Pemerintah Kelurahan Kapasa Siapkan Posko Banjir, Warga Pilih Bertahan di Rumah
Selasa, 24 Feb 2026 21:11
Lurah Kapasa, Norman Edyanto, bersama pihak Polsek Tamalanrea meninjau salah satu titik lokasi banjir di wilayah Kelurahan Kapasa tadi subuh, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, menyiapkan tiga titik posko evakuasi bagi warga terdampak banjir, kemarin.
Namun hingga pengecekan terakhir, belum ada warga yang bersedia dievakuasi meski sempat terjadi genangan parah di sejumlah lokasi.
Lurah Kapasa, Norman Edyanto, mengatakan posko pengungsian disiapkan di Aula Baruga BTN TNI Angkatan Laut, Kantor Kelurahan Kapasa, dan Universitas Graha Edukasi Makassar.
"Kami sudah sediakan tempat evakuasi apabila diperlukan. Kami juga sudah memberikan edukasi evakuasi ke warga. Namun alhamdulillah tadi subuh kami cek ke lokasi. Ada beberapa terdampak parah, namun air cepat surut dan warga juga tidak mau dievakuasi dengan alasan masih kondusif," ujarnya.
Ia menjelaskan kapasitas tiap posko berbeda, yakni Aula Baruga BTN TNI Angkatan Laut sekitar 20–30 orang, Kantor Kelurahan Kapasa 15 orang, dan Universitas Graha Edukasi Makassar sekitar 50 orang.
"Alhamdulillah belum ada warga melapor untuk dievakuasi. Tadi subuh saya turun dari lapangan ini. Katanya, ada warga yang punya bayi, makanya saya langsung terjun ke wilayah. Pada saat sampai ke wilayah, awalnya air sudah hampir sampai di perut, tiba-tiba dengan berjalan cuaca juga hujan sudah mulai reda dan airnya juga langsung turun," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Pemerintah kelurahan bersama Polsek Tamalanrea juga meninjau langsung wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Dalam peninjauan tersebut, warga kembali diimbau segera menuju posko jika ketinggian air meningkat dalam waktu singkat.
"Kami jalan meninjau bersama tim dari Polsek. Alhamdulilla kami imbau warga juga berikan edukasi. Kalau misalnya 1-2 jam ke depan air tiba-tiba air tinggi, kami sudah siapkan tempat evakuasi dan bisa langsung lari ke situ saja (posko pengungsi) mengamankan diri dulu," kata Norman saat dihubungi lewat WhatsApp.
Kelurahan Kapasa juga menggencarkan sosialisasi evakuasi untuk mengantisipasi kenaikan debit air secara tiba-tiba. Warga diarahkan agar tidak menunda evakuasi demi menjaga keselamatan.
"Setelah kami berikan edukasi, apabila terjadi banjir maka para warga tidak kebingungan lagi mencari tempat atau posko pengungsian sementara. Jadi mereka (warga) sudah terfokus. Kalau memang ada apa-apa langsung titik umumnya di Aula Baruga, berkoordinasi sama RT dan RW setempat," pungkasnya.
Peninjauan banjir dilakukan di dua titik wilayah, yakni RT 004/RW 004 BTN TNI Angkatan Laut dan RT 001/RW 006, melibatkan unsur Polsek Tamalanrea, Babinsa, Binmas, serta ketua RT/RW setempat.
Namun hingga pengecekan terakhir, belum ada warga yang bersedia dievakuasi meski sempat terjadi genangan parah di sejumlah lokasi.
Lurah Kapasa, Norman Edyanto, mengatakan posko pengungsian disiapkan di Aula Baruga BTN TNI Angkatan Laut, Kantor Kelurahan Kapasa, dan Universitas Graha Edukasi Makassar.
"Kami sudah sediakan tempat evakuasi apabila diperlukan. Kami juga sudah memberikan edukasi evakuasi ke warga. Namun alhamdulillah tadi subuh kami cek ke lokasi. Ada beberapa terdampak parah, namun air cepat surut dan warga juga tidak mau dievakuasi dengan alasan masih kondusif," ujarnya.
Ia menjelaskan kapasitas tiap posko berbeda, yakni Aula Baruga BTN TNI Angkatan Laut sekitar 20–30 orang, Kantor Kelurahan Kapasa 15 orang, dan Universitas Graha Edukasi Makassar sekitar 50 orang.
"Alhamdulillah belum ada warga melapor untuk dievakuasi. Tadi subuh saya turun dari lapangan ini. Katanya, ada warga yang punya bayi, makanya saya langsung terjun ke wilayah. Pada saat sampai ke wilayah, awalnya air sudah hampir sampai di perut, tiba-tiba dengan berjalan cuaca juga hujan sudah mulai reda dan airnya juga langsung turun," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Pemerintah kelurahan bersama Polsek Tamalanrea juga meninjau langsung wilayah terdampak untuk memastikan kondisi warga tetap aman. Dalam peninjauan tersebut, warga kembali diimbau segera menuju posko jika ketinggian air meningkat dalam waktu singkat.
"Kami jalan meninjau bersama tim dari Polsek. Alhamdulilla kami imbau warga juga berikan edukasi. Kalau misalnya 1-2 jam ke depan air tiba-tiba air tinggi, kami sudah siapkan tempat evakuasi dan bisa langsung lari ke situ saja (posko pengungsi) mengamankan diri dulu," kata Norman saat dihubungi lewat WhatsApp.
Kelurahan Kapasa juga menggencarkan sosialisasi evakuasi untuk mengantisipasi kenaikan debit air secara tiba-tiba. Warga diarahkan agar tidak menunda evakuasi demi menjaga keselamatan.
"Setelah kami berikan edukasi, apabila terjadi banjir maka para warga tidak kebingungan lagi mencari tempat atau posko pengungsian sementara. Jadi mereka (warga) sudah terfokus. Kalau memang ada apa-apa langsung titik umumnya di Aula Baruga, berkoordinasi sama RT dan RW setempat," pungkasnya.
Peninjauan banjir dilakukan di dua titik wilayah, yakni RT 004/RW 004 BTN TNI Angkatan Laut dan RT 001/RW 006, melibatkan unsur Polsek Tamalanrea, Babinsa, Binmas, serta ketua RT/RW setempat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Wali Kota Makassar Siap Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 22:18
Sulsel
Cegah Gangguan Distribusi Air, PDAM Makassar Koordinasi dengan Dinas PU
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, mengunjungi Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (22/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 11:09
Makassar City
Pemkot Makassar Dorong PAUD Negeri jadi Pusat Pendidikan Lokal dan Ramah Iklim
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali tampil di panggung nasional untuk membagikan praktik baik pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan anak usia dini.
Kamis, 22 Okt 2026 06:16
Sulsel
Pemkot Siapkan Beasiswa APBD untuk 400 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan program beasiswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi 400 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.
Kamis, 22 Okt 2026 06:09
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi