Tiga Dekade Elnusa Petrofin: Mengantarkan Energi, Menggerakkan Ekonomi

Jum'at, 22 Mei 2026 14:27
Tiga Dekade Elnusa Petrofin: Mengantarkan Energi, Menggerakkan Ekonomi
PT Elnusa Petrofin bakal genap berusia 30 tahun pada 5 Juli 2026. Selama tiga dekade, perusahaan ini menjadi ujung tombak distribusi energi nasional. Foto/Dok Elnusa Petrofin
Comment
Share
MAKASSAR - Di balik deru mesin kendaraan, operasional pabrik, hingga aktivitas ekonomi di wilayah terpencil, tersimpan cerita perjalanan panjang distribusi energi yang tidak banyak diketahui. Sebagian masyarakat mungkin hanya melihat sebuah mobil tangki melintas di jalan raya. Warnanya merah putih, ukurannya besar, dan bergerak perlahan menuju SPBU atau wilayah tujuan lain di pelosok negeri.

Nah, hanya segelintir yang mengetahui bahwa perjalanan energi yang dibawanya amat menantang. Kadang kala melintasi pegunungan, menyeberangi laut, hingga menjangkau pulau-pulau kecil yang jauh dari pusat kota.

Di balik perjalanan itu, ada ribuan pekerja yang memastikan bahan bakar minyak (BBM) tetap tersedia untuk masyarakat. Ada pula perusahaan yang selama hampir tiga dekade menjadi bagian dari rantai distribusi energi nasional: PT Elnusa Petrofin.

Tepat 5 Juli 2026 mendatang, Elnusa Petrofin memasuki usia ke-30 tahun. Selama rentang waktu tersebut, perusahaan yang merupakan bagian dari keluarga besar Pertamina itu menjelma menjadi salah satu ujung tombak distribusi energi nasional.

Manager Corporate Communication & Relation PT Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menyampaikan tugas perusahaannya terdengar sederhana yakni mengantarkan energi agar dapat dinikmati masyarakat. Namun, diakuinya prosesnya penuh perjuangan dan tidak sesederhana itu.

"Ibaratnya, masyarakat terima bersih saja bahwa energi selalu tersedia di lokasi mereka, sedangkan bagaimana kerumitan proses di baliknya menjadi tanggung jawab kami," kata Arsa-sapaan akrabnya, di Makassar.

Ia bercerita perjalanan mengantarkan energi sangat kompleks. Terlebih di wilayah 3T alias Tertinggal, Terdepan, dan Terluar. Begitu juga dengan wilayah terdampak bencana.

Di Sulawesi Selatan, distribusi BBM harus menjangkau kawasan pegunungan seperti Bontocani dan Tonra di Kabupaten Bone. Di sisi lain, pasokan energi juga harus hadir di wilayah kepulauan seperti Sangkarrang dan Liukang.

Perjalanan menjadi lebih menantang ketika berbicara mengenai wilayah 3T di Indonesia. Di daerah-daerah seperti Papua dan Kalimantan, akses distribusi sering kali tidak bisa mengandalkan jalan raya semata.

Karena itu, Elnusa Petrofin menerapkan sistem distribusi multimoda. BBM diangkut menggunakan kapal besar, dipindahkan ke kapal yang lebih kecil, lalu diteruskan menggunakan moda transportasi lain hingga mencapai titik tujuan.

Arsa bahkan pernah menyaksikan sendiri bagaimana energi didistribusikan menggunakan perahu kecil yang hanya mampu membawa satu drum BBM dan seorang pengemudi.

Terkadang ongkos untuk mengantarkan energi ke wilayah terpencil bisa sangat besar. Namun, Elnusa Petrofin berkomitmen menjalankan amanat pemerintah untuk memastikan akses energi yang merata.

"Alhamdulillah, kami menjadi salah satu ujung tombak Pertamina dalam mendistribusikan energi, terutama dalam mendukung program pemerintah yaitu BBM Satu Harga. Dengan kondisi geografis Indonesia, secara logika, mungkin terdengar sulit bagaimana harga bisa sama dengan di kota. Namun, itulah hebatnya pemerintah kita dengan bantuan Pertamina, dan kami di Elnusa Petrofin bekerja keras di lapangan agar BBM bisa merata dan memiliki satu harga," jelasnya.

Tantangan tidak kalah sulit tatkala terjadi bencana. Menurut Arsa, tugas dan tanggung jawab mengantarkan energi tetap harus dijalankan. Saat banjir melanda Aceh dan Sumatera Utara, ia menyebut distribusi energi bahkan menggunakan pesawat perintis.

Di samping itu, perusahaan mengerahkan sejumlah armada dari Pulau Jawa untuk mem-back up penyaluran BBM. Hal itu dilakukan karena tidak sedikit truk tangki yang terlanjur terjebak di lokasi bencana.

Salah satu awak mobil tangki Pertamina, Gembira Sirait, menyampaikan tugas mengantarkan energi harus tetap dijalankan demi memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat, apalagi di tengah bencana. Hal itu dilaluinya saat bencana banjir Aceh dan Sumatera Utara.

Ia menyaksikan sejumlah rumah ambruk diterjang banjir dan akses jalan pun sangat sulit. Saat menjalankan tugas mulia itu, rumah Gembira pun sebenarnya ikut terdampak banjir. Ia pun mengaku lelah, tapi rasa tanggung jawab menuntutnya untuk menuntaskan tugas mengantarkan energi.

"Itu tugas kita Pak, harus kita kerjakan untuk masyarakat. Itu memang keperluan masyarakat, jadi itu harus kita kerjakan. Lelah Pak, itu memang harus kita tahankan itu. Ya, namanya itu pekerjaan kita. Kita bangga, kita bisa sampai tujuan, bisa kita melayani masyarakat," tuturnya.
Tiga Dekade Elnusa Petrofin: Mengantarkan Energi, Menggerakkan Ekonomi

Energi Penggerak Kehidupan
Bagi sebagian orang, BBM hanyalah produk yang dibeli di SPBU. Namun bagi masyarakat, khususnya di daerah, energi sering kali menjadi penentu bergerak atau tidaknya roda kehidupan.

Ketika pasokan energi tersedia, nelayan dapat melaut dan petani bisa tetap mengoperasikan alat pertanian. Semua itu memastikan aktivitas ekonomi, seperti perdagangan tetap berjalan.

Sebaliknya, gangguan distribusi energi bisa berdampak pada banyak sektor sekaligus. Karena itulah, menjaga kelancaran pasokan energi pada dasarnya juga berarti menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kalau energi terganggu, dampaknya akan sangat besar terhadap masyarakat dan perekonomian," ujar Arsa.

Peran itu membuat distribusi energi tidak sekadar soal mengangkut BBM dari satu titik ke titik lain. Lebih dari itu, distribusi energi menjadi bagian dari upaya menjaga denyut ekonomi tetap bergerak.

Kiprah Elnusa Petrofin dalam menggerakkan ekonomi sendiri tidak hanya berhenti pada tugas mengantarkan energi. Perusahaan juga mengambil inisiatif dengan berbagai program pemberdayaan UMKM dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Tiga Dekade Elnusa Petrofin: Mengantarkan Energi, Menggerakkan Ekonomi

Teknologi Jaga Keselamatan
Di balik perjalanan panjang distribusi energi, Elnusa Petrofin tetap menempatkan aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Menurut Arsa, setiap hari, awak mobil tangki harus menghadapi berbagai tantangan di jalan raya. Mulai dari cuaca buruk, medan berat, hingga perilaku pengendara lain yang tidak selalu memahami risiko berkendara di sekitar kendaraan pengangkut BBM.

Untuk meminimalkan risiko, Elnusa Petrofin menerapkan prosedur keselamatan yang ketat. Sebelum beroperasi, kendaraan wajib menjalani pemeriksaan kelayakan. Pengemudi juga harus melalui pemeriksaan kesehatan guna memastikan kondisi fisik dan mental mereka siap bertugas.

Elnusa Petrofin bahkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dipasang di dalam kabin kendaraan. Teknologi tersebut mampu mendeteksi tanda-tanda kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga perilaku berkendara yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Seluruh armada dipantau secara real time melalui Road Traffic Control (RTC) di Jakarta. Arsa menegaskan keselamatan awak mobil tangki sama pentingnya dengan memastikan energi sampai ke tujuan.

"Kami tidak hanya bertanggung jawab mengantarkan energi, tetapi juga memastikan personel kami kembali dengan selamat kepada keluarganya," ujarnya.

Inovasi RTC dan Remote Asset Daily Activity Recorder (RADAR) dari Elnusa Petrofin diketahui telah mendapatkan apresiasi sejumlah pihak. Di antaranya yakni dari Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dan Ketua Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT), Soerjanto Tjahjono.

Soerjanto mengapresiasi inovasi strategis dari Elnusa Petrofin yang membangun budaya tata kelola keselamatan berbasis digital. "Pendekatan digital seperti ini merupakan langkah maju dalam memperkuat keselamatan transportasi darat di sektor logistik energi nasional. Model asesmen keselamatan yang diterapkan Elnusa Petrofin bisa menjadi contoh positif bagi industri logistik energi,” jelasnya.

Sekadar diketahui, RTC yang dikembangkan oleh Elnusa Petrofin berfungsi sebagai pusat kendali distribusi energi skala nasional. Lewat sistem ini, perusahaan bisa memonitor ribuan armada mobil tangki secara real-time di seluruh Indonesia.

RTC dilengkapi dengan integrasi GPS Tracking dan CCTV berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk memantau kondisi armada, mendeteksi potensi risiko seperti pelanggaran kecepatan, kelelahan pengemudi, atau penyimpangan rute, serta memungkinkan intervensi cepat dalam mencegah insiden.

Sementara itu, RADAR merupakan langkah strategis Elnusa Petrofin dalam meningkatkan aspek keselamatan operasional dan integritas aset Perusahaan. Melalui RADAR, Elnusa Petrofin mampu mengoptimalkan pemantauan aset-aset di area yang memerlukan pemantauan khusus dan berstatus remote.

Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, sebelumnya menyampaikan pihaknya terus berupaya mewujudkan transformasi digital dan keselamatan operasional di seluruh rantai distribusi energi nasional.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan inovasi digital sebagai fondasi dalam memperkuat HSSE excellence dan memastikan distribusi energi nasional berjalan dengan aman, andal, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru