KALLA Dorong Perempuan Naik Level Lewat Kartini Talks

Rabu, 22 Apr 2026 20:54
KALLA Dorong Perempuan Naik Level Lewat Kartini Talks
Karyawan perempuan KALLA berfoto bersama usai mengikuti Kartini Talks yang merupakan bagian dari program Level Up Kartini SheLeads. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Peran perempuan dalam dunia kerja terus menunjukkan signifikansinya, termasuk dalam mendorong keberlanjutan bisnis. Meski demikian, pilihan perempuan untuk berkarier masih kerap menjadi bahan diskusi, terutama karena berbagai konsekuensi yang menyertainya. Di balik tantangan tersebut, kontribusi perempuan justru terbukti membawa dampak positif bagi organisasi.

Sebagai upaya memotivasi karyawan perempuan, KALLA menggelar Kartini Talks bertajuk "Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live". Kegiatan ini merupakan bagian dari program Level Up Kartini SheLeads dan menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri. Acara berlangsung di Creative Innovation Space (CIS) Wisma Kalla pada Selasa (21/4/2026).

Dalam pemaparannya, Fauziah mengungkapkan data dari World Economic Forum yang menunjukkan bahwa keterwakilan perempuan di posisi pimpinan tertinggi masih tergolong rendah secara global. Posisi direksi perusahaan pun umumnya masih didominasi laki-laki. Namun, perusahaan yang menjunjung inklusivitas mulai membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk masuk ke jajaran manajemen puncak, termasuk yang diterapkan oleh KALLA.

"Tim dengan leadership yang inklusif akan memiliki performa 17% lebih baik. Perusahaan dengan keberagaman gender yang tinggi juga memiliki peluang hingga 25% lebih besar outperform secara finansial," sebut Oci, sapaan karib Fauziah.

Data tersebut mempertegas bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam organisasi. Hal ini tidak lepas dari kemampuan khas yang dimiliki, seperti ketelitian dan kepekaan—dua hal yang dinilai krusial dalam menentukan arah dan keberlanjutan bisnis.

"Ketelitian dan kepekaan sangat diperlukan untuk menentukan nasib dan kelanjutan sebuah bisnis. Untuk itu, mulai sekarang, jangan pernah melihat sisi femininnya kita atau gender kita sebagai sebuah kelemahan. Jangan beranggapan bahwa saya perempuan, maka saya terbatas. Itu hanyalah persepsi saja," tegas Fauziah.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa sisi feminin justru menjadi kekuatan tersendiri. Ia mengaitkannya dengan konsep caring leadership, yaitu gaya kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan humanistik dan empati.

"Siapa yang punya itu secara naluriah? Kitalah sebagai perempuan karena kita dilahirkan dengan insting yang jauh lebih baik dari laki-laki," imbuhnya.

Fauziah juga mengingatkan bahwa perempuan yang memilih berkarier perlu siap menghadapi berbagai konsekuensi, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan personal. Oleh karena itu, diperlukan strategi agar tetap bisa berprestasi di tempat kerja sekaligus menjalankan peran di rumah.

"Konsekuensi ketika memilih untuk berkarier ialah hidup kita akan menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan. Sebagai perempuan, tantangannya dua kali lipat. Tantangan itulah yang menjadi konsekuensi yang harus kita hadapi karena kita sudah memilih," tuturnya.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, KALLA turut mengadakan berbagai kegiatan menarik lainnya. Salah satunya adalah fun match padel bertema Kartini On Court yang akan digelar di COPA Grounds pada Sabtu, 25 April 2026.

Selain itu, terdapat pula mirror selfie spot challenge yang mengajak karyawan membagikan foto atau video melalui akun @lifetakalla, dengan hadiah e-wallet Rp250.000 untuk tiga pemenang.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru