Kalla Institute Bongkar Strategi Lolos Beasiswa untuk Siswa SMA
Kamis, 23 Apr 2026 18:47
Seorang peserta mengikuti webinar Edutalk bertajuk “Scholarship Hacks & Future Career Planning” dari Kalla Institute yang digelar pada 16 dan 20 April 2026. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Untuk menjawab kebingungan dan dilema yang dihadapi siswa kelas 12 terkait pencarian beasiswa, Kalla Institute menghadirkan program edukatif melalui webinar Edutalk bertajuk “Scholarship Hacks & Future Career Planning” yang digelar pada 16 dan 20 April 2026. Kegiatan ini mengupas strategi menembus beasiswa serta hal-hal yang wajib dipersiapkan untuk membangun karier impian.
Webinar ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi hingga praktisi yang siap membagikan pengalaman dan cara-cara jitu agar bisa mendapatkan beasiswa impian. Sebagai awalan kegiatan ini dibuka oleh Syamril, ST M Pd selaku Rektor Kalla Institute.
“Tiga poin penting untuk meraih beasiswa yaitu, Mau, Mampu dan Sempat. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting membangun kesiapan diri. Bagaimana kita memiliki kemauan yang tinggi untuk masa depan yang baik, didorong dengan kemampuan akademik & non akademik yang selalu diasah dan mau meluangkan waktu untuk mencari informasi beasiswa,” jelas Syamril.
Senada dengan Syamril, Mustaqim, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, menekankan pentingnya kesiapan sejak dini. “Para siswa jangan hanya fokus pada nilai akademik saja, tetapi juga aktif dalam organisasi sekolah, olahraga ataupun kegiatan positif lainnya,” ucapnya.
Lalu dari sisi pengembangan diri dan kesiapan mental, Kepala Career Development Center (CDC) Kalla Institute, Abdi Winarni Wahid, S Psi , M Psikolog, menjelaskan pentingnya mengenali potensi diri sejak dini dalam menentukan jurusan dan arah karier. Abdi juga menyoroti sejumlah mitos yang sering berkembang di masyarakat terkait pemilihan jurusan.
“Penerima beasiswa umumnya memiliki visi yang jelas, konsisten, serta berorientasi pada pertumbuhan dan kontribusi bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Untuk itu, tim CDC juga menggelar tes minat bakat bagi para peserta yang diselenggarakan di Auditorium Kalla Institute lt.6 Nipah Mall Office Building, Senin (20/4/2026) lalu.
Selanjutnya Rahmat Syarif, selaku dosen Kalla Institute sekaligus penerima beasiswa LPDP di Queensland University of Technology, Australia, menyampaikan bahwa beasiswa hanya diberikan kepada individu yang benar-benar siap, memiliki visi jangka panjang, serta mampu memberikan dampak nyata.
“Salah satu nilai tambah adalah memiliki visi 5 hingga 10 tahun ke depan akan melakukan kontribusi seperti apa di bidang yang kita kuasai,” jelas Rahmat.
Setelah membahas kesiapan mental siswa, tips dan trik mendapatkan beasiswa, Webinar ini juga menyoroti kesiapan karier peserta kedepan. Kalla Institute, sebagai kampus berbasis bisnis dan teknologi, menghadirkan berbagai keunggulan menarik mulai dari mendapatkan pengalaman langsung dari para pengusaha profesional, belajar langsung dari para senior manajer KALLA, melakukan kunjungan industri, hingga membangun usaha sejak masa perkuliahan.
Webinar ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi hingga praktisi yang siap membagikan pengalaman dan cara-cara jitu agar bisa mendapatkan beasiswa impian. Sebagai awalan kegiatan ini dibuka oleh Syamril, ST M Pd selaku Rektor Kalla Institute.
“Tiga poin penting untuk meraih beasiswa yaitu, Mau, Mampu dan Sempat. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting membangun kesiapan diri. Bagaimana kita memiliki kemauan yang tinggi untuk masa depan yang baik, didorong dengan kemampuan akademik & non akademik yang selalu diasah dan mau meluangkan waktu untuk mencari informasi beasiswa,” jelas Syamril.
Senada dengan Syamril, Mustaqim, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, menekankan pentingnya kesiapan sejak dini. “Para siswa jangan hanya fokus pada nilai akademik saja, tetapi juga aktif dalam organisasi sekolah, olahraga ataupun kegiatan positif lainnya,” ucapnya.
Lalu dari sisi pengembangan diri dan kesiapan mental, Kepala Career Development Center (CDC) Kalla Institute, Abdi Winarni Wahid, S Psi , M Psikolog, menjelaskan pentingnya mengenali potensi diri sejak dini dalam menentukan jurusan dan arah karier. Abdi juga menyoroti sejumlah mitos yang sering berkembang di masyarakat terkait pemilihan jurusan.
“Penerima beasiswa umumnya memiliki visi yang jelas, konsisten, serta berorientasi pada pertumbuhan dan kontribusi bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Untuk itu, tim CDC juga menggelar tes minat bakat bagi para peserta yang diselenggarakan di Auditorium Kalla Institute lt.6 Nipah Mall Office Building, Senin (20/4/2026) lalu.
Selanjutnya Rahmat Syarif, selaku dosen Kalla Institute sekaligus penerima beasiswa LPDP di Queensland University of Technology, Australia, menyampaikan bahwa beasiswa hanya diberikan kepada individu yang benar-benar siap, memiliki visi jangka panjang, serta mampu memberikan dampak nyata.
“Salah satu nilai tambah adalah memiliki visi 5 hingga 10 tahun ke depan akan melakukan kontribusi seperti apa di bidang yang kita kuasai,” jelas Rahmat.
Setelah membahas kesiapan mental siswa, tips dan trik mendapatkan beasiswa, Webinar ini juga menyoroti kesiapan karier peserta kedepan. Kalla Institute, sebagai kampus berbasis bisnis dan teknologi, menghadirkan berbagai keunggulan menarik mulai dari mendapatkan pengalaman langsung dari para pengusaha profesional, belajar langsung dari para senior manajer KALLA, melakukan kunjungan industri, hingga membangun usaha sejak masa perkuliahan.
(GUS)
Berita Terkait
News
Kalla Institute Masuk Lima Terbaik KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif
Kalla Institute terpilih sebagai salah satu dari lima perguruan tinggi terbaik dalam program tersebut setelah melewati proses seleksi yang diikuti lebih dari 109 perguruan tinggi di Indonesia.
Selasa, 22 Sep 2026 21:43
News
PPBM-Kalla Institute Tuntaskan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR
PPBM-Kalla Institute menuntaskan rangkaian Human Resources Collegia (HR Collegia) 2026, program pengembangan kompetensi yang mempertemukan praktisi Human Resources (HR) dari berbagai sektor industri.
Selasa, 01 Sep 2026 18:26
Ekbis
Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa dalam meningkatkan produksi, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha.
Minggu, 30 Agu 2026 08:04
Ekbis
Kalla Institute Dorong UMKM Perempuan Maros Naik Kelas lewat Digitalisasi
Kalla Institute mendorong penguatan UMKM perempuan di Kabupaten Maros melalui digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan keterampilan sumber daya manusia.
Senin, 24 Agu 2026 18:00
Ekbis
Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Perkuat Bisnis dengan Inovasi Digital
Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi.
Jum'at, 21 Agu 2026 18:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Laporan Soal Islamic Center Malili Masuk ke Kejari Lutim, Status Lahan Jadi Sorotan
2
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
3
Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK Maros ke-54, Dorong Program Literasi hingga Tingkat Desa
4
Kalla 10K Naik Kelas, Rute Tersertifikasi PASI dan Diikuti 4.500 Pelari
5
Pertamina Resmikan Jembatan Kaluppini, Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga Makin Lancar