Wali Kota Makassar Imbau Warga Hindari Sahur On The Road dan Konvoi
Jum'at, 20 Feb 2026 08:13
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan sahur on the road. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Munafri Arifuddin mengimbau masyarakat tidak menggelar sahur on the road maupun konvoi kendaraan selama Ramadan 2026. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga ketertiban umum, keselamatan warga, serta kekhusyukan ibadah.
Munafri menyatakan dukungan terhadap imbauan Polrestabes Makassar yang melarang sahur on the road. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan di jalan.
"Iya, saya juga imbau tidak usah ada sahur on the road. Lebih bagus sudah sahur, sholat subuh, mengaji-mengaji sedikit, terus pulang dari masjid," tegasnya di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu kemarin.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan selama Ramadan. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan wilayah hingga aparat keamanan bekerja terkoordinasi.
"Saya minta seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Ketua RT/RW, lurah, camat, hingga Satpol PP untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun koordinasi yang solid bersama unsur TNI dan Polri dalam mengawasi wilayah masing-masing," ucapnya.
Menurut Appi, Ramadan memerlukan perhatian ekstra terhadap stabilitas lingkungan karena meningkatnya aktivitas masyarakat, seperti ibadah malam dan aktivitas ekonomi.
"Aktivitas masyarakat yang meningkat, mulai dari kegiatan ibadah malam, pasar tumpah, hingga potensi gangguan ketertiban umum, harus diantisipasi secara terukur dan humanis. Karena itu, peran aparatur kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif," tuturnya.
Ia mengajak masyarakat mengisi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah, bukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban atau risiko kecelakaan.
"Kami Pemerintah Kota Makassar pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan, dan menciptakan suasana kota yang aman serta kondusif," ajak Appi.
Munafri menegaskan pengawasan wilayah tidak hanya berorientasi penindakan, tetapi juga pendekatan persuasif dan preventif. RT/RW diharapkan aktif memetakan potensi kerawanan, sementara lurah dan camat memperkuat koordinasi dan respons cepat.
"Lurah dan camat memperkuat koordinasi serta respons cepat terhadap laporan warga, sementara Satpol PP bersama TNI-Polri memastikan penegakan aturan berjalan tegas namun tetap mengedepankan kearifan lokal," tegas Appi.
Ia optimistis, melalui kolaborasi dan komunikasi intensif, Ramadan di Makassar dapat berlangsung tertib dan damai. Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga harmoni kota.
Selain sahur on the road, Munafri melarang konvoi kendaraan beramai-ramai di jalan raya karena berisiko mengganggu pengguna jalan lain dan keselamatan.
"Oh janganlah, jangan. Lagi-lagi mengganggu pengguna jalan yang lain. Saling jaga, keselamatan, apalagi banyak ramai-ramai, tidak pakai helm. Itu tidak boleh terjadi," imbuh Munafri.
Terkait awal Ramadan, Munafri menyebut aktivitasnya berjalan seperti biasa. Ia mengaku memiliki kebiasaan sederhana pada hari pertama puasa.
"Kegiatan Ramadan sama seperti biasa. Kalau saya sih hari pertama saya pasti sama keluarga, karena setelah itu sudah akan keliling terus setiap hari," ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk menu sahur dan berbuka, ia juga memilih pola makan sederhana.
"Kalau menu saya kalau bulan puasa itu cuman makan kurma sama air putih sudah kalau sahur. Kalau buka ya standar lah,” katanya.
Munafri menyatakan dukungan terhadap imbauan Polrestabes Makassar yang melarang sahur on the road. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan di jalan.
"Iya, saya juga imbau tidak usah ada sahur on the road. Lebih bagus sudah sahur, sholat subuh, mengaji-mengaji sedikit, terus pulang dari masjid," tegasnya di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu kemarin.
Munafri, yang akrab disapa Appi, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan selama Ramadan. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan wilayah hingga aparat keamanan bekerja terkoordinasi.
"Saya minta seluruh jajaran pemerintahan mulai dari Ketua RT/RW, lurah, camat, hingga Satpol PP untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun koordinasi yang solid bersama unsur TNI dan Polri dalam mengawasi wilayah masing-masing," ucapnya.
Menurut Appi, Ramadan memerlukan perhatian ekstra terhadap stabilitas lingkungan karena meningkatnya aktivitas masyarakat, seperti ibadah malam dan aktivitas ekonomi.
"Aktivitas masyarakat yang meningkat, mulai dari kegiatan ibadah malam, pasar tumpah, hingga potensi gangguan ketertiban umum, harus diantisipasi secara terukur dan humanis. Karena itu, peran aparatur kewilayahan menjadi garda terdepan dalam memastikan suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif," tuturnya.
Ia mengajak masyarakat mengisi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah, bukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban atau risiko kecelakaan.
"Kami Pemerintah Kota Makassar pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kebersamaan, dan menciptakan suasana kota yang aman serta kondusif," ajak Appi.
Munafri menegaskan pengawasan wilayah tidak hanya berorientasi penindakan, tetapi juga pendekatan persuasif dan preventif. RT/RW diharapkan aktif memetakan potensi kerawanan, sementara lurah dan camat memperkuat koordinasi dan respons cepat.
"Lurah dan camat memperkuat koordinasi serta respons cepat terhadap laporan warga, sementara Satpol PP bersama TNI-Polri memastikan penegakan aturan berjalan tegas namun tetap mengedepankan kearifan lokal," tegas Appi.
Ia optimistis, melalui kolaborasi dan komunikasi intensif, Ramadan di Makassar dapat berlangsung tertib dan damai. Munafri juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga harmoni kota.
Selain sahur on the road, Munafri melarang konvoi kendaraan beramai-ramai di jalan raya karena berisiko mengganggu pengguna jalan lain dan keselamatan.
"Oh janganlah, jangan. Lagi-lagi mengganggu pengguna jalan yang lain. Saling jaga, keselamatan, apalagi banyak ramai-ramai, tidak pakai helm. Itu tidak boleh terjadi," imbuh Munafri.
Terkait awal Ramadan, Munafri menyebut aktivitasnya berjalan seperti biasa. Ia mengaku memiliki kebiasaan sederhana pada hari pertama puasa.
"Kegiatan Ramadan sama seperti biasa. Kalau saya sih hari pertama saya pasti sama keluarga, karena setelah itu sudah akan keliling terus setiap hari," ujarnya saat dikonfirmasi.
Untuk menu sahur dan berbuka, ia juga memilih pola makan sederhana.
"Kalau menu saya kalau bulan puasa itu cuman makan kurma sama air putih sudah kalau sahur. Kalau buka ya standar lah,” katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Percepat Pengangkatan Kepala Puskesmas Definitif
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mempercepat penetapan kepala Puskesmas definitif melalui proses seleksi terbuka yang kini memasuki tahap akhir.
Sabtu, 11 Apr 2026 10:44
Makassar City
Pemkot Makassar Target Juara Umum MTQ Sulsel
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menitipkan pesan penuh harapan dan semangat kepada seluruh kontingen kafilah Kota Makassar yang akan tampil pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Maros.
Jum'at, 10 Apr 2026 17:32
News
Pemkot Makassar Targetkan 1.000 Sertifikat Aset Rampung 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menargetkan sertifikasi 1.000 aset berupa lahan dan bangunan milik daerah dapat rampung pada 2026.
Jum'at, 10 Apr 2026 08:12
Makassar City
Proyek Riverside Makassar Dikebut, Pemkot Siap Kerja Fisik Usai Serah Lahan
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendorong percepatan pembangunan jalan alternatif Dr. Leimena yang menghubungkan Kecamatan Manggala, Tamalanrea, dan Panakkukang.
Kamis, 09 Apr 2026 20:59
Makassar City
Penertiban 167 PKL di Biringkanaya Tanpa Ricuh, Pemkot Siapkan Lokasi Baru
Pemerintah Kecamatan Biringkanaya menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas fasilitas umum (fasum), seperti trotoar dan saluran drainase, Kamis (9/4/2026).
Kamis, 09 Apr 2026 19:59
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
SIT Ar-Rahmah Gelar Quranic Parenting, Ajak Orang Tua Siswa Dekat dengan Al-Quran
2
Kemdiktisaintek Siapkan Transformasi Politeknik, Arahkan Setara Universitas
3
Pelatih PSIM Tak Percaya Timnya Kalah oleh PSM Makassar: Ini Keajaiban
4
Kabar Baik Datang di Tengah Pencalonan Andi Atssam sebagai Calon Dekan FIKK UNM
5
Pemkab Bone Hibahkan Lahan untuk Gudang Modern Bulog