Bisachat AI Permudah UMKM Balas Chat WhatsApp Tanpa Ribet
Rabu, 22 Apr 2026 19:46
Bisachat AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda di Makassar. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Tingginya aktivitas bisnis melalui WhatsApp kini menjadi pedang bermata dua bagi pelaku usaha. Di satu sisi, komunikasi dengan pelanggan menjadi lebih mudah dan cepat. Namun di sisi lain, derasnya pesan yang masuk justru kerap menimbulkan kendala baru, mulai dari chat yang tidak terbalas hingga lambatnya respons yang berujung pada hilangnya peluang penjualan.
Kondisi ini melatarbelakangi hadirnya Bisachat AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda di Makassar. Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku usaha merespons pesan pelanggan secara otomatis, cepat, dan lebih efisien.
Pengembangan Bisachat AI dimulai pada Juni 2025, berangkat dari pengalaman para pengembangnya yang kerap menghadapi tingginya volume percakapan pelanggan di berbagai bisnis digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, WhatsApp telah berkembang menjadi salah satu kanal utama komunikasi antara bisnis dan pelanggan. Berbagai proses, mulai dari pertanyaan produk hingga transaksi, kini banyak berlangsung melalui chat.
Sayangnya, peningkatan jumlah pesan tidak selalu diimbangi dengan kapasitas tim customer service. Akibatnya, tidak sedikit pesan yang terlewat atau terlambat ditanggapi.
Business Consultant Bisachat AI, Nurhaliza A Arief yang akrab disapa Lisa, menilai kondisi ini sebagai salah satu penyebab utama hilangnya potensi penjualan.
“Banyak bisnis sebenarnya sudah memiliki permintaan tinggi, tetapi tidak semuanya bisa terlayani dengan baik karena keterbatasan dalam merespons chat,” ujarnya.
Sebagai solusi, Bisachat AI menghadirkan fitur balas chat otomatis yang memungkinkan respons cepat, bahkan di luar jam operasional. Teknologi ini difokuskan untuk menangani pertanyaan umum yang sering diajukan pelanggan, sehingga pelaku usaha tetap dapat memberikan jawaban instan tanpa harus selalu bergantung pada admin.
Menurut Lisa, kecepatan dalam merespons kini menjadi faktor krusial dalam memengaruhi keputusan pelanggan. “Pelanggan saat ini cenderung tidak menunggu lama. Jika respons lambat, mereka bisa langsung beralih ke kompetitor,” katanya.
Meski memanfaatkan teknologi AI, Bisachat AI tetap memberi ruang bagi intervensi manusia. Untuk percakapan yang lebih kompleks, sistem akan mengalihkan chat kepada admin agar tetap mendapatkan penanganan yang tepat.
Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas layanan. “AI bukan pengganti manusia, melainkan sistem pendukung. Peran manusia tetap dibutuhkan, terutama untuk interaksi yang lebih kompleks,” tambah Lisa.
Kehadiran Bisachat AI menunjukkan bahwa pelaku usaha kini tidak hanya dituntut untuk hadir secara digital, tetapi juga mampu mengelola komunikasi pelanggan dengan lebih efektif.
Seiring meningkatnya penggunaan WhatsApp dalam dunia bisnis, pemanfaatan teknologi berbasis AI diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing.
Lisa menegaskan, kecepatan dan konsistensi respons akan menjadi penentu utama dalam memenangkan pasar. “Bukan hanya soal produk, tetapi siapa yang paling cepat dan konsisten merespons pelanggan, itu yang akan unggul,” tutupnya.
Fitur Bisachat AI:
• AI Agent Expert: otomatis membalas chat dengan cerdas, mulai dari pertanyaan umum hingga follow-up
• Auto Reminder: mengirim pengingat otomatis seperti invoice, jadwal, atau update
• Follow-Up Otomatis: memastikan setiap prospek tetap diingatkan tanpa proses manual
• Auto-Assign Agent Aktif: chat langsung diarahkan ke agen yang sedang aktif
• Broadcasting & Jadwal Broadcast: kirim promo atau pengumuman ke banyak kontak sekaligus, bisa dijadwalkan
• Quick Reply & Auto Tagging: mempercepat respons dan merapikan manajemen chat
• Chat Routing: mengalihkan chat ke agen sesuai peran
• Analytics: memantau performa dan insight pelanggan
Kondisi ini melatarbelakangi hadirnya Bisachat AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh sekelompok pemuda di Makassar. Sistem ini dirancang untuk membantu pelaku usaha merespons pesan pelanggan secara otomatis, cepat, dan lebih efisien.
Pengembangan Bisachat AI dimulai pada Juni 2025, berangkat dari pengalaman para pengembangnya yang kerap menghadapi tingginya volume percakapan pelanggan di berbagai bisnis digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, WhatsApp telah berkembang menjadi salah satu kanal utama komunikasi antara bisnis dan pelanggan. Berbagai proses, mulai dari pertanyaan produk hingga transaksi, kini banyak berlangsung melalui chat.
Sayangnya, peningkatan jumlah pesan tidak selalu diimbangi dengan kapasitas tim customer service. Akibatnya, tidak sedikit pesan yang terlewat atau terlambat ditanggapi.
Business Consultant Bisachat AI, Nurhaliza A Arief yang akrab disapa Lisa, menilai kondisi ini sebagai salah satu penyebab utama hilangnya potensi penjualan.
“Banyak bisnis sebenarnya sudah memiliki permintaan tinggi, tetapi tidak semuanya bisa terlayani dengan baik karena keterbatasan dalam merespons chat,” ujarnya.
Sebagai solusi, Bisachat AI menghadirkan fitur balas chat otomatis yang memungkinkan respons cepat, bahkan di luar jam operasional. Teknologi ini difokuskan untuk menangani pertanyaan umum yang sering diajukan pelanggan, sehingga pelaku usaha tetap dapat memberikan jawaban instan tanpa harus selalu bergantung pada admin.
Menurut Lisa, kecepatan dalam merespons kini menjadi faktor krusial dalam memengaruhi keputusan pelanggan. “Pelanggan saat ini cenderung tidak menunggu lama. Jika respons lambat, mereka bisa langsung beralih ke kompetitor,” katanya.
Meski memanfaatkan teknologi AI, Bisachat AI tetap memberi ruang bagi intervensi manusia. Untuk percakapan yang lebih kompleks, sistem akan mengalihkan chat kepada admin agar tetap mendapatkan penanganan yang tepat.
Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keseimbangan antara efisiensi operasional dan kualitas layanan. “AI bukan pengganti manusia, melainkan sistem pendukung. Peran manusia tetap dibutuhkan, terutama untuk interaksi yang lebih kompleks,” tambah Lisa.
Kehadiran Bisachat AI menunjukkan bahwa pelaku usaha kini tidak hanya dituntut untuk hadir secara digital, tetapi juga mampu mengelola komunikasi pelanggan dengan lebih efektif.
Seiring meningkatnya penggunaan WhatsApp dalam dunia bisnis, pemanfaatan teknologi berbasis AI diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing.
Lisa menegaskan, kecepatan dan konsistensi respons akan menjadi penentu utama dalam memenangkan pasar. “Bukan hanya soal produk, tetapi siapa yang paling cepat dan konsisten merespons pelanggan, itu yang akan unggul,” tutupnya.
Fitur Bisachat AI:
• AI Agent Expert: otomatis membalas chat dengan cerdas, mulai dari pertanyaan umum hingga follow-up
• Auto Reminder: mengirim pengingat otomatis seperti invoice, jadwal, atau update
• Follow-Up Otomatis: memastikan setiap prospek tetap diingatkan tanpa proses manual
• Auto-Assign Agent Aktif: chat langsung diarahkan ke agen yang sedang aktif
• Broadcasting & Jadwal Broadcast: kirim promo atau pengumuman ke banyak kontak sekaligus, bisa dijadwalkan
• Quick Reply & Auto Tagging: mempercepat respons dan merapikan manajemen chat
• Chat Routing: mengalihkan chat ke agen sesuai peran
• Analytics: memantau performa dan insight pelanggan
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
LG dan Marriott Kembangkan Platform Cloud, Dorong Transformasi Teknologi Hotel
LG dan Marriott International menjalin kolaborasi strategis jangka panjang untuk mengembangkan platform cloud yang mengintegrasikan hiburan di kamar dengan berbagai teknologi untuk tamu hotel.
Sabtu, 05 Sep 2026 09:53
News
Tujuh Inovasi LG di IFA 2026, dari Kulkas AI hingga Hair Dryer
LG memperkenalkan tujuh inovasi perangkat rumah tangga di ajang IFA 2026, mulai dari kulkas berbasis AI hingga pengering rambut dan kitchen hood tanpa sentuhan
Sabtu, 05 Sep 2026 09:01
Sulsel
WA Wabup Luwu Timur Dibajak, Pelaku Minta Pinjaman Rp2 Juta
Masyarakat Luwu Timur diminta waspada terhadap modus penipuan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan pejabat daerah. Akun WhatsApp yang mencatut nama Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, diduga mengalami penyadapan atau pengambilalihan.
Rabu, 02 Sep 2026 18:43
Sulsel
Ajak UMKM Objek Wisata Ke'te' Kesu' Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Hukum KI
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan objek wisata Ke'te' Kesu', Kabupaten Toraja Utara, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelindungan hukum Kekayaan Intelektual (KI).
Rabu, 02 Sep 2026 09:49
Ekbis
OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Teknologi dan Data
OJK mendorong pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Selasa, 01 Sep 2026 13:09
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
5
Rakerda Soksi Sulsel jadi Momentum Selaraskan Program dengan Golkar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
Polda Sulsel Tangkap 22 Passobis, Kerugian Korban Tembus Rp1,1 Miliar
4
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
5
Rakerda Soksi Sulsel jadi Momentum Selaraskan Program dengan Golkar