Baru Tiga Tahun Berdiri, SD Islam Athirah Bone Koleksi 24 Prestasi
Rabu, 22 Jul 2026 13:52
Meski baru beroperasi sejak 2024, SD Islam Athirah Bone menunjukkan capaian membanggakan. Dalam tiga tahun perjalanannya, sekolah ini membukukan 24 prestasi di berbagai ajang kompetisi. Foto/IST
BONE - Meski baru beroperasi sejak 2024, SD Islam Athirah Bone mampu menunjukkan capaian yang membanggakan. Dalam tiga tahun perjalanannya, sekolah ini berhasil membukukan 24 prestasi di berbagai ajang kompetisi, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Deretan prestasi tersebut diraih pada berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Di tingkat nasional, siswa SD Islam Athirah Bone mengoleksi 10 medali dari ajang English, Mathematics and Science Olympiad (EMSO) 2026 dan Indonesia Mathematics and Science Competition (IMSC) 2026. Raihan itu terdiri atas satu medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu.
Tak hanya itu, para siswa juga menorehkan prestasi pada kompetisi matematika tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, serta meraih sejumlah gelar juara dalam Anging Mammiri Championship Series III pada cabang olahraga renang dan menembak.
Secara keseluruhan, dari 24 prestasi yang diraih, siswa SD Islam Athirah Bone berhasil mengumpulkan enam medali emas atau juara pertama, delapan medali perak atau juara kedua, serta 10 medali perunggu atau juara ketiga. Prestasi tersebut berasal dari berbagai bidang, di antaranya sains, matematika, bahasa Inggris, renang, dan menembak.
Kepala SD Islam Athirah Bone, Eva Rukmana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang terus dikembangkan sejak sekolah mulai beroperasi. Menurutnya, tantangan terbesar sebagai sekolah yang masih baru bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun budaya kompetitif dan mental juara di kalangan peserta didik.
"Tantangan utama sebagai sekolah yang baru beroperasi tentu saja membangun budaya dan mental juara dari nol. Awalnya kami mendorong anak-anak mengikuti lomba sambil melakukan persiapan menghadapi kompetisi. Persiapan dilakukan secara intensif menjelang pelaksanaan lomba, dan yang tidak kalah penting adalah melatih mental mereka agar siap menghadapi hasil apa pun, termasuk ketika belum berhasil menjadi juara," ujar Eva.
Seiring perkembangan sekolah, pola pembinaan pun terus disempurnakan. Jika sebelumnya latihan lebih difokuskan menjelang perlombaan, kini pembinaan menjadi bagian dari proses belajar yang berlangsung sepanjang tahun. Langkah tersebut dilakukan agar siswa memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri saat mengikuti kompetisi.
"Kami terus mengevaluasi sistem pembinaan. Anak-anak tidak hanya dilatih ketika akan mengikuti lomba, tetapi harus memiliki bekal sejak jauh hari. Dengan begitu, mereka lebih siap, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri saat mengikuti kompetisi," katanya.
Eva menambahkan, keberhasilan para siswa tidak lepas dari dukungan orang tua yang berperan sebagai mitra sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya berprestasi sekaligus mendukung pengembangan berbagai program pendidikan di SD Islam Athirah Bone.
"Peran orang tua sangat besar dalam mendukung prestasi anak. Banyak orang tua yang memberikan dukungan melalui kelas tambahan, les, maupun pendampingan belajar di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua inilah yang menjadi kekuatan SD Islam Athirah Bone, baik dalam pengembangan prestasi maupun pengembangan program-program sekolah lainnya," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang peraih medali nasional, Muhammad Gibran, mengaku bangga dapat menyumbangkan prestasi bagi sekolahnya. Ia mengatakan latihan bersama guru serta dukungan orang tua menjadi motivasi yang membuatnya lebih percaya diri saat mengikuti perlombaan.
"Senang sekali. Saya mau belajar lebih rajin lagi supaya nanti bisa ikut lomba lagi dan bisa juara lagi," ujar Gibran.
Deretan prestasi tersebut diraih pada berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. Di tingkat nasional, siswa SD Islam Athirah Bone mengoleksi 10 medali dari ajang English, Mathematics and Science Olympiad (EMSO) 2026 dan Indonesia Mathematics and Science Competition (IMSC) 2026. Raihan itu terdiri atas satu medali emas, empat medali perak, dan lima medali perunggu.
Tak hanya itu, para siswa juga menorehkan prestasi pada kompetisi matematika tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, serta meraih sejumlah gelar juara dalam Anging Mammiri Championship Series III pada cabang olahraga renang dan menembak.
Secara keseluruhan, dari 24 prestasi yang diraih, siswa SD Islam Athirah Bone berhasil mengumpulkan enam medali emas atau juara pertama, delapan medali perak atau juara kedua, serta 10 medali perunggu atau juara ketiga. Prestasi tersebut berasal dari berbagai bidang, di antaranya sains, matematika, bahasa Inggris, renang, dan menembak.
Kepala SD Islam Athirah Bone, Eva Rukmana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pembinaan yang terus dikembangkan sejak sekolah mulai beroperasi. Menurutnya, tantangan terbesar sebagai sekolah yang masih baru bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun budaya kompetitif dan mental juara di kalangan peserta didik.
"Tantangan utama sebagai sekolah yang baru beroperasi tentu saja membangun budaya dan mental juara dari nol. Awalnya kami mendorong anak-anak mengikuti lomba sambil melakukan persiapan menghadapi kompetisi. Persiapan dilakukan secara intensif menjelang pelaksanaan lomba, dan yang tidak kalah penting adalah melatih mental mereka agar siap menghadapi hasil apa pun, termasuk ketika belum berhasil menjadi juara," ujar Eva.
Seiring perkembangan sekolah, pola pembinaan pun terus disempurnakan. Jika sebelumnya latihan lebih difokuskan menjelang perlombaan, kini pembinaan menjadi bagian dari proses belajar yang berlangsung sepanjang tahun. Langkah tersebut dilakukan agar siswa memiliki kesiapan yang lebih matang, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri saat mengikuti kompetisi.
"Kami terus mengevaluasi sistem pembinaan. Anak-anak tidak hanya dilatih ketika akan mengikuti lomba, tetapi harus memiliki bekal sejak jauh hari. Dengan begitu, mereka lebih siap, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri saat mengikuti kompetisi," katanya.
Eva menambahkan, keberhasilan para siswa tidak lepas dari dukungan orang tua yang berperan sebagai mitra sekolah. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam membangun budaya berprestasi sekaligus mendukung pengembangan berbagai program pendidikan di SD Islam Athirah Bone.
"Peran orang tua sangat besar dalam mendukung prestasi anak. Banyak orang tua yang memberikan dukungan melalui kelas tambahan, les, maupun pendampingan belajar di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua inilah yang menjadi kekuatan SD Islam Athirah Bone, baik dalam pengembangan prestasi maupun pengembangan program-program sekolah lainnya," tuturnya.
Sementara itu, salah seorang peraih medali nasional, Muhammad Gibran, mengaku bangga dapat menyumbangkan prestasi bagi sekolahnya. Ia mengatakan latihan bersama guru serta dukungan orang tua menjadi motivasi yang membuatnya lebih percaya diri saat mengikuti perlombaan.
"Senang sekali. Saya mau belajar lebih rajin lagi supaya nanti bisa ikut lomba lagi dan bisa juara lagi," ujar Gibran.
(TRI)
Berita Terkait
News
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
Safari Media merupakan program kerja Humas ARTHAVA yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja media.
Selasa, 08 Sep 2026 16:18
News
Bikin Milkshake Sendiri, Siswa Kelas 1 SD Islam Athirah Belajar Mandiri di Dairyland
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin peka terhadap lingkungan di sekitar mereka.
Kamis, 03 Sep 2026 12:58
News
Khitan Massal SD Islam Athirah Makassar Diikuti 20 Anak
Sebanyak 20 anak usia sekolah dasar menjalani khitan massal yang digelar SD Islam Athirah Makassar, Minggu (30/08) pagi.
Senin, 31 Agu 2026 18:04
News
Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi
Sebanyak 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mempelajari strategi mendorong transformasi sekolah yang terukur melalui pendekatan Objectives and Key Results (OKR).
Kamis, 20 Agu 2026 16:55
News
BMJ TK Islam Athirah Bukit Baruga Punya Pengurus Baru Periode 2026–2028
A. Arindah terpilih sebagai Ketua Badan Musyawarah Jamaah (BMJ) TK Islam Athirah Bukit Baruga periode 2026–2028 melalui pemungutan suara yang digelar Selasa (18/8/2026).
Rabu, 19 Agu 2026 11:21
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen