Hadiri Dharma Santi Nyepi, Wali Kota Makassar Siapkan Program Kampung Toleransi
Sabtu, 04 Apr 2026 16:04
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Saka 1948/2026 Masehi di Hotel Harper Makassar, Jumat malam (3/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menegaskan bahwa rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung sejak akhir tahun hingga saat ini menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di Kota Makassar. Ia menyebut perayaan Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Nyepi dan Dharma Santi berjalan dengan harmonis.
“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, sangat mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.
Menurut Munafri, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, tetapi merupakan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan kota. Ia mengibaratkan keberagaman seperti perpaduan warna yang menciptakan keindahan.
“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Tapi ketika beragam, justru menjadi lebih indah. Begitu juga dengan keberagaman kita,” tambahnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu di Kota Makassar atas konsistensi dalam menjaga harmoni dan toleransi. Ia mengaku terkesan dengan ornamen serta properti khas Hindu yang ditampilkan dalam perayaan tersebut.
Lebih lanjut, Munafri menekankan bahwa suasana toleransi yang terjaga berdampak langsung terhadap iklim investasi di daerah. Menurutnya, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
“Kadang-kadang banyak sekali hal-hal yang sebenarnya dianggap kecil, tapi tanpa disadari mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan program “Kampung Toleransi” sebagai simbol kehidupan harmonis antarumat beragama. Program ini akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar.
Munafri menjelaskan, kawasan tersebut dirancang untuk merepresentasikan keberagaman, dengan menghadirkan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah.
Ia berharap, perayaan Dharma Santi menjadi momentum mempererat silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen menjaga kerukunan di Kota Makassar.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan bahwa Tahun Baru Saka memiliki kekhasan dibanding perayaan tahun baru lainnya.
“Umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan rangkaian spiritual, salah satunya melalui Catur Brata Penyepian, yang menekankan refleksi diri dan penyucian,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri menegaskan bahwa rangkaian perayaan keagamaan yang berlangsung sejak akhir tahun hingga saat ini menjadi bukti kuatnya nilai toleransi di Kota Makassar. Ia menyebut perayaan Natal, Cap Go Meh, Idulfitri, hingga Nyepi dan Dharma Santi berjalan dengan harmonis.
“Ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar adalah kota yang sangat inklusif, sangat mengedepankan toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” ujarnya.
Menurut Munafri, keberagaman bukan sekadar realitas sosial, tetapi merupakan kekuatan utama dalam mendorong pembangunan kota. Ia mengibaratkan keberagaman seperti perpaduan warna yang menciptakan keindahan.
“Kalau hanya satu warna, tidak akan indah dipandang. Tapi ketika beragam, justru menjadi lebih indah. Begitu juga dengan keberagaman kita,” tambahnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu di Kota Makassar atas konsistensi dalam menjaga harmoni dan toleransi. Ia mengaku terkesan dengan ornamen serta properti khas Hindu yang ditampilkan dalam perayaan tersebut.
Lebih lanjut, Munafri menekankan bahwa suasana toleransi yang terjaga berdampak langsung terhadap iklim investasi di daerah. Menurutnya, citra kota yang damai dan inklusif menjadi faktor penting dalam menarik minat investor.
“Kadang-kadang banyak sekali hal-hal yang sebenarnya dianggap kecil, tapi tanpa disadari mampu memberikan pengaruh yang besar terhadap iklim investasi di Kota Makassar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rencana Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan program “Kampung Toleransi” sebagai simbol kehidupan harmonis antarumat beragama. Program ini akan dikembangkan melalui kolaborasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar.
Munafri menjelaskan, kawasan tersebut dirancang untuk merepresentasikan keberagaman, dengan menghadirkan berbagai rumah ibadah dalam satu wilayah.
Ia berharap, perayaan Dharma Santi menjadi momentum mempererat silaturahmi antarumat beragama sekaligus memperkuat komitmen menjaga kerukunan di Kota Makassar.
Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendrajaya, menjelaskan bahwa Tahun Baru Saka memiliki kekhasan dibanding perayaan tahun baru lainnya.
“Umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka dengan rangkaian spiritual, salah satunya melalui Catur Brata Penyepian, yang menekankan refleksi diri dan penyucian,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen umat Hindu untuk terus berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Jika dibutuhkan, umat Hindu siap berada di garda terdepan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kota Makassar,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta unsur Forkopimda Sulawesi Selatan.
(MAN)
Berita Terkait
News
Pemerintah Tertibkan 27 Lapak PKL di Trotoar dan Drainase Jalan Sunu
Pemerintah Kecamatan Tallo menertibkan 27 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas trotoar dan saluran drainase, Rabu (15/4/2026).
Rabu, 15 Apr 2026 17:39
Makassar City
Honda MCN 2026 Padukan Kuliner, Budaya, dan Kepedulian Lingkungan
Honda Makassar Culinary Night (MCN) dijadwalkan berlangsung pada 17–19 April 2026 di Benteng Fort Rotterdam, dengan mengusung tema Green Culture Festival.
Selasa, 14 Apr 2026 16:13
Makassar City
Wali Kota Makassar Kukuhkan 60 Anggota KSB Tamalanrea
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengukuhkan Tim KSB Kecamatan Tamalanrea dalam apel pengukuhan yang dirangkaikan dengan uji simulasi SOP di Anjungan Tugu MNEK, CPI.
Selasa, 14 Apr 2026 11:04
Makassar City
DLH Makassar Usulkan Tambahan Rp60 Miliar untuk Optimalisasi TPA Antang
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong peningkatan anggaran sektor persampahan hingga mencapai 3 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Senin, 13 Apr 2026 15:32
Makassar City
Wali Kota Makassar Ajak Muhammadiyah Kolaborasi di Berbagai Sektor Strategis
Wali Kota Makassar mendorong penguatan kolaborasi antara bersama Muhammadiyah di berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, pengelolaan sampah, hingga urban farming.
Minggu, 12 Apr 2026 17:34
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Butuh Biaya Operasi Istri, Akademisi Unhas Keluhkan Dana di Bank BUMN Sulit Dicairkan
3
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
4
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
5
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
Butuh Biaya Operasi Istri, Akademisi Unhas Keluhkan Dana di Bank BUMN Sulit Dicairkan
3
Kejari Maros Jadwalkan Pemeriksaan Kades Labuaja soal Dugaan Pungli
4
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
5
UMI Ingatkan Konsekuensi Hukum bagi Pemelintir Narasi Terkait Jusuf Kalla