Kolaborasi Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Target Cetak 1 Juta Talenta Digital Berbasis AI

Kamis, 21 Mei 2026 11:13
Kolaborasi Indosat, Kemnaker, dan Wadhwani Target Cetak 1 Juta Talenta Digital Berbasis AI
Indosat, Kemnaker RI dan Wadhwani Foundation menandatangani MoU tentang Kolaborasi Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional di Jakarta. Foto/IST
Comment
Share
JAKARTA - Upaya memperkuat kualitas tenaga kerja Indonesia memasuki babak baru setelah Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), dan Wadhwani Foundation resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait Kolaborasi Penguatan Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional.

Penandatanganan dilakukan pada 5 Mei 2026 di Jakarta, dengan fokus utama memperluas akses pelatihan kecerdasan artifisial (AI), keterampilan digital, serta kewirausahaan bagi tenaga kerja Indonesia.

Melalui kerja sama ini, ekosistem pelatihan akan diperluas hingga mencakup 24 Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker RI. Integrasi dilakukan melalui platform AI Wadhwani Foundation, yakni JobReady dan Genie AI, yang dihubungkan ke dalam ekosistem SIAPKerja Kemnaker RI. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta melalui layanan career guidance yang lebih personal, pembelajaran adaptif berbasis AI, serta modul skilling yang disesuaikan dengan kebutuhan industri terkini.

Tidak hanya berfokus pada pencari kerja, inisiatif ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan digital. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memberdayakan 1 juta talenta digital dan 100 ribu wirausahawan Indonesia melalui pelatihan berbasis teknologi.

Aspek inklusivitas juga menjadi perhatian utama dalam MoU tersebut. Ketiga pihak sepakat menyediakan akses dan akomodasi pelatihan yang ramah bagi tenaga kerja penyandang disabilitas di seluruh BLK Kemnaker RI. Modul pelatihan akan disesuaikan dengan berbagai kebutuhan disabilitas peserta, dengan Indosat mendukung dari sisi aksesibilitas digital, sementara Wadhwani Foundation menyediakan modul berbasis plug-and-play yang adaptif.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menyebut bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat akibat disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri yang menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja.

Ia menambahkan bahwa meskipun Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, tanpa intervensi yang tepat potensi tersebut dapat berubah menjadi beban, sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itu, kesepahaman bersama yang ditandatangani merupakan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui pendekatan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis teknologi.

Vikram Sinha, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari komitmennya dalam memastikan demokratisasi AI di Indonesia.

“Di Indosat, kami percaya teknologi harus terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat. AI bukan hanya tentang inovasi, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat membuka lebih banyak peluang, menghadirkan pengalaman yang lebih relevan, dan menciptakan manfaat nyata bagi pelanggan serta generasi muda Indonesia. Semangat #LebihBaikIndosat mendorong kami untuk terus berevolusi, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan membangun hubungan yang lebih erat dengan para pelanggan,” ujarnya.

Meetul B. Patel, President Wadhwani Entrepreneurship, menekankan pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja nyata.

"Dengan integrasi ke SIAPKerja dan dukungan 24 BLK Kemnaker, kami bisa menjangkau jutaan anak muda di seluruh penjuru Indonesia secara terukur. Keterampilan yang dilatih adalah keterampilan yang benar-benar dicari dunia industri saat ini, bukan tren kemarin," katanya.

Dalam implementasinya, masing-masing pihak akan menjalankan peran yang saling melengkapi agar program berjalan efektif dan berkelanjutan. Kemnaker RI berfokus pada penguatan kebijakan, pengembangan ekosistem ketenagakerjaan nasional, serta pemanfaatan jaringan 24 BLK. Wadhwani Foundation menyediakan dukungan kurikulum, Learning Management System (LMS), serta platform JobReady dan Genie AI.

Sementara itu, Indosat memperkuat program melalui konektivitas, ekosistem teknologi, serta pengembangan kapasitas digital dan inkubasi bisnis bagi Tenaga Kerja Mandiri (TKM), mulai dari TKM Pemula hingga TKM Lanjutan.

Kolaborasi ini telah mulai dijalankan melalui Workshop Kewirausahaan berbasis AI yang digelar secara daring pada 10–14 Mei 2026. Sebanyak 8.744 peserta dari lebih dari 20 daerah di Indonesia mengikuti pelatihan tersebut dan menghasilkan lebih dari 1.200 ide usaha baru yang berpotensi dikembangkan menjadi bisnis berkelanjutan.

Dari program ini, diperkirakan akan tercipta sekitar 3.000 hingga 5.000 lapangan kerja baru dalam beberapa tahun ke depan sebagai kontribusi terhadap penguatan ekonomi dan kewirausahaan nasional.

Sebagai bentuk pengakuan kompetensi, peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan akan memperoleh sertifikat kolaboratif dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison, dan Wadhwani Foundation yang diakui secara nasional maupun global.

Pelatihan AI dan kecerdasan digital dalam program ini tidak hanya ditujukan bagi pencari kerja dan calon wirausahawan, tetapi juga bagi pegawai Kemnaker RI sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal dalam menghadapi transformasi dunia kerja. Evaluasi program akan dilakukan secara berkala setiap enam bulan oleh ketiga pihak dengan pendekatan berbasis data. MoU ini berlaku sejak 5 Mei 2026 hingga 2029, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kesepakatan bersama.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru