PLN UIP Sulawesi Perkuat BUMDes Mattiro Bulu, Dorong Ekonomi Desa di Bantaeng

Senin, 20 Jul 2026 20:58
PLN UIP Sulawesi Perkuat BUMDes Mattiro Bulu, Dorong Ekonomi Desa di Bantaeng
PLN UIP Sulawesi terus memperkuat kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui Program Pendampingan UMKM dan Bantuan Alat Usaha bagi BUMDes Mattiro Bulu di Bantaeng. Foto/Istimewa
Comment
Share
BANTAENG - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi terus memperkuat kontribusinya terhadap pemberdayaan masyarakat melalui Program Pendampingan UMKM dan Bantuan Alat Usaha bagi BUMDes Mattiro Bulu di Desa Bonto Tiro, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng. Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.

BUMDes Mattiro Bulu mengembangkan usaha produksi kacang tiras tiga rasa yang telah menjadi salah satu potensi unggulan desa. Selain memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal, usaha tersebut juga membuka peluang kerja dan menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.

Namun, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan fasilitas produksi, peralatan kerja, hingga sarana distribusi. Kondisi tersebut memengaruhi kapasitas produksi, kualitas produk, serta daya saing di pasar.

Sebagai bentuk dukungan, PLN UIP Sulawesi menyalurkan bantuan berupa renovasi rumah produksi, pengadaan peralatan usaha, kendaraan operasional untuk distribusi, serta penyediaan bahan baku dan kemasan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, menjaga mutu produk, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek.

"Saat ini PLN UIP Sulawesi sedang membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng sebagai bagian dari upaya meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan. Seiring dengan pembangunan tersebut, kami juga ingin memastikan masyarakat turut merasakan manfaat nyata melalui program pemberdayaan ekonomi," ujarnya.

Menurut Aditya, penguatan BUMDes merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal agar mampu menciptakan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.

"Melalui program pendampingan dan bantuan sarana usaha ini, kami berharap kapasitas produksi, kualitas produk, dan jangkauan pemasaran BUMDes Mattiro Bulu terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian desa," tambahnya.

Ketua BUMDes Mattiro Bulu, Faisal, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN UIP Sulawesi. Ia menilai bantuan tersebut sangat membantu dalam meningkatkan kualitas operasional usaha.

"Kami berterima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas bantuan renovasi rumah produksi, peralatan usaha, kendaraan distribusi, serta dukungan bahan baku dan kemasan. Bantuan ini sangat berarti untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki proses usaha, dan menjaga kualitas produk," katanya.

Ia optimistis, dengan dukungan tersebut, BUMDes Mattiro Bulu mampu memperluas pangsa pasar sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Bonto Tiro melalui tambahan pendapatan dan peluang kerja.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Bonto Tiro, Arman. Menurutnya, kepedulian PLN UIP Sulawesi tidak hanya tercermin melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami mengapresiasi pendampingan dan bantuan yang diberikan kepada BUMDes Mattiro Bulu. Program ini menjadi dukungan penting dalam mengembangkan potensi ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat," ujar Arman.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan BUMDes, PLN UIP Sulawesi berkomitmen terus mendukung pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian BUMDes, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif di sekitar wilayah infrastruktur ketenagalistrikan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru