Indosat Bukukan Pertumbuhan Double Digit, AI Jadi Motor Bisnis Baru

Rabu, 29 Jul 2026 16:27
Indosat Bukukan Pertumbuhan Double Digit, AI Jadi Motor Bisnis Baru
Hingga 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dua digit sepanjang semester pertama 2026. Pendapatan, EBITDA, dan laba bersih meningkat signifikan seiring strategi transformasi berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang mulai memberikan kontribusi terhadap bisnis sekaligus menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Hingga 30 Juni 2026, Indosat membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY). EBITDA meningkat 14% YoY menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA sebesar 47,6%. Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2% YoY menjadi Rp3,2 triliun. Peningkatan tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, efisiensi operasional, dan pengelolaan biaya yang disiplin.

Transformasi AI juga mulai tercermin dalam layanan yang digunakan pelanggan. Indosat menghadirkan berbagai fitur berbasis AI, seperti Anti-Spam, Anti-Scam, Sahabat-AI, Gemini AI, dan Adobe Express, untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta keamanan pengguna.

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, trafik data tumbuh 19,9% YoY. Average Revenue Per User (ARPU) juga meningkat 17,3% menjadi Rp46.000, sementara jumlah pelanggan seluler mencapai 93,4 juta.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan pertumbuhan dua digit tersebut menjadi bukti bahwa strategi transformasi perusahaan berjalan sesuai rencana.

"AI North Star kami mendorong transformasi Indosat dari perusahaan konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan yang kami capai memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat investasi pada kapabilitas yang akan menjadi mesin pertumbuhan masa depan sekaligus mendukung pengembangan ekosistem AI di Indonesia," ujar Vikram.

Percepat Investasi AI dan Infrastruktur
Kinerja keuangan yang solid mendorong Indosat mempercepat investasi pada sejumlah bisnis baru berbasis teknologi.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group. Melalui pengalihan pengelolaan lebih dari 86.000 kilometer jaringan serat optik nasional, Indosat memperoleh sekitar Rp11,7 triliun sekaligus menerapkan model bisnis asset-light untuk meningkatkan fleksibilitas pendanaan investasi.

Di sisi lain, bisnis AI Cloud juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Sepanjang semester pertama 2026, AI Cloud membukukan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI di Indonesia.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Indosat juga memperkuat kapasitas jaringan setelah memperoleh tambahan spektrum sebesar 80 MHz pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Tambahan spektrum ini akan dimanfaatkan untuk memperluas layanan Indosat5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA), sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan.

Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Selain memperkuat bisnis, Indosat juga melanjutkan agenda keberlanjutan melalui pemanfaatan AI dalam operasional jaringan. Optimalisasi jaringan berbasis AI dan sistem pengelolaan energi berhasil menurunkan intensitas emisi karbon hingga 50,89%.

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga Indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni–November 2026.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, Indosat menjalin kemitraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Wadhwani Foundation untuk menyiapkan satu juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.

Kinerja Region Kalisumapa
Di wilayah Circle Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua (Kalisumapa), pertumbuhan trafik data tetap menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan.

Region Kalimantan mencatat pertumbuhan trafik data sebesar 27,6% YoY dengan kenaikan pelanggan 2,2% pada kuartal II 2026. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Indosat mengoperasikan lebih dari 19.500 BTS 4G dan lebih dari 340 BTS 5G, termasuk perluasan layanan 5G di Pontianak.

Di Region Sulawesi, trafik data meningkat 29,5% YoY. Indosat memperkuat jaringan melalui lebih dari 15.500 BTS 4G dan lebih dari 120 BTS 5G guna mendukung kebutuhan digital masyarakat serta pemanfaatan teknologi AI.

Sementara itu, Region Maluku–Papua mencatat pertumbuhan trafik data tertinggi di Circle Kalisumapa, yakni 47,9% YoY, dengan pertumbuhan pelanggan sebesar 16% YoY. Penguatan layanan didukung oleh lebih dari 4.300 BTS 4G yang menjangkau berbagai wilayah di kawasan timur Indonesia.

Selain memperluas jaringan, Indosat juga menjalankan program pemberdayaan UMKM perempuan melalui SheHacks 2026 di Singkawang dan Ternate. Program tersebut membekali pelaku usaha dengan keterampilan digital dan pemanfaatan AI untuk meningkatkan daya saing usaha.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru