Maanfatkan Waktu Akhir Pekan, Munafri Tinjau Program RISE di Untia
Minggu, 23 Mar 2025 22:41
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memanfaatkan waktu kosong meninjau program RISE (Revitalising Informal Settlements and Their Environment). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin memanfaatkan waktu kosong meninjau program RISE (Revitalising Informal Settlements and Their Environment).
Lokasi berada di di Bonelengga, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (23/3/2025). Munafri didampingi Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir dan Camat Biringkanaya, Juliaman.
Setelah meninjau langsung kondisi infrastruktur yang telah dibangun, Munafri menyampaikan apresiasinya terhadap konsep proyek yang tidak hanya memberikan solusi sanitasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
"Terus terang saya amazed lihat ini, project yang dilakukan ini benar-benar project yang memberikan edukasi yang sangat baik tentang lingkungan kepada masyarakat," ujar Munafri.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Munafri dalam melihat langsung dampak nyata dari proyek infrastruktur hijau yang telah diterapkan di permukiman informal.
Program RISE yang didukung oleh Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Monash University dan Universitas Hasanuddin ini berfokus pada pembangunan infrastruktur berbasis alam untuk meningkatkan sanitasi, pengelolaan limbah, serta ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Dalam kunjungannya, Wali Kota menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan berharap agar dapat diperluas ke seluruh kelurahan di Makassar.
Program ini adalah satu-satunya di dunia yang ditujukan untuk negara berkembang. Ia menurutkan, bukan hanya di Bulurokeng, tetapi semua kelurahan di Makassar bisa mendapatkan manfaat dari program ini.
"Pemerintah Kota akan terus mendukung dengan penyediaan fasilitas tambahan yang diperlukan," ujar Munafri Arifuddin.
Didampingi Chief Investigator RISE, Ihsan Latief, Munafri melihat langsung sejumlah sejumlah proyek yang telah dibangun di antaranya sistem pengolahan limbah lahan basah berbasis alam, perbaikan drainase, pembuatan jalur limpahan air untuk menangani banjir, serta sistem saluran pembuangan bertekanan untuk mengalirkan limbah dari dataran rendah.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu juga menekankan bahwa Kota Makassar, beruntung menjadi salah satu lokasi percontohan proyek RISE, yang hanya diterapkan di dua wilayah, yakni di Fiji dan Indonesia.
Menurutnya, program ini mengajarkan bagaimana proses sanitasi masyarakat harus terintegrasi dengan sistem infrastruktur yang lebih luas, tidak hanya sekadar membangun septic tank atau pressure tank secara terpisah.
"Sangat beruntung Kota Makassar bisa menjadi salah satu project percontohan, satu di Suva-Fiji, dan satu di Makassar-Indonesia," kata Munafri.
Dia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan sistem sanitasi, tetapi juga melibatkan perbaikan jalan dan saluran drainase, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Munafri menilai perlunya dukungan tambahan dari pemerintah untuk melengkapi infrastruktur yang belum tercover dalam proyek RISE.
"Pemerintah harus memberikan support, memberikan infrastruktur tambahan yang tidak tercover. Contoh, lampu jalannya, CCTV-nya," tuturnya.
Selain manfaat lingkungan, Munafri juga melihat peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan program ini dalam meningkatkan ekonomi lokal.
Dia mengungkapkan kemungkinan pengembangan program pemberdayaan seperti urban farming dan pemanfaatan lahan sempit, yang dapat membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan sambil menjaga kebersihan lingkungan mereka.
"Jadi mungkin pembangunan seperti urban farming, pemanfaatan lahan sempit, ini akan kita support. Sehingga selain mereka punya sistem sanitasi yang baik, mereka juga bisa menambah income," ucapnya.
Lebih lanjut, Munafri mengapresiasi kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan setelah adanya proyek RISE.
Menurutnya, kesadaran ini menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program, sekaligus memastikan bahwa lingkungan yang sudah tertata rapi tidak kembali tercemar.
"Kalau dilihat sudah bersih, enggan kita kasih kotor-kotor. Ini yang harus kita coba supaya masyarakat bisa tahu bahwa ada sistem yang seperti ini," kata Munafri.
Dia pun menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar siap merespons dan mendukung pengembangan lebih lanjut dari proyek RISE, agar lebih banyak wilayah di Makassar dapat merasakan manfaat dari program ini.
"Saya sih kalau bisa diberikan untuk seluruh kelurahan, wah, silakan, itu lebih baik lagi. Pokoknya kalau ini masuk di Makassar, Pemerintah Kota wajib untuk merespons ini," pungkasnya.
Sejak dijalankan pada 2018 silam, saat ini program RISE sudah berjalan di lima titik di Kota Makassar, yakni di Untia, Alla-Alla, Bonelengga, Barombong, dan Tallo.
Selain itu, RISE juga telah memfasilitasi pembentukan KePoLink (Kelompok Pengelola Lingkungan - Komunitas Management Group) di 12 lokasi.
Organisasi Penyandang Disabilitas (PERDIK) telah melaksanakan Pelatihan Inklusi Disabilitas dan melakukan peninjauan desain teknik, menghasilkan desain aksesibilitas yang lebih baik pada tangga, landai, dan pegangan tangan di tempat kerja RISE.
RISE juga telah mempromosikan untuk mempekerjakan perempuan kepada kontraktor dimana kontraktor telah mempekerjakan 15 perempuan (28%) dari total tenaga kerja, pada penyusunan, pekerjaan logistik dan administrasi.
Melalui proyek ini, lebih dari 1.400 penduduk di 325 rumah tangga di permukiman kumuh Makassar telah menerima manfaat langsung.
Lokasi berada di di Bonelengga, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (23/3/2025). Munafri didampingi Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir dan Camat Biringkanaya, Juliaman.
Setelah meninjau langsung kondisi infrastruktur yang telah dibangun, Munafri menyampaikan apresiasinya terhadap konsep proyek yang tidak hanya memberikan solusi sanitasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
"Terus terang saya amazed lihat ini, project yang dilakukan ini benar-benar project yang memberikan edukasi yang sangat baik tentang lingkungan kepada masyarakat," ujar Munafri.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Munafri dalam melihat langsung dampak nyata dari proyek infrastruktur hijau yang telah diterapkan di permukiman informal.
Program RISE yang didukung oleh Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), Monash University dan Universitas Hasanuddin ini berfokus pada pembangunan infrastruktur berbasis alam untuk meningkatkan sanitasi, pengelolaan limbah, serta ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim.
Dalam kunjungannya, Wali Kota menyatakan dukungan penuh terhadap program ini dan berharap agar dapat diperluas ke seluruh kelurahan di Makassar.
Program ini adalah satu-satunya di dunia yang ditujukan untuk negara berkembang. Ia menurutkan, bukan hanya di Bulurokeng, tetapi semua kelurahan di Makassar bisa mendapatkan manfaat dari program ini.
"Pemerintah Kota akan terus mendukung dengan penyediaan fasilitas tambahan yang diperlukan," ujar Munafri Arifuddin.
Didampingi Chief Investigator RISE, Ihsan Latief, Munafri melihat langsung sejumlah sejumlah proyek yang telah dibangun di antaranya sistem pengolahan limbah lahan basah berbasis alam, perbaikan drainase, pembuatan jalur limpahan air untuk menangani banjir, serta sistem saluran pembuangan bertekanan untuk mengalirkan limbah dari dataran rendah.
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu juga menekankan bahwa Kota Makassar, beruntung menjadi salah satu lokasi percontohan proyek RISE, yang hanya diterapkan di dua wilayah, yakni di Fiji dan Indonesia.
Menurutnya, program ini mengajarkan bagaimana proses sanitasi masyarakat harus terintegrasi dengan sistem infrastruktur yang lebih luas, tidak hanya sekadar membangun septic tank atau pressure tank secara terpisah.
"Sangat beruntung Kota Makassar bisa menjadi salah satu project percontohan, satu di Suva-Fiji, dan satu di Makassar-Indonesia," kata Munafri.
Dia menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan sistem sanitasi, tetapi juga melibatkan perbaikan jalan dan saluran drainase, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih layak huni bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Munafri menilai perlunya dukungan tambahan dari pemerintah untuk melengkapi infrastruktur yang belum tercover dalam proyek RISE.
"Pemerintah harus memberikan support, memberikan infrastruktur tambahan yang tidak tercover. Contoh, lampu jalannya, CCTV-nya," tuturnya.
Selain manfaat lingkungan, Munafri juga melihat peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan program ini dalam meningkatkan ekonomi lokal.
Dia mengungkapkan kemungkinan pengembangan program pemberdayaan seperti urban farming dan pemanfaatan lahan sempit, yang dapat membantu warga mendapatkan penghasilan tambahan sambil menjaga kebersihan lingkungan mereka.
"Jadi mungkin pembangunan seperti urban farming, pemanfaatan lahan sempit, ini akan kita support. Sehingga selain mereka punya sistem sanitasi yang baik, mereka juga bisa menambah income," ucapnya.
Lebih lanjut, Munafri mengapresiasi kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan setelah adanya proyek RISE.
Menurutnya, kesadaran ini menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan program, sekaligus memastikan bahwa lingkungan yang sudah tertata rapi tidak kembali tercemar.
"Kalau dilihat sudah bersih, enggan kita kasih kotor-kotor. Ini yang harus kita coba supaya masyarakat bisa tahu bahwa ada sistem yang seperti ini," kata Munafri.
Dia pun menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar siap merespons dan mendukung pengembangan lebih lanjut dari proyek RISE, agar lebih banyak wilayah di Makassar dapat merasakan manfaat dari program ini.
"Saya sih kalau bisa diberikan untuk seluruh kelurahan, wah, silakan, itu lebih baik lagi. Pokoknya kalau ini masuk di Makassar, Pemerintah Kota wajib untuk merespons ini," pungkasnya.
Sejak dijalankan pada 2018 silam, saat ini program RISE sudah berjalan di lima titik di Kota Makassar, yakni di Untia, Alla-Alla, Bonelengga, Barombong, dan Tallo.
Selain itu, RISE juga telah memfasilitasi pembentukan KePoLink (Kelompok Pengelola Lingkungan - Komunitas Management Group) di 12 lokasi.
Organisasi Penyandang Disabilitas (PERDIK) telah melaksanakan Pelatihan Inklusi Disabilitas dan melakukan peninjauan desain teknik, menghasilkan desain aksesibilitas yang lebih baik pada tangga, landai, dan pegangan tangan di tempat kerja RISE.
RISE juga telah mempromosikan untuk mempekerjakan perempuan kepada kontraktor dimana kontraktor telah mempekerjakan 15 perempuan (28%) dari total tenaga kerja, pada penyusunan, pekerjaan logistik dan administrasi.
Melalui proyek ini, lebih dari 1.400 penduduk di 325 rumah tangga di permukiman kumuh Makassar telah menerima manfaat langsung.
(UMI)
Berita Terkait
News
Wali Kota Makassar Appi Selangkah Lagi Gabung Demokrat, Diajak Langsung Dewan Pakar DPP
Ketua Dewan Pakar DPP Partai Demokrat, Andi Alfian Malarangeng datang khusus ke Kota Makassar untuk mengajak Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi bergabung ke partainya.
Sabtu, 03 Okt 2026 19:06
Makassar City
Makassar Target Pertahankan Gelar Juara Umum di Porprov 2026
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendukung penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan pada 7-14 November 2026 mendatang.
Sabtu, 03 Okt 2026 14:52
Makassar City
Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 dan NJOP Tidak Naik
Pemerintah Kota Makassar, lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memastikan tidak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) maupun Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sepanjang 2026 hingga tahun 2027 mendatang.
Jum'at, 02 Okt 2026 22:31
News
Realisasi PBB Tembus 113%, Kecamatan Ujung Tanah Raih Peringkat Pertama di Makassar
Kerja keras Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuahkan hasil gemilang.
Jum'at, 02 Okt 2026 15:59
Sulsel
Golkar Sulsel Perpanjang Masa Kepengurusan Appi dan 21 Golkar Kabupaten/kota
DPD I Golkar Sulsel memperpanjang kepengurusan 22 DPD II kabupaten/kota yang telah habis masa kepengurusannya. Sementara dua daerah lainnya yakni Bone dan Maros ditunjuk pelaksana tugas.
Kamis, 01 Okt 2026 18:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
3
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
4
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
5
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Superco Superfest 2026 Hadir di Makassar, Asah Talenta Sepak Bola Muda
3
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
4
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
5
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka