Dorong Green Port, Pelindo Resmikan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok

Jum'at, 18 Sep 2026 14:03
Dorong Green Port, Pelindo Resmikan Layanan Onshore Power Supply di Tanjung Priok
Pelindo resmi meluncurkan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Foto/IST
Comment
Share
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi meluncurkan fasilitas Onshore Power Supply (OPS) di Dermaga Serbaguna Nusantara, Terminal PNP Dermaga 004 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menuju green port (pelabuhan hijau) yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Fasilitas listrik darat berkapasitas 500 kVA tersebut memungkinkan kapal yang sedang bersandar menyerap pasokan energi langsung dari darat (shore-to-ship power). Dengan begitu, mesin bantu (auxiliary engine) atau genset kapal dapat dimatikan sepenuhnya selama proses bongkar muat.

Peluncuran fasilitas ini dihadiri oleh jajaran manajemen Pelindo Group, perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, KSOP Utama Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, PT PLN (Persero), serta Asosiasi Pemilik Kapal (INSA).

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa pengembangan OPS merupakan komitmen konkret dalam membangun ekosistem maritim yang bersih, efisien, dan siap menghadapi standar industri global.

“OPS bukan sekadar menggantikan sumber listrik genset menjadi listrik darat, melainkan langkah nyata dalam menghadirkan energi yang lebih bersih dan andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Achmad.

Efisiensi Biaya & Pengurangan Emisi Signifikan
Pengoperasian fasilitas listrik darat memberikan dampak lingkungan dan ekonomi yang signifikan. Berdasarkan uji coba pada dua kapal niaga, pengoperasian OPS mampu menekan emisi gas buang kapal hingga 75 persen. Emisi lokal seperti Nitrogen Oksida, Sulfur Oksida, dan partikulat dapat dihilangkan sepenuhnya saat kapal terhubung ke jaringan listrik darat. Selain itu, kebisingan serta getaran di area dermaga dapat dikurangi secara drastis.

Dari sisi efisiensi, penggunaan OPS terbukti memangkas biaya energi kapal antara 40 hingga 64 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) genset. Berkurangnya jam kerja (running hours) mesin bantu juga menekan biaya pemeliharaan serta memperpanjang interval perbaikan menyeluruh (overhaul) mesin kapal.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan instansinya dalam menjamin keandalan pasokan listrik di kawasan pelabuhan. “Lewat kolaborasi ini, PLN ingin mendorong produktivitas pelaku usaha maritim melalui penghematan biaya operasional, sekaligus mendukung efisiensi dan penekanan emisi karbon,” tutur Darmawan.

Target 123 Unit Fasilitas Listrik Darat pada 2050
Untuk aspek pengoperasian teknis, Pelindo menugaskan anak usahanya, PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI). Perusahaan patungan antara Pelindo Jasa Maritim dan PT PLN Electricity Services ini bertanggung jawab mengelola jaringan distribusi listrik internal kawasan pelabuhan.

Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan, menyampaikan bahwa fasilitas OPS di Dermaga 004 telah lolos Site Acceptance Test (SAT) serta uji coba operasi sejak Juli 2026.

“PT EPI memastikan keandalan pasokan dan kesiapan teknis di dermaga. OPS juga membuka peluang skema layanan energi yang lebih terukur berdasarkan tingkat konsumsi pengguna jasa,” jelas Andriyuda.

Peluncuran di Dermaga 004 Tanjung Priok menjadi tahap awal dari peta jalan (roadmap) transisi energi Pelindo. Pelindo menargetkan penambahan hingga 24 unit OPS di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2027. Dalam jangka panjang, skema ini akan direplikasi ke terminal multipurpose dan dermaga umum di seluruh Indonesia, dengan target akumulatif mencapai 123 unit OPS pada 2050.

“Dari Tanjung Priok, kami membangun fondasi transisi energi ke seluruh pelabuhan di Indonesia. Pelabuhan masa depan harus tumbuh semakin produktif dan efisien tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” tutup Achmad.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru