Roadshow Ketimpangan, Ajak Publik Kritisi Jurang Kekayaan dan Dorong Kebijakan Pajak Berkeadilan
Minggu, 02 Agu 2026 18:57
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Sulawesi Selatan, Basti Tetteng. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Ketimpangan ekonomi di Indonesia terus menjadi persoalan yang semakin nyata. Di tengah pertumbuhan ekonomi dan geliat pembangunan, kesenjangan antara kelompok yang menikmati akumulasi kekayaan dengan masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan dasar semakin terasa.
Fenomena ini bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memengaruhi kualitas demokrasi, keadilan sosial, hingga masa depan generasi muda.
Atas dasar itu, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah serta Center of Economic and Law Studies menghadirkan Roadshow Ketimpangan, sebuah forum diseminasi riset dan diskusi publik yang mengangkat tema "Membedah Ketimpangan Ekonomi dan Mendorong Kebijakan Pajak Kekayaan yang Berkeadilan."
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 15.00 hingga 18.00 WITA, bertempat di Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani No 5C, Makassar. Acara terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya.
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Sulawesi Selatan, Basti Tetteng, mengatakan bahwa diskusi ini merupakan ruang bersama untuk mempertemukan hasil riset, pandangan akademik, perspektif keagamaan, dan pengalaman masyarakat dalam membaca persoalan ketimpangan secara lebih utuh.
Menurutnya, ketimpangan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan angka statistik atau indikator ekonomi. Di balik angka tersebut terdapat persoalan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, kepemilikan aset, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
"Ketimpangan bukan hanya soal siapa yang memiliki lebih banyak, tetapi juga tentang siapa yang kehilangan kesempatan. Karena itu, kita membutuhkan keberanian untuk membicarakan kebijakan yang mampu menciptakan keadilan sosial secara nyata, termasuk melalui instrumen perpajakan yang lebih adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas," ujar Basti Tetteng.
Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan ruang dialog publik yang berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keadilan. Roadshow ini diharapkan menjadi wadah bertemunya berbagai gagasan yang dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan publik yang lebih inklusif.
Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni aktivis lingkungan Iwan Dento, peneliti David Efendi dari LHKP PP Muhammadiyah, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira, Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas, Ketua LHKP PWM Sulawesi Selatan Basti Tetteng, Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan Muh Syaiful Saleh, serta akademisi Muh Asratillah S. dari Komda KHM Sulawesi Selatan. Acara akan dipandu oleh Nurafni sebagai moderator.
Selain menyajikan paparan riset dan dialog interaktif, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan musik dan pembacaan puisi sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang diskusi yang lebih hidup, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.
Basti Tetteng mengajak mahasiswa, akademisi, pegiat organisasi masyarakat sipil, komunitas, pelaku usaha, insan media, tokoh agama, serta seluruh masyarakat untuk hadir dan terlibat aktif dalam diskusi ini.
"Perubahan selalu diawali oleh keberanian untuk berdialog. Ketika masyarakat, akademisi, dan pembuat kebijakan duduk bersama membicarakan masa depan bangsa, di sanalah lahir gagasan-gagasan yang mampu mengurangi ketimpangan dan memperkuat keadilan sosial. Kami mengundang seluruh masyarakat Makassar untuk hadir, berdiskusi, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Indonesia yang lebih adil," tutup Basti Tetteng.
Fenomena ini bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memengaruhi kualitas demokrasi, keadilan sosial, hingga masa depan generasi muda.
Atas dasar itu, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, bekerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah serta Center of Economic and Law Studies menghadirkan Roadshow Ketimpangan, sebuah forum diseminasi riset dan diskusi publik yang mengangkat tema "Membedah Ketimpangan Ekonomi dan Mendorong Kebijakan Pajak Kekayaan yang Berkeadilan."
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, pukul 15.00 hingga 18.00 WITA, bertempat di Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani No 5C, Makassar. Acara terbuka untuk masyarakat umum dan tidak dipungut biaya.
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Sulawesi Selatan, Basti Tetteng, mengatakan bahwa diskusi ini merupakan ruang bersama untuk mempertemukan hasil riset, pandangan akademik, perspektif keagamaan, dan pengalaman masyarakat dalam membaca persoalan ketimpangan secara lebih utuh.
Menurutnya, ketimpangan tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan angka statistik atau indikator ekonomi. Di balik angka tersebut terdapat persoalan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan yang layak, kepemilikan aset, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.
"Ketimpangan bukan hanya soal siapa yang memiliki lebih banyak, tetapi juga tentang siapa yang kehilangan kesempatan. Karena itu, kita membutuhkan keberanian untuk membicarakan kebijakan yang mampu menciptakan keadilan sosial secara nyata, termasuk melalui instrumen perpajakan yang lebih adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas," ujar Basti Tetteng.
Ia menambahkan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan ruang dialog publik yang berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keadilan. Roadshow ini diharapkan menjadi wadah bertemunya berbagai gagasan yang dapat memberikan kontribusi terhadap penyusunan kebijakan publik yang lebih inklusif.
Diskusi ini akan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, yakni aktivis lingkungan Iwan Dento, peneliti David Efendi dari LHKP PP Muhammadiyah, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira, Ketua PP Muhammadiyah M Busyro Muqoddas, Ketua LHKP PWM Sulawesi Selatan Basti Tetteng, Wakil Ketua PWM Sulawesi Selatan Muh Syaiful Saleh, serta akademisi Muh Asratillah S. dari Komda KHM Sulawesi Selatan. Acara akan dipandu oleh Nurafni sebagai moderator.
Selain menyajikan paparan riset dan dialog interaktif, kegiatan ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan musik dan pembacaan puisi sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang diskusi yang lebih hidup, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.
Basti Tetteng mengajak mahasiswa, akademisi, pegiat organisasi masyarakat sipil, komunitas, pelaku usaha, insan media, tokoh agama, serta seluruh masyarakat untuk hadir dan terlibat aktif dalam diskusi ini.
"Perubahan selalu diawali oleh keberanian untuk berdialog. Ketika masyarakat, akademisi, dan pembuat kebijakan duduk bersama membicarakan masa depan bangsa, di sanalah lahir gagasan-gagasan yang mampu mengurangi ketimpangan dan memperkuat keadilan sosial. Kami mengundang seluruh masyarakat Makassar untuk hadir, berdiskusi, dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama membangun Indonesia yang lebih adil," tutup Basti Tetteng.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Bantaeng Harap Pengurus Baru PCM Uluere Perkuat Peran Muhammadiyah
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Uluere yang dirangkaikan dengan rapat kerja dan tablig akbar.
Sabtu, 25 Jul 2026 19:58
Ekbis
SPMT Perkuat Layanan Pelabuhan Makassar untuk Dorong Ekonomi Sulsel
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan melalui peningkatan layanan operasional terminal non-peti kemas di Pelabuhan Makassar.
Rabu, 20 Mei 2026 08:36
News
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel 6,88 Persen Hasil Kerja Kolektif
Perekonomian Sulawesi Selatan menunjukkan kinerja impresif pada triwulan I tahun 2026 berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y), disertai peningkatan penyerapan tenaga kerja serta membaiknya kualitas pekerjaan masyarakat.
Senin, 11 Mei 2026 10:40
Makassar City
Dinsos Makassar Respons Positif Usulan Program Rumah Singgah Muhammadiyah
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Makassar menyambut positif usulan program kerja sama yang diajukan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah Kota Makassar, khususnya terkait penanganan anak jalanan melalui program rumah singgah.
Rabu, 22 Apr 2026 14:39
Makassar City
Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Kolaborasi di Berbagai Sektor Strategis
Wali Kota Makassar mendorong penguatan kolaborasi antara bersama Muhammadiyah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pengelolaan sampah, hingga urban farming.
Minggu, 12 Apr 2026 17:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
2
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
3
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Dibekali Fitur Keamanan Baru
4
Merasa Dirugikan, Ketua HAM-LUTIM Minta Dua Media Cabut Kutipan Pernyataannya
5
Sambut Perwali Baru, Hotel di Makassar Diajak Terapkan Sistem Pilah Sampah
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
2
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
3
Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro Resmi Meluncur, Dibekali Fitur Keamanan Baru
4
Merasa Dirugikan, Ketua HAM-LUTIM Minta Dua Media Cabut Kutipan Pernyataannya
5
Sambut Perwali Baru, Hotel di Makassar Diajak Terapkan Sistem Pilah Sampah