Andi Hadi Sebut Usulan Musrenbang Berulang Dipicu Perbaikan Infrastruktur Tak Tuntas
Selasa, 20 Jan 2026 22:54
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso. Foto: Dok. SINDO Makassar
MAKASSAR - Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso, menilai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan masih bersifat monoton. Hal itu terlihat dari usulan warga yang terus didominasi persoalan infrastruktur dasar, seperti perbaikan jalan dan drainase.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan banyak persoalan lama yang belum diselesaikan pemerintah daerah, sehingga kembali diusulkan setiap tahun.
“Ya tentu kita juga menginginkan bagaimana suatu saat nanti bukan hanya hal itu yang menjadi selalu yang kita usulkan ke pemerintah kota,” ujarnya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar itu mendorong agar hasil Musyawarah Kelurahan (Muskel) dan Musrenbang kecamatan yang telah selesai maupun yang sedang berjalan segera ditindaklanjuti secara konkret. Menurutnya, kepastian penyelesaian infrastruktur menjadi kunci agar agenda pembangunan tidak stagnan.
Selain infrastruktur, ia menilai terdapat sejumlah persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian, seperti penguatan UMKM dan stabilitas keamanan lingkungan.
Andi Hadi menyebut pemerintah kota sejatinya telah memiliki data usulan warga yang berulang dari tahun ke tahun. Namun, realisasi pembangunan sering terkendala persoalan legalitas, terutama terkait status lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial.
“Contoh fasum dan fasosnya itu sudah diserah-terimakan kepada Pemerintah Kota. Nah pertanyaannya sekarang kan banyak juga pengembang yang nakal, sudah berpuluh-puluh tahun itu menyengsarakan daripada masyarakat yang ada di situ,” paparnya.
Ia menyoroti kondisi Kompleks Perumahan Green Sudiang yang kerap dilanda banjir dengan kondisi jalan rusak parah. Menurutnya, lambannya penyerahan fasum dan fasos oleh pengembang memperparah persoalan tersebut.
“Inilah di sini letaknya bagaimana pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan tentu penegasan kepada pengembang-pengembang yang belum menyerahkan fasum dan fasosnya kepada pemerintah kota. Nah kalau begini dampaknya kan akan berdampak juga kepada PAD,” kata Ibrahim.
Ia menegaskan, kualitas pelayanan publik berpengaruh langsung terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Infrastruktur yang dibiarkan rusak, kata dia, berpotensi memicu ketidakpercayaan warga dan kecemburuan sosial antarwilayah.
Ia juga mendorong pemerintah kota untuk memperketat perizinan pembangunan perumahan, khususnya terkait dokumen lingkungan.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Biringkanaya itu mengkritik pengembang yang dinilai lebih mengutamakan tampilan bangunan tanpa memperhatikan sistem drainase. Menurutnya, dampak buruknya tidak hanya dirasakan penghuni perumahan, tetapi juga warga di sekitar kawasan tersebut.
Andi Hadi juga menegaskan bahwa persoalan fasum dan fasos tidak hanya melibatkan pengembang besar, tetapi juga banyak pengembang lain yang telah beroperasi puluhan tahun tanpa menyerahkan aset kepada pemerintah kota.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan banyak persoalan lama yang belum diselesaikan pemerintah daerah, sehingga kembali diusulkan setiap tahun.
“Ya tentu kita juga menginginkan bagaimana suatu saat nanti bukan hanya hal itu yang menjadi selalu yang kita usulkan ke pemerintah kota,” ujarnya.
Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar itu mendorong agar hasil Musyawarah Kelurahan (Muskel) dan Musrenbang kecamatan yang telah selesai maupun yang sedang berjalan segera ditindaklanjuti secara konkret. Menurutnya, kepastian penyelesaian infrastruktur menjadi kunci agar agenda pembangunan tidak stagnan.
Selain infrastruktur, ia menilai terdapat sejumlah persoalan lain yang juga perlu mendapat perhatian, seperti penguatan UMKM dan stabilitas keamanan lingkungan.
Andi Hadi menyebut pemerintah kota sejatinya telah memiliki data usulan warga yang berulang dari tahun ke tahun. Namun, realisasi pembangunan sering terkendala persoalan legalitas, terutama terkait status lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial.
“Contoh fasum dan fasosnya itu sudah diserah-terimakan kepada Pemerintah Kota. Nah pertanyaannya sekarang kan banyak juga pengembang yang nakal, sudah berpuluh-puluh tahun itu menyengsarakan daripada masyarakat yang ada di situ,” paparnya.
Ia menyoroti kondisi Kompleks Perumahan Green Sudiang yang kerap dilanda banjir dengan kondisi jalan rusak parah. Menurutnya, lambannya penyerahan fasum dan fasos oleh pengembang memperparah persoalan tersebut.
“Inilah di sini letaknya bagaimana pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan tentu penegasan kepada pengembang-pengembang yang belum menyerahkan fasum dan fasosnya kepada pemerintah kota. Nah kalau begini dampaknya kan akan berdampak juga kepada PAD,” kata Ibrahim.
Ia menegaskan, kualitas pelayanan publik berpengaruh langsung terhadap kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Infrastruktur yang dibiarkan rusak, kata dia, berpotensi memicu ketidakpercayaan warga dan kecemburuan sosial antarwilayah.
Ia juga mendorong pemerintah kota untuk memperketat perizinan pembangunan perumahan, khususnya terkait dokumen lingkungan.
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Biringkanaya itu mengkritik pengembang yang dinilai lebih mengutamakan tampilan bangunan tanpa memperhatikan sistem drainase. Menurutnya, dampak buruknya tidak hanya dirasakan penghuni perumahan, tetapi juga warga di sekitar kawasan tersebut.
Andi Hadi juga menegaskan bahwa persoalan fasum dan fasos tidak hanya melibatkan pengembang besar, tetapi juga banyak pengembang lain yang telah beroperasi puluhan tahun tanpa menyerahkan aset kepada pemerintah kota.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Komisi A DPRD Makassar Siapkan Tiga Langkah Kawal Kelurahan Sadar HAM
Komisi A DPRD Kota Makassar menyiapkan tiga langkah strategis untuk mengawal program Kelurahan Sadar Hak Asasi Manusia (HAM) agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Selasa, 11 Agu 2026 07:31
Sulsel
Kementerian HAM Rekrut Warga Lokal Jadi Penggerak HAM di Makassar
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menjadikan Kelurahan Mattoangin, Kecamatan Mariso dan Kelurahan Kaluku Badoa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, sebagai pilot project Desa Sadar HAM.
Senin, 10 Agu 2026 13:42
News
Pemkot Makassar Targetkan Administrasi Transisi Proyek PSEL Rampung 2 Pekan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua pekan. Langkah ini menjadi bagian dari proses transisi proyek dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 menuju Perpres Nomor 109.
Sabtu, 08 Agu 2026 10:08
Makassar City
Pencurian Meteran Air Ganggu Pendapatan dan Layanan PDAM Makassar
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengungkap maraknya pencurian meteran air di sejumlah wilayah Kota Makassar. Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan sekaligus pendapatan perusahaan.
Jum'at, 07 Agu 2026 06:22
Makassar City
Perumda Air Minum Makassar Gelar Tausiah, Perkuat Semangat Pengabdian Pegawai
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar kegiatan tausiah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perumda Air Minum Kota Makassar, Kamis (6/8/2026).
Kamis, 06 Agu 2026 17:53
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KONI Sidrap Dilantik, Bupati Syahar Targetkan Prestasi Naik di Porprov 2026
2
Peternak Sulsel Protes Harga Pakan Tinggi dan Harga Telur Anjlok
3
IAS Minta Kader Golkar Tak Alergi Kritik, Harus Lebih Banyak Mendengar
4
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
5
Kolaborasi PT Vale & Pemkab Morowali Luncurkan Desa Wisata Unsongi