Kepuasan Pelindo Tembus 90%, Awal Baik Menuju Efisiensi Logistik
Jum'at, 01 Mei 2026 16:04
Tingkat kepuasan terhadap Pelindo yang melampaui 90% menunjukkan adanya perbaikan layanan, meski dinilai belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan secara menyeluruh di sektor logistik. Foto/IST
MAKASSAR - Penilaian positif datang dari para pengguna jasa pelabuhan terhadap kinerja PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Tingkat kepuasan yang melampaui 90% menunjukkan adanya perbaikan layanan, meski hasil ini dinilai belum cukup untuk menggambarkan keberhasilan secara menyeluruh di sektor logistik.
Berdasarkan survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI), sebanyak 90,2% responden menyatakan puas terhadap layanan terminal peti kemas. Sementara itu, kepuasan terhadap layanan Pelindo secara umum mencapai 85,8%. Survei tersebut melibatkan 1.090 responden dari berbagai segmen pengguna jasa di 80 pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,97%.
Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia (LSI) Ahmad Zaki menjelaskan bahwa survei ini bertujuan menangkap persepsi sekaligus harapan pengguna jasa sebagai dasar evaluasi layanan.
“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujar Zaki.
Pada aspek operasional, sejumlah indikator utama juga mencatatkan tingkat kepuasan yang tinggi. Waiting time kapal berada di angka 87,3%, layanan pemanduan kapal mencapai 88,2%, dan layanan terminal penumpang sebesar 89,8%. Hasil tersebut mencerminkan adanya peningkatan kualitas layanan yang turut mendukung kelancaran aktivitas di pelabuhan.
Meski demikian, pengamat Ekonomi Universitas Andalas Muhammad Makky mengingatkan bahwa tingginya tingkat kepuasan belum dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan.
“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik, atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya indikator tambahan yang lebih terukur, seperti efisiensi biaya logistik, percepatan layanan, hingga integrasi antarmoda transportasi. Mengingat peran pelabuhan sebagai simpul utama distribusi nasional, peningkatan kinerja di sektor ini akan berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam kerangka pembangunan nasional, capaian kepuasan ini dipandang sebagai sinyal awal dari transformasi layanan Pelindo yang mulai dirasakan pengguna. Tantangan berikutnya adalah memastikan perbaikan tersebut berlanjut menjadi efisiensi logistik yang konsisten serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
Berdasarkan survei Laboratorium Suara Indonesia (LSI), sebanyak 90,2% responden menyatakan puas terhadap layanan terminal peti kemas. Sementara itu, kepuasan terhadap layanan Pelindo secara umum mencapai 85,8%. Survei tersebut melibatkan 1.090 responden dari berbagai segmen pengguna jasa di 80 pelabuhan yang berada di bawah pengelolaan Pelindo, dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 2,97%.
Direktur Eksekutif Laboratorium Suara Indonesia (LSI) Ahmad Zaki menjelaskan bahwa survei ini bertujuan menangkap persepsi sekaligus harapan pengguna jasa sebagai dasar evaluasi layanan.
“Kuesioner yang kami bagikan ini untuk mengukur sampai di mana kepuasan layanan yang diberikan Pelindo, sehingga dapat menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan ke depan,” ujar Zaki.
Pada aspek operasional, sejumlah indikator utama juga mencatatkan tingkat kepuasan yang tinggi. Waiting time kapal berada di angka 87,3%, layanan pemanduan kapal mencapai 88,2%, dan layanan terminal penumpang sebesar 89,8%. Hasil tersebut mencerminkan adanya peningkatan kualitas layanan yang turut mendukung kelancaran aktivitas di pelabuhan.
Meski demikian, pengamat Ekonomi Universitas Andalas Muhammad Makky mengingatkan bahwa tingginya tingkat kepuasan belum dapat dijadikan satu-satunya tolok ukur keberhasilan.
“Ketika tingkat kepuasan tinggi, ada dua kemungkinan yang berjalan bersamaan: kinerja memang membaik, atau ekspektasi pengguna jasa belum terlalu tinggi,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya indikator tambahan yang lebih terukur, seperti efisiensi biaya logistik, percepatan layanan, hingga integrasi antarmoda transportasi. Mengingat peran pelabuhan sebagai simpul utama distribusi nasional, peningkatan kinerja di sektor ini akan berdampak langsung pada daya saing produk Indonesia di pasar global.
Dalam kerangka pembangunan nasional, capaian kepuasan ini dipandang sebagai sinyal awal dari transformasi layanan Pelindo yang mulai dirasakan pengguna. Tantangan berikutnya adalah memastikan perbaikan tersebut berlanjut menjadi efisiensi logistik yang konsisten serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian.
(TRI)
Berita Terkait
News
Break The Silo, Strategi Pelindo Regional 4 Bangun Budaya Kerja Kolaboratif
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan perusahaan melalui program Break The Silo (BTS).
Jum'at, 31 Jul 2026 17:10
News
Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja, Pelindo Regional 4 Rutin Gelar Program Mengaji
Program yang diinisiasi Divisi Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4 tersebut akan dilaksanakan setiap Kamis bekerja sama dengan Yayasan Griya Al Qur'an Surabaya.
Kamis, 30 Jul 2026 15:18
Ekbis
Pelindo Marine Kawal Kedatangan Crane Baru, Perkuat Modernisasi Pelabuhan
Pelindo Marine memastikan kelancaran kedatangan dan penyandaran puluhan alat bongkar muat modern di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Belawan, Medan.
Rabu, 29 Jul 2026 18:07
News
Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar
Pelindo Regional 4 memperkuat komitmennya membangun tata kelola kepelabuhanan yang bersih, transparan, dan berintegritas dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan serta pengguna jasa Pelabuhan Makassar.
Rabu, 29 Jul 2026 16:15
News
Pengelolaan Dana Kekayaan Negara (Danantara): Antara Stabilitas Makroekonomi, Investasi Strategis, & Akuntabilitas Publik
Dalam beberapa dekade terakhir, pengelolaan dana cadangan negara telah berkembang dari sekadar instrumen penyimpanan devisa menjadi instrumen strategis yang mampu menentukan arah pembangunan ekonomi suatu negara.
Rabu, 29 Jul 2026 10:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Revitalisasi Karebosi dan Puskesmas Ujung Pandang Baru Jadi Prioritas Pemkot Makassar
2
KPPU Dalami Dugaan Monopoli dan Predatory Pricing oleh TikTok
3
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
4
UMI ESS 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tegaskan Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata
5
Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp16 Miliar, Jembatan Salujambu Segera Dilintasi Warga
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Revitalisasi Karebosi dan Puskesmas Ujung Pandang Baru Jadi Prioritas Pemkot Makassar
2
KPPU Dalami Dugaan Monopoli dan Predatory Pricing oleh TikTok
3
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
4
UMI ESS 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tegaskan Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata
5
Didukung Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel Rp16 Miliar, Jembatan Salujambu Segera Dilintasi Warga