Kolaborasi Indibiz KTI - SGH Kembangkan Wirausaha Hidroponik Modern
Jum'at, 31 Okt 2025 21:47
Indibiz Kawasan Timur Indonesia (KTI) berkolaborasi dengan Samata Green House Hydroponic (SGH) menggelar kegiatan Hydropreneur Class. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Dalam upaya mendukung pertanian modern yang berkelanjutan, Indibiz Kawasan Timur Indonesia (KTI) berkolaborasi dengan Samata Green House Hydroponic (SGH) menggelar kegiatan “Hydropreneur Class: Membangun Bisnis Hidroponik yang Tumbuh dan Berkelanjutan” pada Jumat (31/10).
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk memahami peluang bisnis hidroponik sekaligus penerapan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian perkotaan.
Bertempat di Plasa Telkom Regional 5, Ruang Business Solution Space, acara ini diikuti oleh 40 peserta secara langsung dan 30 peserta secara daring. Peserta berasal dari beragam latar belakang — mulai dari wirausaha muda, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang tertarik mengembangkan bisnis pertanian modern.
Kegiatan dibuka oleh Senior Manager Regional SME Service Telkom Regional 5, Shafwan, yang menekankan pentingnya membangun bisnis tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.
“Harapannya sesuai dengan judul kegiatan, yaitu membangun bisnis yang berkelanjutan, bukan hanya di bidang hidroponik tetapi juga dalam cara kerja kita mengelola bisnis ke depan,” ujar Shafwan dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Samata Green House Hydroponic atas kolaborasi dan kontribusinya dalam memberikan wawasan praktis kepada peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Fitriani Rizky, Digizer On Site Digital Business Technology TelkomGroup, yang memperkenalkan layanan Indibiz serta produk digital Antarez Eazy.
Dalam paparannya, Fitriani menjelaskan bagaimana solusi digital dari TelkomGroup dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan manajemen bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi teknologi.
Materi utama dibawakan oleh Andi Fathur Radhy, Co-Founder Samata Green House Hydroponic, yang membahas potensi dan peluang bisnis hidroponik di Kota Makassar.
Ia memaparkan tren urban farming sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan, serta berbagi inspirasi tentang perjalanan Samata Green House Hydroponic dalam mengembangkan pertanian modern di wilayah urban.
Melalui sesi ini, peserta diajak melihat hidroponik bukan hanya sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan pangan sehat dan berkelanjutan di kota besar.
“Urban farming kini menjadi ruang baru bagi masyarakat Makassar untuk berinovasi, mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi. Saya percaya, dengan kreativitas dan dukungan teknologi, masyarakat dapat menjadi motor penggerak pertanian modern yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Nur Al Fauzan, Founder Samata Green House Hydroponic, turut memberikan sesi praktik tentang proses produksi tanaman hidroponik. Peserta diajak mengenal berbagai jenis tanaman serta mempelajari teknik menanam dan merawat tanaman hidroponik menggunakan starter kit.
Melalui pendekatan interaktif ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam membangun sistem hidroponik skala kecil yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Indibiz Kawasan Timur Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan bisnis digital di berbagai sektor, termasuk pertanian. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat kewirausahaan hijau yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk memahami peluang bisnis hidroponik sekaligus penerapan teknologi digital dalam pengelolaan pertanian perkotaan.
Bertempat di Plasa Telkom Regional 5, Ruang Business Solution Space, acara ini diikuti oleh 40 peserta secara langsung dan 30 peserta secara daring. Peserta berasal dari beragam latar belakang — mulai dari wirausaha muda, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum yang tertarik mengembangkan bisnis pertanian modern.
Kegiatan dibuka oleh Senior Manager Regional SME Service Telkom Regional 5, Shafwan, yang menekankan pentingnya membangun bisnis tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.
“Harapannya sesuai dengan judul kegiatan, yaitu membangun bisnis yang berkelanjutan, bukan hanya di bidang hidroponik tetapi juga dalam cara kerja kita mengelola bisnis ke depan,” ujar Shafwan dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Samata Green House Hydroponic atas kolaborasi dan kontribusinya dalam memberikan wawasan praktis kepada peserta.
Sesi berikutnya diisi oleh Fitriani Rizky, Digizer On Site Digital Business Technology TelkomGroup, yang memperkenalkan layanan Indibiz serta produk digital Antarez Eazy.
Dalam paparannya, Fitriani menjelaskan bagaimana solusi digital dari TelkomGroup dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan manajemen bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional melalui integrasi teknologi.
Materi utama dibawakan oleh Andi Fathur Radhy, Co-Founder Samata Green House Hydroponic, yang membahas potensi dan peluang bisnis hidroponik di Kota Makassar.
Ia memaparkan tren urban farming sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan, serta berbagi inspirasi tentang perjalanan Samata Green House Hydroponic dalam mengembangkan pertanian modern di wilayah urban.
Melalui sesi ini, peserta diajak melihat hidroponik bukan hanya sebagai kegiatan bercocok tanam, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan seiring meningkatnya kebutuhan pangan sehat dan berkelanjutan di kota besar.
“Urban farming kini menjadi ruang baru bagi masyarakat Makassar untuk berinovasi, mengubah keterbatasan lahan menjadi peluang ekonomi. Saya percaya, dengan kreativitas dan dukungan teknologi, masyarakat dapat menjadi motor penggerak pertanian modern yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Nur Al Fauzan, Founder Samata Green House Hydroponic, turut memberikan sesi praktik tentang proses produksi tanaman hidroponik. Peserta diajak mengenal berbagai jenis tanaman serta mempelajari teknik menanam dan merawat tanaman hidroponik menggunakan starter kit.
Melalui pendekatan interaktif ini, peserta memperoleh pengalaman langsung dalam membangun sistem hidroponik skala kecil yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis produktif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Indibiz Kawasan Timur Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan bisnis digital di berbagai sektor, termasuk pertanian. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata semangat kewirausahaan hijau yang memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Konektivitas NTT Kembali Normal, TelkomGroup Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan
Tiga hari setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TelkomGroup menuntaskan pemulihan 100% layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak.
Rabu, 19 Agu 2026 14:24
News
TelkomGroup Hadirkan Internet Gratis di Posko Pengungsian NTT
TelkomGroup menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategis dan memastikan masyarakat memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan.
Senin, 17 Agu 2026 20:21
News
85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Percepat Perbaikan Layanan Pascagempa NTT
Saat ini, sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Pemulihan terhadap site yang masih terdampak terus dilakukan secara bertahap.
Minggu, 16 Agu 2026 21:29
News
Layanan Terdampak Gempa, TelkomGroup Kebut Pemulihan Jaringan di Flores
TelkomGroup memastikan upaya pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan percepatan perbaikan dan penguatan operasional jaringan pascagempa di Flores.
Minggu, 16 Agu 2026 09:54
News
Telkom Hadirkan OCA, Solusi AI untuk Interaksi Pelanggan yang Lebih Cerdas
Telkom memperkenalkan sejumlah solusi berbasis AI dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026, salah satunya Omni Communication Assistant (OCA).
Kamis, 13 Agu 2026 14:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Rampungkan Konsolidasi Golkar Sulsel di 18 Daerah dalam 8 Hari
2
DLH Makassar Genjot Pengelolaan Sampah Lewat Penambahan Armada dan Penguatan TPS 3R
3
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
4
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
5
PHRI dan IHGMA Sulsel Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Rampungkan Konsolidasi Golkar Sulsel di 18 Daerah dalam 8 Hari
2
DLH Makassar Genjot Pengelolaan Sampah Lewat Penambahan Armada dan Penguatan TPS 3R
3
UKI Paulus & UMI Makassar Kembangkan Penangkaran Kedelai Adaptif Iklim di Desa Jenetaesa
4
Kebakaran Lahan Kosong 5.000 Meter Persegi di Tallasa City Berhasil Dipadamkan
5
PHRI dan IHGMA Sulsel Salurkan Donasi untuk Korban Gempa NTT