Dari Limbah Jadi Cuan, Kalla Institute & YPUP Dorong Kemandirian Ekonomi IRT
Minggu, 17 Mei 2026 19:38
Para kader TP PKK Kelurahan Kassi-Kassi mengikuti workshop bertajuk "Daur Ulang Limbah Kain dan Optimalisasi Pemasaran Hasil Produk untuk Ibu Rumah Tangga dan Perempuan Putus Sekolah". Foto/Istimewa
MAKASSAR - Upaya meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat kembali dilakukan Kalla Institute melalui program pemberdayaan berbasis lingkungan. Kali ini, kampus bisnis dan teknologi tersebut menyasar ibu rumah tangga (IRT) serta perempuan putus sekolah di Kelurahan Kassi-Kassi, Kota Makassar.
Melalui Program Studi Kewirausahaan, Kalla Institute bekerja sama dengan Program Studi Manajemen YPUP menggelar workshop bertajuk "Daur Ulang Limbah Kain dan Optimalisasi Pemasaran Hasil Produk untuk Ibu Rumah Tangga dan Perempuan Putus Sekolah".
Kegiatan yang berlangsung di Vaan Sky, Hertasning, Makassar, pekan lalu itu menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri atas kader TP PKK Kelurahan Kassi-Kassi yang mewakili ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah di wilayah tersebut. Para peserta dipilih karena dinilai masih memiliki peluang untuk belajar sekaligus mengembangkan usaha mandiri di tingkat kelurahan.
Dalam workshop itu, peserta mendapat pelatihan langsung mengolah limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi, seperti tas belanja lipat berbentuk dompet. Produk tersebut dirancang praktis, ramah lingkungan, dan memiliki potensi pasar sebagai alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep textile upcycling, mulai dari teknik dasar produksi hingga tahap finishing agar produk memiliki kualitas yang lebih baik dan siap dipasarkan. Tidak hanya itu, mereka turut dibekali strategi pemasaran, seperti branding produk, teknik fotografi menggunakan smartphone, hingga promosi melalui media sosial.
Dosen Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, A Nurul Suci Amaliah, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengolah limbah kain menjadi produk yang bernilai jual dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Kalla Institute ingin menunjukkan bahwa limbah bukan sekadar sisa yang dibuang, melainkan dapat diolah menjadi peluang usaha baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat mandiri para peserta. Kalla Institute pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan melalui pengembangan kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Pendaftaran mahasiswa juga tersedia melalui laman register.kallainstitute.ac.id.
Melalui Program Studi Kewirausahaan, Kalla Institute bekerja sama dengan Program Studi Manajemen YPUP menggelar workshop bertajuk "Daur Ulang Limbah Kain dan Optimalisasi Pemasaran Hasil Produk untuk Ibu Rumah Tangga dan Perempuan Putus Sekolah".
Kegiatan yang berlangsung di Vaan Sky, Hertasning, Makassar, pekan lalu itu menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka terdiri atas kader TP PKK Kelurahan Kassi-Kassi yang mewakili ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah di wilayah tersebut. Para peserta dipilih karena dinilai masih memiliki peluang untuk belajar sekaligus mengembangkan usaha mandiri di tingkat kelurahan.
Dalam workshop itu, peserta mendapat pelatihan langsung mengolah limbah kain menjadi produk bernilai ekonomi, seperti tas belanja lipat berbentuk dompet. Produk tersebut dirancang praktis, ramah lingkungan, dan memiliki potensi pasar sebagai alternatif pengganti kantong plastik sekali pakai.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep textile upcycling, mulai dari teknik dasar produksi hingga tahap finishing agar produk memiliki kualitas yang lebih baik dan siap dipasarkan. Tidak hanya itu, mereka turut dibekali strategi pemasaran, seperti branding produk, teknik fotografi menggunakan smartphone, hingga promosi melalui media sosial.
Dosen Program Studi Kewirausahaan Kalla Institute sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, A Nurul Suci Amaliah, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mendorong lahirnya kemandirian ekonomi berbasis kreativitas dan kepedulian lingkungan.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengolah limbah kain menjadi produk yang bernilai jual dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujarnya.
Kalla Institute ingin menunjukkan bahwa limbah bukan sekadar sisa yang dibuang, melainkan dapat diolah menjadi peluang usaha baru yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.
Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat mandiri para peserta. Kalla Institute pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan melalui pengembangan kewirausahaan yang inovatif dan berkelanjutan.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Pendaftaran mahasiswa juga tersedia melalui laman register.kallainstitute.ac.id.
(TRI)
Berita Terkait
News
Kolaborasi Kalla Institute dan Google Perkuat Kompetensi AI Generasi Muda
Dalam upaya mendorong kompetensi AI generasi muda, Kalla Institute menggandeng dua Google Developer Expert di bidang AI dan Google Cloud.
Selasa, 12 Mei 2026 16:33
News
Kalla Institute Bongkar Strategi Lolos Beasiswa untuk Siswa SMA
Untuk menjawab kebingungan dan dilema yang dihadapi siswa kelas 12 terkait pencarian beasiswa, Kalla Institute menghadirkan program edukatif melalui webinar Edutalk bertajuk “Scholarship Hacks & Future Career Planning”
Kamis, 23 Apr 2026 18:47
News
8 Dosen Kalla Institute Raih Pendanaan Riset & Pengabdian 2026
Kalla Institute kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik melalui keberhasilan sejumlah dosen meraih pendanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 dari Kemendiktisaintek.
Rabu, 15 Apr 2026 18:20
News
Kalla Institute Perkuat Komitmen Cetak Entrepreneur
Kalla Institute kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus pencetak wirausaha muda dengan lahirnya alumni yang berhasil membangun brand fashion sendiri.
Minggu, 15 Mar 2026 20:16
News
Gelar Talkshow Beasiswa, Kalla Institute Ungkap Strategi Lolos Seleksi
Kalla Institute berkolaborasi dengan Kalla Toyota menggelar talkshow bertajuk “Scholarship for Your Future” di Atrium Trans Studio Mall Makassar, (2/3/2026).
Kamis, 05 Mar 2026 09:07
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rayakan HUT ke-40, MRM Perkuat Posisi di Industri Otomotif Indonesia Timur
2
Pemkot Makassar Bantah Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Konsumsi Wali Kota
3
Pelayanan PBG Gowa Tertinggi di Sulsel, Persentase Penerbitan Capai 95,03%
4
Sulsel Matangkan Persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
5
DJKI Tutup 1.004 Situs Bajakan, Perkuat Pelindungan Hak Cipta di Ruang Digital
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Rayakan HUT ke-40, MRM Perkuat Posisi di Industri Otomotif Indonesia Timur
2
Pemkot Makassar Bantah Isu Anggaran Rp10 Miliar untuk Konsumsi Wali Kota
3
Pelayanan PBG Gowa Tertinggi di Sulsel, Persentase Penerbitan Capai 95,03%
4
Sulsel Matangkan Persiapan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
5
DJKI Tutup 1.004 Situs Bajakan, Perkuat Pelindungan Hak Cipta di Ruang Digital