Fokus Kembangkan AI, Indosat Tetap Bukukan Kinerja Solid dan Bagi Dividen

Kamis, 07 Mei 2026 10:39
Fokus Kembangkan AI, Indosat Tetap Bukukan Kinerja Solid dan Bagi Dividen
Di tengah tekanan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat dinilai tetap mampu menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pengembangan kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 5 Mei 2026, perseroan memaparkan arah baru perusahaan yang berfokus pada percepatan strategi AI North Star sekaligus memastikan penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham.

Di tengah tekanan kondisi makroekonomi sepanjang 2025, Indosat dinilai tetap mampu menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin. Langkah tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam mendorong pertumbuhan jangka panjang.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa transformasi perusahaan diarahkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat dan pemegang saham.

“Di Indosat, kami percaya bahwa setiap kemajuan harus menghadirkan dampak yang lebih luas dan bermakna. Fokus kami jelas: mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin. Upaya ini kami lakukan untuk mendorong kinerja yang berujung pada pertumbuhan berkelanjutan, sekaligus menghadirkan nilai nyata bagi pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Seluruh langkah ini mencerminkan semangat #LebihBaikIndosat dalam memberdayakan Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Indosat terus mempercepat ambisi AI North Star dengan membangun ekosistem AI yang terintegrasi untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

Transformasi perusahaan dimulai melalui evolusi menjadi AI-native telco. Dalam model ini, AI diintegrasikan ke seluruh operasional inti perusahaan guna menghadirkan layanan pelanggan yang lebih personal melalui teknologi AI hyper-personalization, meningkatkan produktivitas, hingga menekan efisiensi belanja modal. Pendekatan tersebut disebut turut memperkuat keterlibatan pelanggan dan menopang pertumbuhan bisnis dua digit secara berkelanjutan.

Tak hanya berfokus pada layanan konektivitas, Indosat juga memperluas bisnisnya menjadi AI TechCo dengan membuka peluang baru di sektor sovereign AI, cloud, dan keamanan siber. Dengan kapabilitas yang telah dibangun, perusahaan kini memasuki fase ekspansi layanan berbasis AI untuk segmen konsumen maupun enterprise.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kerja sama tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Sahabat-AI sebagai bagian dari pengembangan ekosistem AI nasional.

Melalui kemitraan itu, Indosat memanfaatkan platform Accelerated Computing serta model AI terbuka NVIDIA Nemotron untuk menghadirkan teknologi AI berkelas dunia di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pengembangan solusi AI berkinerja tinggi yang relevan dengan kebutuhan lokal sekaligus memperkuat fondasi sovereign AI yang terbuka dan adaptif.

Sahabat-AI sendiri dikembangkan sebagai platform kolaboratif yang membuka akses lebih luas terhadap teknologi kecerdasan buatan. Platform tersebut ditujukan bagi individu, developer, pelaku usaha, hingga institusi agar dapat mengembangkan solusi AI yang sesuai dengan bahasa, budaya, dan kebutuhan pasar Indonesia.

Untuk memperluas akses AI secara merata, Indosat juga membangun AI Grid terdistribusi dengan memanfaatkan jaringan nasional serta infrastruktur pusat data perusahaan. Langkah ini ditujukan untuk mempercepat distribusi daya komputasi AI ke berbagai wilayah Indonesia, termasuk di luar kota besar.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berharap para developer, pelaku usaha, dan komunitas lokal dapat lebih aktif berpartisipasi dalam ekonomi berbasis AI. Strategi terintegrasi ini sekaligus memperkuat posisi Indosat sebagai AI Nation Shaper dalam mendukung penguatan kapabilitas digital nasional.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi efektif sejak penutupan rapat. Selain itu, Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris Perseroan.

Manajemen menilai penunjukan jajaran baru ini akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengeksekusi strategi bisnis secara lebih agile dan disiplin.

Reski Damayanti memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang hukum, regulasi, dan tata kelola perusahaan, khususnya di sektor telekomunikasi dan FMCG di Indonesia maupun Asia Tenggara. Di Indosat, ia akan berperan dalam penguatan tata kelola dan pengembangan inisiatif regulasi, termasuk solusi AI berbasis anti-spam dan anti-scam.

Sementara itu, Apoorva Mehrotra membawa pengalaman internasional lebih dari 25 tahun di kawasan Asia dan Afrika. Ia dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam mendorong transformasi dan pertumbuhan bisnis telekomunikasi serta digital, termasuk saat menjabat di Airtel dan Vodafone.

Adapun Honesti Basyir dinilai memiliki pengalaman panjang di industri telekomunikasi dan sejumlah sektor strategis lainnya. Kehadirannya diyakini dapat mempercepat transformasi perusahaan, terutama dalam pengembangan strategi AI.

Rapat juga memutuskan pemberhentian dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi Direktur serta Achmad Syah Reza dari jabatan Komisaris Perseroan. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi keduanya selama masa jabatan.

Selain membahas transformasi bisnis, RUPST turut menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan paling lambat 30 hari setelah pengumuman resmi risalah rapat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru