Bluebird Catat Pendapatan Rp5,7 Triliun pada 2025, Tumbuh 13,2 Persen

Minggu, 05 Apr 2026 13:47
Bluebird Catat Pendapatan Rp5,7 Triliun pada 2025, Tumbuh 13,2 Persen
Armada Bluebird di jalan Ibu Kota. Foto: Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat kinerja keuangan tertinggi sejak disrupsi teknologi pada tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp5,7 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja solid di seluruh lini bisnis, baik taksi maupun non-taksi, yang secara kolektif berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan.

Dari sisi profitabilitas, Perseroan mencatat EBITDA sebesar Rp1,34 triliun dan laba bersih Rp643,4 miliar. Keduanya mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan kemampuan Perseroan untuk beradaptasi di tengah disrupsi industri, sekaligus melampaui kinerja pada era sebelum kehadiran layanan ride-hailing.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, mengatakan, pencapaian ini mencerminkan konsistensi kinerja di tengah investasi berkelanjutan untuk peremajaan armada, peningkatan kesiapan layanan, serta pengembangan kapabilitas digital.

"Saat ini, kami secara kontinyu melakukan akselerasi untuk memperkuat posisi sebagai perusahaan Mobility-as-a-Service yang menghadirkan solusi mobilitas multimoda,” katanya.

Sepanjang 2025, Bluebird menambah sekitar 1.800 armada baru sehingga total armada mencapai lebih dari 26.000 unit, termasuk kendaraan listrik. Perseroan juga memperluas jaringan operasional dengan meningkatkan jumlah pool menjadi 58 lokasi serta lebih dari 1.300 titik pangkalan di berbagai kota.

Penguatan kanal digital turut menjadi pendorong pertumbuhan. Aplikasi MyBluebird mencatat peningkatan pengguna lebih dari 30 persen, dengan kontribusi pemesanan sekitar 40 persen dari total transaksi. Selain itu, fitur Fixed Price mengalami peningkatan penggunaan hingga dua kali lipat, mencerminkan preferensi pelanggan terhadap kepastian tarif.

Keberlanjutan Dorong Pertumbuhan

Komitmen terhadap keberlanjutan terus dijalankan Perseroan. Sepanjang 2025, Bluebird menambah armada kendaraan listrik yang dioperasikan melalui layanan Bluebird dan Goldenbird di sejumlah kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Di bidang sosial, berbagai program dijalankan secara konsisten, antara lain Kartini Bluebird untuk pemberdayaan istri dan anak perempuan pengemudi, Beasiswa Bluebird Peduli bagi anak pengemudi dan karyawan, serta program umrah bagi mitra pengemudi dan karyawan. Secara keseluruhan, program ini telah menjangkau lebih dari 70.000 penerima manfaat.

Penerapan prinsip ESG juga terus mendapat pengakuan. Hal ini tercermin dari konsistensi Perseroan yang masuk dalam indeks ESGQ 45 IDX KEHATI dan ESG SL IDX KEHATI.

Strategi Akselerasi 2026

Memasuki 2026, Bluebird mengusung strategi “Gerak Cepat, Layan Tepat, Tumbuh Pesat” sebagai respons terhadap dinamika industri dan perubahan kebutuhan pelanggan.

Perseroan akan fokus mempercepat ekspansi ke kota-kota strategis secara adaptif, sekaligus memperkuat ekosistem layanan sesuai karakteristik tiap wilayah. Selain itu, Bluebird akan mengembangkan model layanan yang lebih fleksibel untuk menjangkau kebutuhan pelanggan yang semakin beragam, dengan tetap menjaga standar keamanan dan kenyamanan.

Strategi ini tidak berfokus pada persaingan harga, melainkan pada peningkatan relevansi layanan. Perseroan juga akan mengoptimalkan berbagai saluran distribusi, baik melalui kanal digital milik sendiri maupun kemitraan dengan berbagai platform serta titik layanan di lokasi strategis.

Seluruh upaya tersebut didukung oleh peran garda terdepan, termasuk pengemudi dan tim customer response, dalam menghadirkan layanan berbasis human connection guna menjaga kepercayaan pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan melalui fokus pada kualitas layanan, relevansi solusi, serta eksekusi yang tetap presisi. Dengan strategi yang disiplin dan adaptif, kami optimis terus hadir sebagai pilihan utama dalam memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Andre.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru