaligus memperoleh masukan bagi perbaikan program pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Gowa memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap keadilan dan kesetaraan gender,” ujarnya.
Darmawangsyah menjelaskan, strategi PUG telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga rencana kerja setiap perangkat daerah melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).
Pemerintah daerah juga terus memperkuat regulasi, alokasi anggaran responsif gender, penyediaan data terpilah, serta inovasi pelayanan publik yang ramah gender dan anak.
“Melalui momentum verifikasi lapangan ini, kami tidak hanya ingin menunjukkan dokumen di atas meja, tetapi kami ingin memperlihatkan realitas dan dampak nyata di lapangan,” katanya.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah dan anggota Pokja PUG memberikan data secara jelas, membuka akses informasi secara transparan, serta mendampingi tim verifikator selama proses penilaian.
“Semoga ikhtiar bersama ini juga mampu mengantarkan Kabupaten Gowa untuk kembali meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE),” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, memaparkan pelaksanaan PUG yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah 2025–2030, yakni “Bersama Menuju Gowa yang Lebih Maju dan Berkelanjutan”.
Menurutnya, kebijakan PUG diarahkan untuk meningkatkan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak. Implementasinya dilakukan melalui penguatan regulasi, integrasi perspektif gender dalam kebijakan dan program, serta pengembangan layanan inklusif.
“Pengarusutamaan gender merupakan salah satu fokus titik berat pembangunan di Kabupaten Gowa,” ujar Andy Azis.
Ia menyebutkan, Kabupaten Gowa memiliki 7.842 aparatur sipil negara (ASN), terdiri atas 4.430 perempuan atau 57 persen dan 3.412 laki-laki atau 43 persen. Sementara dari 45 anggota DPRD Gowa, terdapat 13 perempuan dan 32 laki-laki.
Selain itu, enam perempuan menduduki jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau eselon II, sedangkan 68 perempuan berada pada jabatan eselon III. Adapun anggaran yang mendukung pelaksanaan PUG pada 2025 tercatat sebesar Rp2,7 miliar.
Pelaksanaan PUG juga didukung sejumlah program lintas sektor. Di bidang kesehatan, misalnya, Dinas Kesehatan menerapkan data terpilah berdasarkan jenis kelamin pada layanan pendaftaran pasien dan sejumlah program puskesmas. Salah satu inovasinya adalah Si Jempol Mantap, yakni layanan menjemput, menolong, dan mengantar pulang pasien gawat darurat, termasuk ibu bersalin.
Di bidang perlindungan perempuan dan anak, Pemkab Gowa menyediakan layanan konsultasi, pengaduan, pendampingan, dan rujukan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Pemerintah daerah juga mengembangkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta Ruang Bersama Indonesia.
Sementara itu, inovasi Gassing Nganre dikembangkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi bagi baduta dan ibu hamil dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah.
“Berdasarkan materi evaluasi, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa yang berada pada angka 33 persen pada 2022 berhasil ditekan menjadi 17 persen pada 2024. Inovasi tersebut mendukung Asta Cita keempat melalui penguatan pembangunan sumber daya manusia di bidang kesehatan,” sebutnya.
Andy Azis menambahkan, pelaksanaan PUG turut melibatkan organisasi perempuan dan jejaring masyarakat, seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit KCK, Bhayangkari, Muslimat NU, Aisyiyah, PUSPA, hingga Forum Anak Hasanuddin Tamalajua.
Melalui verifikasi lapangan tersebut, Pemkab Gowa berkomitmen menindaklanjuti masukan tim verifikator dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, melengkapi dokumen pendukung, meningkatkan kualitas data terpilah, serta memperluas implementasi PUG hingga tingkat desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa Kawaidah Alham, Ketua DWP Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis, pimpinan perangkat daerah terkait, serta sejumlah organisasi perempuan.
Dalam tahapan tersebut, Bupati Gowa Darmawangsyah Muin berharap daerahnya kembali meraih penghargaan APE pada 2026. Ia menyebut verifikasi lapangan menjadi momentum untuk menunjukkan pelaksanaan kebijakan kesetaraan gender, sekaligus memperoleh masukan bagi perbaikan program pemerintah daerah.
“Pemerintah Kabupaten Gowa memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap keadilan dan kesetaraan gender,” ujarnya.
Darmawangsyah menjelaskan, strategi PUG telah diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) hingga rencana kerja setiap perangkat daerah melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG).
Pemerintah daerah juga terus memperkuat regulasi, alokasi anggaran responsif gender, penyediaan data terpilah, serta inovasi pelayanan publik yang ramah gender dan anak.
“Melalui momentum verifikasi lapangan ini, kami tidak hanya ingin menunjukkan dokumen di atas meja, tetapi kami ingin memperlihatkan realitas dan dampak nyata di lapangan,” katanya.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah dan anggota Pokja PUG memberikan data secara jelas, membuka akses informasi secara transparan, serta mendampingi tim verifikator selama proses penilaian.
“Semoga ikhtiar bersama ini juga mampu mengantarkan Kabupaten Gowa untuk kembali meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE),” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, memaparkan pelaksanaan PUG yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah 2025–2030, yakni “Bersama Menuju Gowa yang Lebih Maju dan Berkelanjutan”.
Menurutnya, kebijakan PUG diarahkan untuk meningkatkan kesetaraan gender serta perlindungan perempuan dan anak. Implementasinya dilakukan melalui penguatan regulasi, integrasi perspektif gender dalam kebijakan dan program, serta pengembangan layanan inklusif.
“Pengarusutamaan gender merupakan salah satu fokus titik berat pembangunan di Kabupaten Gowa,” ujar Andy Azis.
Ia menyebutkan, Kabupaten Gowa memiliki 7.842 aparatur sipil negara (ASN), terdiri atas 4.430 perempuan atau 57 persen dan 3.412 laki-laki atau 43 persen. Sementara dari 45 anggota DPRD Gowa, terdapat 13 perempuan dan 32 laki-laki.
Selain itu, enam perempuan menduduki jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) atau eselon II, sedangkan 68 perempuan berada pada jabatan eselon III. Adapun anggaran yang mendukung pelaksanaan PUG pada 2025 tercatat sebesar Rp2,7 miliar.
Pelaksanaan PUG juga didukung sejumlah program lintas sektor. Di bidang kesehatan, misalnya, Dinas Kesehatan menerapkan data terpilah berdasarkan jenis kelamin pada layanan pendaftaran pasien dan sejumlah program puskesmas. Salah satu inovasinya adalah Si Jempol Mantap, yakni layanan menjemput, menolong, dan mengantar pulang pasien gawat darurat, termasuk ibu bersalin.
Di bidang perlindungan perempuan dan anak, Pemkab Gowa menyediakan layanan konsultasi, pengaduan, pendampingan, dan rujukan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak. Pemerintah daerah juga mengembangkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak serta Ruang Bersama Indonesia.
Sementara itu, inovasi Gassing Nganre dikembangkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui pemberian makanan bergizi bagi baduta dan ibu hamil dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah.
“Berdasarkan materi evaluasi, prevalensi stunting di Kabupaten Gowa yang berada pada angka 33 persen pada 2022 berhasil ditekan menjadi 17 persen pada 2024. Inovasi tersebut mendukung Asta Cita keempat melalui penguatan pembangunan sumber daya manusia di bidang kesehatan,” sebutnya.
Andy Azis menambahkan, pelaksanaan PUG turut melibatkan organisasi perempuan dan jejaring masyarakat, seperti Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, Persit KCK, Bhayangkari, Muslimat NU, Aisyiyah, PUSPA, hingga Forum Anak Hasanuddin Tamalajua.
Melalui verifikasi lapangan tersebut, Pemkab Gowa berkomitmen menindaklanjuti masukan tim verifikator dengan memperkuat koordinasi lintas sektor, melengkapi dokumen pendukung, meningkatkan kualitas data terpilah, serta memperluas implementasi PUG hingga tingkat desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa Kawaidah Alham, Ketua DWP Kabupaten Gowa Suryanti Andy Azis, pimpinan perangkat daerah terkait, serta sejumlah organisasi perempuan.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Andi Tenri Dorong Posyandu Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gowa, Andi Tenri Indah, mendorong kader Posyandu memperkuat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Minggu, 01 Nov 2026 16:46
Sports
Sekda Gowa Ajak Masyarakat Pattallassang Hidup Sehat dengan Aktif Bergerak
Sekda Kabupaten Gowa sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, melepas peserta Jalan Sehat Anti Mager Karang Taruna Desa Timbuseng di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang.
Minggu, 01 Nov 2026 16:33
Sulsel
Pemkab Gowa Dorong Kolaborasi Percepat Pembangunan Desa
Pemerintah Kabupaten Gowa mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 untuk mempercepat pembangunan desa melalui kolaborasi TNI, pemerintah, dan masyarakat.
Kamis, 29 Okt 2026 20:19
News
Menjemput Takdir Sejarah di Tanah Bersejarah
Begitulah Darmawangsyah Muin, yang akrab disingkat DM, menjemput takdir politiknya di tanah bersejarah, Gowa. Pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman melantiknya sebagai Bupati Gowa ke-12.
Kamis, 29 Okt 2026 13:53
News
Darmawangsyah Prioritas Pelunasan Utang Daerah hingga Pembangunan
Penyelesaian utang daerah, pemenuhan hak aparatur, dan percepatan anggaran pembangunan menjadi prioritas Darmawangsyah Muin setelah resmi dilantik sebagai Bupati Gowa sisa masa jabatan 2025–2030.
Kamis, 29 Okt 2026 08:15
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
2
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Aksi Sosial hingga Touring Meriahkan Anniversary ke-6 HAI Gowa
5
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Situju
2
Supriansa Titip Tiga Pesan untuk Ketua Golkar Maros Terpilih Andi Patarai Amir
3
Sambut HUT ke-419 Makassar, DPPPA Siapkan Festival Perempuan dan Anak
4
Aksi Sosial hingga Touring Meriahkan Anniversary ke-6 HAI Gowa
5
Andi Patarai Amir Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Maros