Siswa Berkebutuhan Khusus Athirah Bersinar di Pentas Inklusi
Selasa, 12 Mei 2026 13:02
Sebanyak 61 PDBK dari unit Athirah Kajaolalido, Bukit Baruga, dan Racing Center menampilkan beragam bakat dan minat, mulai dari tari, menyanyi, hingga musikalisasi puisi. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Puluhan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) dari Sekolah Islam Athirah tampil percaya diri dalam kegiatan Pentas Inklusi bertema “It’s Showtime: Shine Your Light” di Auditorium Athirah, Selasa (12/5/2026).
Sebanyak 61 PDBK dari unit Athirah Kajaolalido, Bukit Baruga, dan Racing Center menampilkan beragam bakat dan minat, mulai dari tari, menyanyi, musikalisasi puisi, pantomim, perkusi, hingga permainan piano. Adapun siswa dari unit Athirah Bone ikut berpartisipasi dengan mengirimkan video.
Pentas inklusi tidak sekadar diisi dengan performa siswa dan siswi berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lelang karya hasil kreativitas siswa.
Kepala Seksi Pendidikan Inklusi Sekolah Islam Athirah, Andi Opu, mengatakan Pentas Inklusi merupakan salah satu program unggulan Sekolah Islam Athirah untuk menunjukkan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus kepada masyarakat luas.
“Goals kegiatan ini adalah memperlihatkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus punya kemampuan. Mereka adalah bintang dan bisa bersinar dengan sinarnya masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta, termasuk orang tua siswa, pimpinan sekolah, siswa reguler, hingga tamu eksternal dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota, Asosiasi Terapi Perilaku Indonesia (ATPI), konsultan inklusi, serta para perintis pendidikan inklusi di Athirah.
Menurut Andi Opu, persiapan pentas tahun ini terbilang singkat karena bertepatan dengan jadwal ujian dan agenda sekolah lainnya. Meski demikian, latihan intensif selama kurang dari satu bulan mampu menghadirkan penampilan yang memukau.
“Anak-anak ketika terus dilatih pasti punya minat dan bakat yang bisa ditampilkan, dan alhamdulillah hari ini bisa diwujudkan,” katanya.
Salah satu hal yang paling menarik dalam pentas tahun ini adalah tingginya kolaborasi antara siswa reguler dan PDBK. Dalam sejumlah penampilan, siswa reguler tampak ikut mendampingi dan tampil bersama teman-teman mereka di atas panggung.
“Antusias teman-teman reguler tahun ini lebih banyak. Mereka ikut membantu saat pementasan tari, pantomim, dan lainnya. Jadi benar-benar tampil bersama,” jelasnya.
Tidak hanya siswa, perwakilan orang tua juga turut ambil bagian dalam penampilan penutup dengan bernyanyi bersama PDBK Sekolah Islam Athirah.
Selain pertunjukan seni, perhatian pengunjung juga tertuju pada lelang karya yang dibuat langsung oleh para PDBK. Karya tersebut disiapkan bersama guru pendamping khusus (GPK) mulai dari proses penyediaan bahan hingga penyelesaian karya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Andi Sani Silwanah, mengaku terharu melihat perkembangan anaknya setelah bersekolah di Athirah.
Ia menceritakan anaknya didiagnosis ADHD sejak usia tiga tahun dan kemudian diketahui mengalami disleksia setelah pemeriksaan dokter. Sebelum masuk sekolah inklusi di Athirah, anaknya mengalami kesulitan berinteraksi dan belajar di sekolah umum.
“Anak saya masuk dalam kondisi zero, sekarang kami takjub karena sudah bisa baca puisi,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak semua sekolah mampu memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus sehingga orang tua perlu memilih sekolah yang tepat untuk mendukung perkembangan anak.
Sebanyak 61 PDBK dari unit Athirah Kajaolalido, Bukit Baruga, dan Racing Center menampilkan beragam bakat dan minat, mulai dari tari, menyanyi, musikalisasi puisi, pantomim, perkusi, hingga permainan piano. Adapun siswa dari unit Athirah Bone ikut berpartisipasi dengan mengirimkan video.
Pentas inklusi tidak sekadar diisi dengan performa siswa dan siswi berkebutuhan khusus. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan lelang karya hasil kreativitas siswa.
Kepala Seksi Pendidikan Inklusi Sekolah Islam Athirah, Andi Opu, mengatakan Pentas Inklusi merupakan salah satu program unggulan Sekolah Islam Athirah untuk menunjukkan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus kepada masyarakat luas.
“Goals kegiatan ini adalah memperlihatkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus punya kemampuan. Mereka adalah bintang dan bisa bersinar dengan sinarnya masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 350 peserta, termasuk orang tua siswa, pimpinan sekolah, siswa reguler, hingga tamu eksternal dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota, Asosiasi Terapi Perilaku Indonesia (ATPI), konsultan inklusi, serta para perintis pendidikan inklusi di Athirah.
Menurut Andi Opu, persiapan pentas tahun ini terbilang singkat karena bertepatan dengan jadwal ujian dan agenda sekolah lainnya. Meski demikian, latihan intensif selama kurang dari satu bulan mampu menghadirkan penampilan yang memukau.
“Anak-anak ketika terus dilatih pasti punya minat dan bakat yang bisa ditampilkan, dan alhamdulillah hari ini bisa diwujudkan,” katanya.
Salah satu hal yang paling menarik dalam pentas tahun ini adalah tingginya kolaborasi antara siswa reguler dan PDBK. Dalam sejumlah penampilan, siswa reguler tampak ikut mendampingi dan tampil bersama teman-teman mereka di atas panggung.
“Antusias teman-teman reguler tahun ini lebih banyak. Mereka ikut membantu saat pementasan tari, pantomim, dan lainnya. Jadi benar-benar tampil bersama,” jelasnya.
Tidak hanya siswa, perwakilan orang tua juga turut ambil bagian dalam penampilan penutup dengan bernyanyi bersama PDBK Sekolah Islam Athirah.
Selain pertunjukan seni, perhatian pengunjung juga tertuju pada lelang karya yang dibuat langsung oleh para PDBK. Karya tersebut disiapkan bersama guru pendamping khusus (GPK) mulai dari proses penyediaan bahan hingga penyelesaian karya.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Andi Sani Silwanah, mengaku terharu melihat perkembangan anaknya setelah bersekolah di Athirah.
Ia menceritakan anaknya didiagnosis ADHD sejak usia tiga tahun dan kemudian diketahui mengalami disleksia setelah pemeriksaan dokter. Sebelum masuk sekolah inklusi di Athirah, anaknya mengalami kesulitan berinteraksi dan belajar di sekolah umum.
“Anak saya masuk dalam kondisi zero, sekarang kami takjub karena sudah bisa baca puisi,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak semua sekolah mampu memahami kebutuhan anak berkebutuhan khusus sehingga orang tua perlu memilih sekolah yang tepat untuk mendukung perkembangan anak.
(TRI)
Berita Terkait
News
Gandeng Athirah, SMP - SMA Perguruan Islam Siap Bertransformasi & Bangkit
SMP - SMA Perguruan Islam yang berlokasi di Jalan Datu Museng, Makassar, bersiap melakukan transformasi dan bangkit. Mereka menggandeng Sekolah Islam Athirah.
Senin, 10 Agu 2026 12:01
News
SMP Islam Athirah Gelar Eskul Fair, Wadah Murid Temukan Minat dan Potensi
Sebanyak 22 ekstrakurikuler diperkenalkan kepada murid baru dalam Eskul Fair 2026 yang digelar SMP Islam Athirah Makassar di Auditorium Sekolah Islam Athirah, Kamis (30/7).
Jum'at, 31 Jul 2026 10:04
News
UMI Perkuat Ketahanan Mental Orang Tua ABK melalui Edukasi, Skrining, dan Inovasi Digital
Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kesehatan mental masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Penguatan Ketahanan Psikososial dan Literasi Kesehatan Mental Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus
Jum'at, 24 Jul 2026 07:27
News
Baru Tiga Tahun Berdiri, SD Islam Athirah Bone Koleksi 24 Prestasi
Meski baru beroperasi sejak 2024, SD Islam Athirah Bone mampu menunjukkan capaian yang membanggakan. Dalam tiga tahun perjalanannya, sekolah ini berhasil membukukan 24 prestasi di berbagai ajang kompetisi.
Rabu, 22 Jul 2026 13:52
News
Al Kahfi Time, Tradisi Jumat yang Menguatkan Spiritualitas Insan Athirah
Setiap pekan, seluruh guru, tenaga kependidikan, maupun jajaran manajemen Sekolah Islam Athirah mengawali aktivitas dengan mengikuti Al Kahfi Time.
Jum'at, 17 Jul 2026 11:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
IAS Roadshow ke Daerah, Tegaskan Kekuatan Golkar Harus Merata di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
IAS Roadshow ke Daerah, Tegaskan Kekuatan Golkar Harus Merata di Sulsel