BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox

Senin, 27 Apr 2026 15:53
BSI Dorong Pedagang Naik Kelas Lewat Inovasi QRIS Soundbox
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk terus berinovasi dalam akselerasi digital guna memberikan kemudahan transaksi bagi nasabah. Terbaru, lewat QRIS Soundbox. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Upaya mempercepat adopsi transaksi digital terus digencarkan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI), khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui berbagai inovasi, Perseroan ingin mendorong para pedagang agar lebih adaptif terhadap sistem pembayaran non-tunai sekaligus meningkatkan daya saing usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan memperluas ekosistem digital yang inklusif. Hingga Maret 2026, BSI telah menempatkan lebih dari 600 ribu QRIS di berbagai merchant usaha, mulai dari sektor makanan dan minuman, fesyen, industri halal, rumah sakit, supermarket, hingga segmen lainnya.

Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan digitalisasi menjadi penting ditengah tantangan perubahan perilaku masyarakat yang mulai digital savvy dan serba cashless.

"Disinilah peran BSI untuk menjadi sahabat finansial, sosial dan spiritual dalam memfasilitasi transaksi nasabah dengan mudah, aman dan cepat", ujarnya.

Menjawab kebutuhan masyarakat yang menginginkan proses transaksi serba praktis dan cepat, BSI juga menghadirkan inovasi terbaru berupa QRIS Soundbox. Fitur ini memberikan notifikasi suara saat transaksi berlangsung, sehingga dapat meminimalkan kesalahan sekaligus mengurangi potensi penipuan.

Selain itu, pedagang juga dapat dengan mudah mengunduh laporan transaksi secara realtime melalui aplikasi BYOND Merchant by BSI.

Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa BSI terus memperluas jangkauan layanan digital melalui berbagai e-channel guna mendukung inisiatif Bank Indonesia dalam menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi, transparan, dan aman.

Saat ini, Perseroan juga telah menghadirkan fitur QRIS Crossborder yang dapat digunakan di beberapa negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Pada tahap awal implementasi, BSI memfokuskan penetrasi di pasar-pasar tradisional sebagai langkah mendorong pedagang untuk naik kelas. Dengan digitalisasi ini, pedagang diharapkan mampu mengelola arus kas dan pencatatan keuangan secara lebih tertib dan realtime.

Strategi tersebut diyakini dapat memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat daya saing UMKM di era digital.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru