Astra Motor Sulsel Bagikan Tips Berkendara Aman & Nyaman saat Puasa
Kamis, 13 Mar 2025 14:15
Astra Motor Sulsel memberikan beberapa tips berkendara aman dan nyaman saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1446 Hijriah. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Salah satu hikmah penting dalam bulan Ramadhan adalah mengendalikan diri dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk saat berkendara di jalan raya. Kendali diri yang baik diperlukan agar perjalanan tetap aman dan ibadah puasa tetap berjalan lancar.
“Pengendara sepeda motor harus bisa mengendalikan diri dan ekstra sabar dalam menghadapi diri sendiri maupun sesama pengguna jalan. Tujuannya agar puasa tidak kehilangan pahala dan aktivitas berkendara tetap aman dan nyaman,” ujar Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Habib Permadi.
Terkait hal itu, Asmo Sulsel memberikan beberapa tips berkendara selama bulan puasa. Berikut adalah tips yang dapat membantu pengendara tetap aman dan nyaman:
1. Persiapan Perjalanan
Persiapkan perjalanan sejak sahur dengan mengonsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Pastikan juga menggunakan perlengkapan berkendara seperti jaket, helm, sarung tangan, serta surat-surat berkendara. Jangan lupa membawa masker dan hand sanitizer untuk menjaga protokol kesehatan selama berkendara.
“Jangan lupa untuk menggunakan perlengkapan berkendara, seperti jaket, helm, dan sarung tangan serta surat-surat berkendara. Masker dan juga hand sanitizer tetap diperlukan agar kita tetap menjaga protokol kesehatan selama berkendara,” ujar Habib.
2. Memperhatikan Rute Perjalanan
Gunakan aplikasi penunjuk jalan untuk memilih rute yang lebih efisien. Aplikasi ini membantu melihat situasi jalan dan memilih alternatif yang lebih aman. Aktifkan fitur panduan suara agar Anda tidak perlu melihat layar aplikasi saat berkendara.
“Namun apabila kurang yakin dan ingin melakukan pengecekan rute, maka melihat aplikasi penunjuk jalan hanya boleh dilakukan saat berhenti atau menepi sejenak di bahu jalan,” kata Habib.
3. Istirahat Cukup
Kurangnya waktu tidur saat bulan Ramadhan bisa menyebabkan micro sleep. Untuk pengendara yang merasa mengantuk, istirahat sejenak selama 10 menit bisa membantu mengembalikan konsentrasi.
4. Berpikir Positif
Kebersamaan saat berbuka puasa seringkali membuat kita menantikan pulang kerja. Namun, kondisi lalu lintas yang padat bisa memicu emosi. Oleh karena itu, penting untuk tetap berpikir positif terhadap pengendara lain, memiliki toleransi, dan sabar agar perjalanan tetap lancar dan aman.
5. Perhatikan Prediksi Bahaya
Saat mendekati waktu berbuka, pastikan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Banyak pengguna jalan yang tiba-tiba membelok ke tepi jalan untuk berbuka, sehingga Anda perlu lebih waspada.
6. Kuasai Teknik Berkendara yang Tepat
Menguasai teknik berkendara yang tepat sesuai jenis motor dan kondisi jalan adalah kunci untuk berkendara yang aman dan nyaman. Patuhi juga rambu lalu lintas yang berlaku.
“Dengan memperhatikan kondisi tubuh kita, konsentrasi serta emosi dapat dikendalikan lebih baik. Didukung cara berkendara yang tepat, berkendara menjadi aman dan nyaman, ibadah puasa pun menjadi lancar,” tutup Habib.
“Pengendara sepeda motor harus bisa mengendalikan diri dan ekstra sabar dalam menghadapi diri sendiri maupun sesama pengguna jalan. Tujuannya agar puasa tidak kehilangan pahala dan aktivitas berkendara tetap aman dan nyaman,” ujar Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), Habib Permadi.
Terkait hal itu, Asmo Sulsel memberikan beberapa tips berkendara selama bulan puasa. Berikut adalah tips yang dapat membantu pengendara tetap aman dan nyaman:
1. Persiapan Perjalanan
Persiapkan perjalanan sejak sahur dengan mengonsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih agar tidak dehidrasi. Pastikan juga menggunakan perlengkapan berkendara seperti jaket, helm, sarung tangan, serta surat-surat berkendara. Jangan lupa membawa masker dan hand sanitizer untuk menjaga protokol kesehatan selama berkendara.
“Jangan lupa untuk menggunakan perlengkapan berkendara, seperti jaket, helm, dan sarung tangan serta surat-surat berkendara. Masker dan juga hand sanitizer tetap diperlukan agar kita tetap menjaga protokol kesehatan selama berkendara,” ujar Habib.
2. Memperhatikan Rute Perjalanan
Gunakan aplikasi penunjuk jalan untuk memilih rute yang lebih efisien. Aplikasi ini membantu melihat situasi jalan dan memilih alternatif yang lebih aman. Aktifkan fitur panduan suara agar Anda tidak perlu melihat layar aplikasi saat berkendara.
“Namun apabila kurang yakin dan ingin melakukan pengecekan rute, maka melihat aplikasi penunjuk jalan hanya boleh dilakukan saat berhenti atau menepi sejenak di bahu jalan,” kata Habib.
3. Istirahat Cukup
Kurangnya waktu tidur saat bulan Ramadhan bisa menyebabkan micro sleep. Untuk pengendara yang merasa mengantuk, istirahat sejenak selama 10 menit bisa membantu mengembalikan konsentrasi.
4. Berpikir Positif
Kebersamaan saat berbuka puasa seringkali membuat kita menantikan pulang kerja. Namun, kondisi lalu lintas yang padat bisa memicu emosi. Oleh karena itu, penting untuk tetap berpikir positif terhadap pengendara lain, memiliki toleransi, dan sabar agar perjalanan tetap lancar dan aman.
5. Perhatikan Prediksi Bahaya
Saat mendekati waktu berbuka, pastikan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Banyak pengguna jalan yang tiba-tiba membelok ke tepi jalan untuk berbuka, sehingga Anda perlu lebih waspada.
6. Kuasai Teknik Berkendara yang Tepat
Menguasai teknik berkendara yang tepat sesuai jenis motor dan kondisi jalan adalah kunci untuk berkendara yang aman dan nyaman. Patuhi juga rambu lalu lintas yang berlaku.
“Dengan memperhatikan kondisi tubuh kita, konsentrasi serta emosi dapat dikendalikan lebih baik. Didukung cara berkendara yang tepat, berkendara menjadi aman dan nyaman, ibadah puasa pun menjadi lancar,” tutup Habib.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Rayakan HUT ke-19, Gowata Sakti Motor Berbagi Al-Quran dan Iqro di Gowa
Memperingati anniversary ke-19, Gowata Sakti Motor menggelar kegiatan sosial dengan menyalurkan bantuan keagamaan kepada Masjid Al Arif Mangalli, Kabupaten Gowa, Minggu (10/5/2026).
Senin, 11 Mei 2026 14:33
News
Edukasi Safety Riding di SMKN 1 Gowa, Asmo Sulsel Ingatkan Bahaya Hilang Fokus di Jalan
Melalui kegiatan edukasi safety riding, Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menyambangi SMKN 1 Gowa pada Jumat, 8 Mei 2026.
Minggu, 10 Mei 2026 13:43
News
Asmo Sulsel Hadirkan Journalist Competition 2026, Apresiasi untuk Insan Media
Asmo Sulsel resmi memulai rangkaian Astra Motor Journalist Competition 2026 melalui kegiatan Kick Off Journalist Competition 2026 yang digelar pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Sabtu, 09 Mei 2026 16:44
Ekbis
Rayakan Anniversary ke-19, Dealer Gowata Sakti Motor Gelar Donor Darah untuk Masyarakat
Dealer Gowata Sakti Motor sebagai salah satu jaringan dealer sepeda motor Honda di bawah naungan Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel), menggelar aksi donor darah yang terbuka untuk masyarakat umum.
Jum'at, 08 Mei 2026 18:31
News
Asmo Sulsel dan Satlantas Polres Gowa Edukasi Pelajar soal Safety Riding
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar, Asmo Sulsel kembali mengadakan edukasi safety riding untuk siswa sekolah menengah.
Kamis, 07 Mei 2026 12:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
4
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
4
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa