Kolaborasi Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI Generasi Muda
Selasa, 12 Mei 2026 16:33
Para peserta mengikuti kuliah umum dan workshop terkait AI dan Smart Technology di Kalla Institute, beberapa waktu lalu. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin cepat membuat dunia pendidikan perlu ikut beradaptasi. Menjawab tantangan tersebut, Kalla Institute terus memperkuat kesiapan mahasiswa dan siswa agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.
AI kini tidak lagi dipandang sebagai teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari dan pendorong utama transformasi di berbagai sektor.
Dalam upaya tersebut, Kalla Institute menggandeng dua Google Developer Expert di bidang AI dan Google Cloud, yaitu Joan Santoso, dan Prof Esther Irawati Setiawan. Keduanya hadir dalam workshop untuk memberikan pembekalan terkait AI dan Smart Technology kepada para peserta.
Sesi pembuka mengangkat materi “Artificial Intelligence & Simulation: AI untuk Semua Navigasi di Era Kecerdasan Artificial”. Dalam pemaparannya, Joan menegaskan bahwa AI telah berkembang menjadi teknologi yang dekat dengan kehidupan manusia dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan. Ia juga menyoroti bagaimana AI terus berevolusi untuk membantu berbagai aktivitas manusia secara lebih efektif.
“Dari yang awalnya AI hanya digunakan untuk satu jenis pekerjaan saja, sekarang sudah bertransformasi menjadi sebuah alat untuk membantu setiap kegiatan manusia,” ungkap Joan.
Sementara itu, Prof Esther membawakan materi bertajuk “Akselerasi Kompetensi Teknologi Cerdas (Smart Technology)”. Dalam sesi ini, peserta diajak langsung mencoba membuat aplikasi atau website sederhana menggunakan Google AI Studio, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga praktik implementasi AI.
Prof Esther Irawati Setiawan menjelaskan pendekatan ini dirancang agar peserta lebih mudah memahami cara kerja AI dalam kehidupan nyata.
"Cara kerjanya simple, pengguna hanya perlu memasukkan prompt yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan tools ini, peserta bisa dengan mudah memanfaatkan AI lebih jauh lagi dan bisa belajar lebih baik lagi,” ungkapnya.
Workshop ini berlangsung selama dua hari pada awal Mei 2026 di American Corner Bikinbikin Creative Hub NIPAH Park serta Auditorium Kalla Institute. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi.
Dosen pengampu, Andi Hutami Endang, menegaskan pentingnya pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran modern.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan siswa maupun mahasiswa agar mulai memanfaatkan AI secara aktif. Dengan mengenal fungsi dan tujuan AI, kita bisa mengolah data disekitar kita menjadi barang berharga seperti AI,’” jelasnya.
Sebagai institusi yang berfokus pada teknologi dan bisnis di Makassar, Kalla Institute terus berupaya menghadirkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Fokus utamanya adalah mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor teknologi yang terus berkembang.
AI kini tidak lagi dipandang sebagai teknologi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam aktivitas sehari-hari dan pendorong utama transformasi di berbagai sektor.
Dalam upaya tersebut, Kalla Institute menggandeng dua Google Developer Expert di bidang AI dan Google Cloud, yaitu Joan Santoso, dan Prof Esther Irawati Setiawan. Keduanya hadir dalam workshop untuk memberikan pembekalan terkait AI dan Smart Technology kepada para peserta.
Sesi pembuka mengangkat materi “Artificial Intelligence & Simulation: AI untuk Semua Navigasi di Era Kecerdasan Artificial”. Dalam pemaparannya, Joan menegaskan bahwa AI telah berkembang menjadi teknologi yang dekat dengan kehidupan manusia dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan. Ia juga menyoroti bagaimana AI terus berevolusi untuk membantu berbagai aktivitas manusia secara lebih efektif.
“Dari yang awalnya AI hanya digunakan untuk satu jenis pekerjaan saja, sekarang sudah bertransformasi menjadi sebuah alat untuk membantu setiap kegiatan manusia,” ungkap Joan.
Sementara itu, Prof Esther membawakan materi bertajuk “Akselerasi Kompetensi Teknologi Cerdas (Smart Technology)”. Dalam sesi ini, peserta diajak langsung mencoba membuat aplikasi atau website sederhana menggunakan Google AI Studio, sehingga tidak hanya memahami teori tetapi juga praktik implementasi AI.
Prof Esther Irawati Setiawan menjelaskan pendekatan ini dirancang agar peserta lebih mudah memahami cara kerja AI dalam kehidupan nyata.
"Cara kerjanya simple, pengguna hanya perlu memasukkan prompt yang sesuai dengan kebutuhannya. Dengan tools ini, peserta bisa dengan mudah memanfaatkan AI lebih jauh lagi dan bisa belajar lebih baik lagi,” ungkapnya.
Workshop ini berlangsung selama dua hari pada awal Mei 2026 di American Corner Bikinbikin Creative Hub NIPAH Park serta Auditorium Kalla Institute. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi.
Dosen pengampu, Andi Hutami Endang, menegaskan pentingnya pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran modern.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajarkan siswa maupun mahasiswa agar mulai memanfaatkan AI secara aktif. Dengan mengenal fungsi dan tujuan AI, kita bisa mengolah data disekitar kita menjadi barang berharga seperti AI,’” jelasnya.
Sebagai institusi yang berfokus pada teknologi dan bisnis di Makassar, Kalla Institute terus berupaya menghadirkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri. Fokus utamanya adalah mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor teknologi yang terus berkembang.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Fokus Kembangkan AI, Indosat Tetap Bukukan Kinerja Solid dan Bagi Dividen
Di tengah tekanan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat dinilai tetap mampu menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin.
Kamis, 07 Mei 2026 10:39
News
Kalla Institute Bongkar Strategi Lolos Beasiswa untuk Siswa SMA
Untuk menjawab kebingungan dan dilema yang dihadapi siswa kelas 12 terkait pencarian beasiswa, Kalla Institute menghadirkan program edukatif melalui webinar Edutalk bertajuk “Scholarship Hacks & Future Career Planning”
Kamis, 23 Apr 2026 18:47
Ekbis
Bisachat AI Permudah UMKM Balas Chat WhatsApp Tanpa Ribet
Pengembangan Bisachat AI dimulai pada Juni 2025, berangkat dari pengalaman para pengembangnya yang kerap menghadapi tingginya volume percakapan pelanggan di berbagai bisnis digital.
Rabu, 22 Apr 2026 19:46
News
8 Dosen Kalla Institute Raih Pendanaan Riset & Pengabdian 2026
Kalla Institute kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen meraih pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Kemendiktisaintek.
Rabu, 15 Apr 2026 18:20
Ekbis
LG Hadirkan Mesin Cuci Pintar Berkapasitas Jumbo, Lebih Praktis
Kali ini, perusahaan memperkenalkan lini terbaru mesin cuci berkapasitas besar yang mengandalkan kecerdasan buatan (AI), mencakup kategori LG WashTower dan mesin cuci bukaan atas (top loading).
Rabu, 01 Apr 2026 19:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PT Satu Empat Lima Gugat Kasatker PJN III Sulsel soal Sanksi Blacklist PTUN Makassar
2
Penulisan Buku Internasional kerjasama UMI dengan Institut Terjemahan dan Buku Malaysia
3
Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
4
OJK Tingkatkan Strategi Anti-Scam Bersama Australia, Fokus Perlindungan Konsumen
5
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa