Pemkot Makassar Betonisasi Jalan Romang Tangayya, Anggaran Rp4 M Disiapkan
Rabu, 12 Nov 2025 19:47
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin meninjau kondisi jalan kawasan Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Rabu (12/11/2025). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan
MAKASSAR - Pemerintah kota menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk membetonisasi jalur Romang Tangayya, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala. Ruas jalan yang akan dibangun lebih dar 4 kilometer dengan lebar 1,5 meter.
Rencana ini disampaikan Wali Kota Munafri Arifuddin usai meninjau langsung kondisi jalan di wilayah tersebut. Ia datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, serta Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka.
Rombongan menelusuri jalur akses masuk dari Jalan Poros Burung-Burung (Samata), Kabupaten Gowa, yang menjadi satu-satunya jalur penghubung ke wilayah tersebut. Rombongan melalui jalan licin dan berlumpur.
Tidak hanya dengan kendaraan, Wali Kota juga berjalan kaki sejauh ratusan meter dari titik terakhir kendaraan dapat melintas, menuju lokasi jalan yang menjadi akses utama warga di wilayah perbatasan tersebut.
Menurut Wali Kota, kondisi jalan di kawasan ini sangat memprihatinkan. Jalur yang terletak di antara wilayah Makassar dan Gowa tersebut memiliki medan terjal dan sempit, sehingga tidak memungkinkan dilewati kendaraan roda empat, bahkan sulit bagi dua kendaraan untuk berpapasan.
Wali Kota menegaskan, Pemkot Makassar akan segera menindaklanjuti hasil tinjauan ini melalui langkah nyata di lapangan.
"Saya sudah melihat langsung kondisi ini. Kita akan upayakan segera dibangun agar akses ini bisa terhubung dan memberikan kenyamanan bagi warga Kota Makassar yang tinggal di wilayah ini," tegasnya.
Pria yang akrab disapa Appi ini menjelaskan bahwa tujuan utama perbaikan akses jalan ini adalah untuk memudahkan warga menjangkau pusat pelayanan publik serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
"Tahun depan (2026) akan mulai dikerjakan tapi untuk tahap awal kita fokus sampai perbatasan Gowa–Makassar dulu. Saya minta Dinas PU, dikerjakan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga," katanya.
Dengan rencana pembangunan ini, kata dia, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan, memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dari sentuhan pembangunan kota.
Selain pembangunan jalan, Munafri juga menekankan pentingnya penataan saluran drainase di sekitar wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pengerjaan jalan menjadi prioritas utama, sementara perbaikan saluran akan menyusul setelahnya.
"Salurannya (pinggiran jalan) nanti juga diperbaiki, tapi jalan dulu yang paling penting. Kalau akses jalannya bagus, otomatis aktivitas warga akan lebih lancar," pungkasnya.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa langkah persiapan untuk pelaksanaan perbaikan jalan pada tahun 2026 mendatang.
"Kami bersama Pak Wali meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jalan di wilayah Romang Tangayya. Panjang ruas yang akan dikerjakan kurang lebih tiga kilometer, dengan anggaran sekitar Rp4 miliar," jelas Zuhaelsi.
Ia mengungkapkan, pekerjaan tersebut akan difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan area permukiman warga hingga ke titik perbatasan Makassar–Gowa. Sementara jalur dari arah jalan poros belum termasuk dalam tahap pengerjaan tahun depan karena jaraknya masih cukup jauh.
"Untuk sementara, yang akan dikerjakan adalah ruas dari area pemukiman sampai ke perbatasan saja. Kalau dari jalan poros masih terlalu jauh," katanya.
Zuhaelsi menambahkan, perbaikan jalan ini akan menggunakan konstruksi beton dengan lebar sekitar 1,5 meter.
Menurutnya, meskipun kondisi medan di wilayah tersebut cukup menantang, pihaknya siap menyiapkan langkah teknis agar mobilisasi material dan alat berat dapat berjalan lancar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari tanggung jawab dan kewenangan Pemkot Makassar, mengingat lokasi yang akan diperbaiki masih masuk dalam wilayah administrasi Kota Makassar.
Zuhaelsi juga menyebut, langkah perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat setempat yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi dan pelayanan publik.
Rencana ini disampaikan Wali Kota Munafri Arifuddin usai meninjau langsung kondisi jalan di wilayah tersebut. Ia datang bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, serta Camat Manggala, Andi Eldi Indra Malka.
Rombongan menelusuri jalur akses masuk dari Jalan Poros Burung-Burung (Samata), Kabupaten Gowa, yang menjadi satu-satunya jalur penghubung ke wilayah tersebut. Rombongan melalui jalan licin dan berlumpur.
Tidak hanya dengan kendaraan, Wali Kota juga berjalan kaki sejauh ratusan meter dari titik terakhir kendaraan dapat melintas, menuju lokasi jalan yang menjadi akses utama warga di wilayah perbatasan tersebut.
Menurut Wali Kota, kondisi jalan di kawasan ini sangat memprihatinkan. Jalur yang terletak di antara wilayah Makassar dan Gowa tersebut memiliki medan terjal dan sempit, sehingga tidak memungkinkan dilewati kendaraan roda empat, bahkan sulit bagi dua kendaraan untuk berpapasan.
Wali Kota menegaskan, Pemkot Makassar akan segera menindaklanjuti hasil tinjauan ini melalui langkah nyata di lapangan.
"Saya sudah melihat langsung kondisi ini. Kita akan upayakan segera dibangun agar akses ini bisa terhubung dan memberikan kenyamanan bagi warga Kota Makassar yang tinggal di wilayah ini," tegasnya.
Pria yang akrab disapa Appi ini menjelaskan bahwa tujuan utama perbaikan akses jalan ini adalah untuk memudahkan warga menjangkau pusat pelayanan publik serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
"Tahun depan (2026) akan mulai dikerjakan tapi untuk tahap awal kita fokus sampai perbatasan Gowa–Makassar dulu. Saya minta Dinas PU, dikerjakan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga," katanya.
Dengan rencana pembangunan ini, kata dia, Pemkot Makassar menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerataan infrastruktur hingga ke wilayah perbatasan, memastikan tidak ada lagi warga yang tertinggal dari sentuhan pembangunan kota.
Selain pembangunan jalan, Munafri juga menekankan pentingnya penataan saluran drainase di sekitar wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pengerjaan jalan menjadi prioritas utama, sementara perbaikan saluran akan menyusul setelahnya.
"Salurannya (pinggiran jalan) nanti juga diperbaiki, tapi jalan dulu yang paling penting. Kalau akses jalannya bagus, otomatis aktivitas warga akan lebih lancar," pungkasnya.
Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, menjelaskan bahwa langkah persiapan untuk pelaksanaan perbaikan jalan pada tahun 2026 mendatang.
"Kami bersama Pak Wali meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jalan di wilayah Romang Tangayya. Panjang ruas yang akan dikerjakan kurang lebih tiga kilometer, dengan anggaran sekitar Rp4 miliar," jelas Zuhaelsi.
Ia mengungkapkan, pekerjaan tersebut akan difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan area permukiman warga hingga ke titik perbatasan Makassar–Gowa. Sementara jalur dari arah jalan poros belum termasuk dalam tahap pengerjaan tahun depan karena jaraknya masih cukup jauh.
"Untuk sementara, yang akan dikerjakan adalah ruas dari area pemukiman sampai ke perbatasan saja. Kalau dari jalan poros masih terlalu jauh," katanya.
Zuhaelsi menambahkan, perbaikan jalan ini akan menggunakan konstruksi beton dengan lebar sekitar 1,5 meter.
Menurutnya, meskipun kondisi medan di wilayah tersebut cukup menantang, pihaknya siap menyiapkan langkah teknis agar mobilisasi material dan alat berat dapat berjalan lancar.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari tanggung jawab dan kewenangan Pemkot Makassar, mengingat lokasi yang akan diperbaiki masih masuk dalam wilayah administrasi Kota Makassar.
Zuhaelsi juga menyebut, langkah perbaikan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat setempat yang selama ini mengalami kesulitan akses transportasi dan pelayanan publik.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Sulsel
Kementerian HAM Rekrut Warga Lokal Jadi Penggerak HAM di Makassar
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menjadikan Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Kaluku Badoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sebagai pilot project Desa Sadar HAM.
Senin, 10 Agu 2026 13:42
News
Pemkot Makassar Targetkan Administrasi Transisi Proyek PSEL Rampung 2 Pekan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua pekan. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi proyek dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menuju Perpres Nomor 109.
Sabtu, 08 Agu 2026 10:08
Makassar City
Pencurian Meteran Air Ganggu Pendapatan dan Layanan PDAM Makassar
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengungkap maraknya pencurian meteran air di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekaligus pendapatan perusahaan.
Jum'at, 07 Agu 2026 06:22
Makassar City
Perumda Air Minum Makassar Gelar Tausiah, Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kamis, 06 Agu 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
3
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
4
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
5
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
3
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
4
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
5
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali