Pertamina Sulawesi Gelar Pelatihan Keuangan untuk UMKM Peternak Binaan
Rabu, 10 Sep 2025 14:23
Pertamina Patra Niaga Sulawesi, melalui AFT Hasanuddin, memperkuat kapasitas kelompok binaannya melalui program CSR Agrokompleks Hasanuddin berupa pelatihan pencatatan keuangan. Foto/IST
MAKASSAR - Pertamina Patra Niaga Sulawesi, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin, terus memperkuat kapasitas kelompok binaannya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Agrokompleks Hasanuddin.
Program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis peternakan, tetapi juga mengajarkan keterampilan penting seperti manajemen usaha dan literasi keuangan.
Setelah sebelumnya fokus pada penguatan teknis peternakan, AFT Hasanuddin kini menyelenggarakan pelatihan pencatatan keuangan bagi dua UMKM binaan CSR Agrokompleks Hasanuddin, yaitu Kelompok Laleng Kessie (penghasil telur bebek) dan Kelompok Adatongeng (pengembang usaha ayam ras pedaging).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan para peternak agar mampu mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Pelatihan ini semakin menarik karena turut melibatkan anak-anak dan cucu para anggota binaan dalam berbagai aktivitas edukatif seperti dongeng inspiratif, lomba mewarnai, dan permainan kreatif. Kolaborasi dengan komunitas lokal, terutama relawan Career Class Regional Makassar, semakin memperkuat semangat kebersamaan di Dusun Tamarunang.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Dewi Hanan, seorang konsultan akuntansi asal Kabupaten Maros, dan ditutup dengan sesi praktik pencatatan yang langsung dikerjakan oleh peserta.
Ketua Kelompok Laleng Kessie, Mariama, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam mengatur keuangan.
"Saya sangat senang dengan pelatihan ini. Semua anggota belajar cara menghitung HPP dan pembagian upah serta bonus dari penjualan telur bebek. Terima kasih kepada Pertamina dan Career Class Makassar," ungkapnya.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menambahkan pihaknya percaya pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari penguatan dasar. "Salah satunya literasi keuangan. Dengan pencatatan yang baik, UMKM dapat lebih mandiri dan siap berkembang," ujarnya.
Program ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Melalui pelatihan ini, AFT Hasanuddin berharap kelompok peternak binaan dapat berkembang menjadi UMKM yang tangguh, profesional, dan mandiri.
Program ini tidak hanya fokus pada aspek teknis peternakan, tetapi juga mengajarkan keterampilan penting seperti manajemen usaha dan literasi keuangan.
Setelah sebelumnya fokus pada penguatan teknis peternakan, AFT Hasanuddin kini menyelenggarakan pelatihan pencatatan keuangan bagi dua UMKM binaan CSR Agrokompleks Hasanuddin, yaitu Kelompok Laleng Kessie (penghasil telur bebek) dan Kelompok Adatongeng (pengembang usaha ayam ras pedaging).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan para peternak agar mampu mengelola keuangan usaha dengan lebih baik dan berkelanjutan.
Pelatihan ini semakin menarik karena turut melibatkan anak-anak dan cucu para anggota binaan dalam berbagai aktivitas edukatif seperti dongeng inspiratif, lomba mewarnai, dan permainan kreatif. Kolaborasi dengan komunitas lokal, terutama relawan Career Class Regional Makassar, semakin memperkuat semangat kebersamaan di Dusun Tamarunang.
Materi pelatihan disampaikan oleh Ibu Dewi Hanan, seorang konsultan akuntansi asal Kabupaten Maros, dan ditutup dengan sesi praktik pencatatan yang langsung dikerjakan oleh peserta.
Ketua Kelompok Laleng Kessie, Mariama, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi mereka dalam mengatur keuangan.
"Saya sangat senang dengan pelatihan ini. Semua anggota belajar cara menghitung HPP dan pembagian upah serta bonus dari penjualan telur bebek. Terima kasih kepada Pertamina dan Career Class Makassar," ungkapnya.
Aviation Fuel Terminal Manager Hasanuddin, Andreas Yanuar Arinawan, menambahkan pihaknya percaya pemberdayaan masyarakat harus dimulai dari penguatan dasar. "Salah satunya literasi keuangan. Dengan pencatatan yang baik, UMKM dapat lebih mandiri dan siap berkembang," ujarnya.
Program ini juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).
Melalui pelatihan ini, AFT Hasanuddin berharap kelompok peternak binaan dapat berkembang menjadi UMKM yang tangguh, profesional, dan mandiri.
(TRI)
Berita Terkait
News
Pertamina Sulawesi Siaga Ramadan - Lebaran, Pasokan Energi Dipastikan Aman
Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan kesiapan pasokan energi bagi masyarakat.
Rabu, 18 Mar 2026 13:02
News
Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Pertamina Perkuat Pasokan Energi
Untuk itu, Pertamina telah mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) terhitung 9 Maret hingga 1 April 2026.
Selasa, 17 Mar 2026 23:46
News
Pertamina Patra Niaga Sulawesi Fasilitasi 125 Warga Mudik Gratis ke Enam Kota
Program Mudik Gratis MyPertamina 2026 yang digagas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi resmi memberangkatkan ratusan peserta dari Makassar, Senin (16/3).
Senin, 16 Mar 2026 21:04
News
Kementerian ESDM Tinjau Kesiapan Infrastruktur Energi di Sulsel Jelang Idulfitri
PT Pertamina Patra Niaga dalam rangka meninjau langsung kesiapan infrastruktur dan distribusi energi di Kota Makassar menjelang Idulfitri 1447 H.
Senin, 16 Mar 2026 13:04
Ekbis
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Gelar SEBARAN 5.0, Ajak Anak Yatim Belanja Baju Lebaran
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi turut mendukung kegiatan SEBARAN (Semangat Berbagi Baju Lebaran) 5.0, sebuah gerakan sukarela yang diinisiasi oleh Sukarelawan Perwira Pertamina Peduli bersama BASMA (Baituzzakah Pertamina).
Senin, 16 Mar 2026 10:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler