DPRD Sulsel Heran, Perusahaan Penambang Emas di Sinjai Mangkir dari RDP
Kamis, 10 Jul 2025 17:02
Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tentang penolakan rencana tambang emas di Sinjai, berlangsung di Gedung Tower DPRD Sulsel pada Kamis (10/07/2025). Foto: Humas DPRD Sulsel
MAKASSAR - Komisi D DPRD Sulsel menggelar rapat dengar pendapat (RDP) tentang penolakan rencana tambang emas yang dilakukan PT Trinusa Resources di Sinjai. RDP ini dipimpin oleh Andi Aan Nugraha yang berlangsung di Gedung Tower DPRD Sulsel pada Kamis (10/07/2025).
Sayangnya, pihak perusahaan tambang dari PT Trinusa Resources mangkir atau tidak menghadiri rapat. Tak ada satupun perwakilan dari mereka yang memenuhi undangan resmi ini.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi AAN Nugraha menyayangkan ketidakhadiran PT Trinusa Resources. Padahal sebelumnya, ia mendapat konfirmasi bahwa mereka siap hadir.
"Tidak ada alasan (PT Trinusa Resources tidak hadir). Mereka tidak ada konfirmasi ke kami, yang awalnya sudah dikonfirmasi bahwa akan datang, tapi per hari ini mereka tidak balas. Tidak merespon telfon dari staf komisi," kata Andi Aan usai memimpin RDP ini.
Terungkap dalam RDP tersebut, PT Trinusa Resources sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) sejak 2013 lalu. Hanya saja, belum ada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Katanya (Pemkab Sinjai) di dalam IUPnya tidak terdapat AMDAL, tidak ada RTRW katanya. Tapi kita tidak bisa menjustifikasi karena tidak melihat langsung IUP yang dimiliki PT Trinusa Resources ini," ujarnya.
IUP OP yang terbit 2013 lalu bakal berlaku sampai 20 tahun, atau hingga 2033 mendatang. IUP OP tersebut mencakup 11.326 hektare yang meliputi empat kecamatan, yaitu Sinjai Selatan, Sinjai Tengah, Sinjai Barat, dan Bulupoddo serta 115 desa.
Meski begitu, Andi Aan mengapresiasi PT Trinusa Resources yang taat bayar pajak setiap tahun meski belum ada kegiatan aktifitas pertambangan.
"Tapi mereka taat, karena kenapa mereka bayar pajak. Mereka bayar PNBP namanya di negara, baik itu di pusat maupun di provinsi," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari AMPERA, Afandi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan di Sinjai.
"Kami menuntut agar pemerintah dan DPRD mencabut seluruh IUP di wilayah Sinjai, mengumumkan dokumen AMDAL secara terbuka, serta menghentikan seluruh kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi tambang,” tegasnya.
Sindo Makassar telah mencoba menghubungi perwakilan PT Trinusa Resources untuk menanyakan alasan mangkir dari RDP DPRD Sulsel. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban.
Sayangnya, pihak perusahaan tambang dari PT Trinusa Resources mangkir atau tidak menghadiri rapat. Tak ada satupun perwakilan dari mereka yang memenuhi undangan resmi ini.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Andi AAN Nugraha menyayangkan ketidakhadiran PT Trinusa Resources. Padahal sebelumnya, ia mendapat konfirmasi bahwa mereka siap hadir.
"Tidak ada alasan (PT Trinusa Resources tidak hadir). Mereka tidak ada konfirmasi ke kami, yang awalnya sudah dikonfirmasi bahwa akan datang, tapi per hari ini mereka tidak balas. Tidak merespon telfon dari staf komisi," kata Andi Aan usai memimpin RDP ini.
Terungkap dalam RDP tersebut, PT Trinusa Resources sudah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) sejak 2013 lalu. Hanya saja, belum ada Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
"Katanya (Pemkab Sinjai) di dalam IUPnya tidak terdapat AMDAL, tidak ada RTRW katanya. Tapi kita tidak bisa menjustifikasi karena tidak melihat langsung IUP yang dimiliki PT Trinusa Resources ini," ujarnya.
IUP OP yang terbit 2013 lalu bakal berlaku sampai 20 tahun, atau hingga 2033 mendatang. IUP OP tersebut mencakup 11.326 hektare yang meliputi empat kecamatan, yaitu Sinjai Selatan, Sinjai Tengah, Sinjai Barat, dan Bulupoddo serta 115 desa.
Meski begitu, Andi Aan mengapresiasi PT Trinusa Resources yang taat bayar pajak setiap tahun meski belum ada kegiatan aktifitas pertambangan.
"Tapi mereka taat, karena kenapa mereka bayar pajak. Mereka bayar PNBP namanya di negara, baik itu di pusat maupun di provinsi," tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari AMPERA, Afandi menegaskan penolakan terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan di Sinjai.
"Kami menuntut agar pemerintah dan DPRD mencabut seluruh IUP di wilayah Sinjai, mengumumkan dokumen AMDAL secara terbuka, serta menghentikan seluruh kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi tambang,” tegasnya.
Sindo Makassar telah mencoba menghubungi perwakilan PT Trinusa Resources untuk menanyakan alasan mangkir dari RDP DPRD Sulsel. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjadi bakal calon pertama yang mengambil formulir maju di musyawarah daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Kamis, 15 Okt 2026 13:25
Sulsel
PAN Sulsel Target 5 Kursi DPR RI dan 10 Kursi DPRD Provinsi di Pileg 2029
Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi mematok target tinggi usai dilantik untuk periode kelimanya memimpin partai ini. Ia dikukuhkan langsung oleh Ketum DPP Zulkifli Hasan di Makassar pada Rabu (7/10/2026).
Rabu, 07 Okt 2026 18:16
News
PLN Komitmen Hak Pelanggan Terpenuhi, Verifikasi Gangguan Dilakukan Secara Akuntabel
PT PLN (Persero) terus memastikan pemenuhan hak pelanggan dalam menyikapi kondisi kelistrikan yang terjadi di Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Rabu, 07 Okt 2026 16:41
Sulsel
4 Paket MYP Sulsel Tertinggal, Muhammad Sadar Desak Percepatan Pengerjaan
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, menyoroti progres pengerjaan proyek Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel yang belum mencapai target pada sebagian besar paket pekerjaan hingga September 2026.
Kamis, 01 Okt 2026 15:38
News
Ratusan Ojol Datangi DPRD Sulsel, Tolak Perubahan Status Mitra Menjadi Pekerja
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi Ojol Bersatu Sulawesi Selatan mendatangi Kantor DPRD Sulsel, Jumat (25/9/2026).
Jum'at, 25 Sep 2026 20:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Angka Kemiskinan di Sidrap Turun jadi 4,65 Persen pada 2026, Terendah Ketiga di Sulsel
2
Diwakili Ketua Fraksi Demokrat Sulsel, Appi Resmi Ambil Formulir Pendaftaran Musda
3
Demokrat Parepare Sebut Sudah 13 DPC Kabupaten/kota Dukung Appi Maju Musda Sulsel
4
Pembekalan Tahfizh, Perkuat Karakter Qur’ani dan Budaya Kampus Islami
5
BKPSDM Maros Gelar Bimtek Penguatan Kapasitas ASN dalam Pengelolaan APBD