6 Dosen Unhas Masuk Ilmuwan Berpengaruh Dunia, Ekosistem Riset Kian Diperkuat
Selasa, 08 Okt 2024 21:43
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Sumbangan Baja, menyampaikan sambutan pada acara roundtable discussion terkait 6 dosen Unhas masuk daftar 2 persen ilmuwan berpengaruh dunia di Kampus Unhas.
MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) berkomitmen memperkuat ekosistem riset. Langkah menuju World Class University (WCU).
Penguatan ekosistem riset juga diharapkan mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan jumlah ilmuwan berpengaruh asal Unhas. Sekadar diketahui, ada enam dosen Unhas yang masuk dalam pemeringkatan ilmuwan dunia 'World's Top 2% Scientist 2024' versi Stanford University dan Elsevier.
Adapun enam dosen Unhas berprestasi itu yakni Prof Dr Muhammad Alif K Sahide, Prof Dr Eng Mawardi Bahri, Prof Dr Dahlang Tahir, Prof Anwar Mallongi, Prof Firzan Nainu, dan Prof Andi Dian Permana.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Sumbangan Baja, menyampaikan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu prioritas. Terlebih, riset atau penelitian merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi. Unhas ditegaskan mendukung penuh dari sisi fasilitas hingga pendanaan.
"Ya, memang harus diperkuat (ekosistem riset). Caranya, pertama adalah lingkungan kerjanya, laboratorium harus di-support. Kita mendapatkan dana dari pemerintah cukup besar dan dialokasikan untuk laboratorium berkinerja baik," kata Prof Sumbangan, seusai acara roundtable discussion di Kampus Unhas Tamalanrea, pada Selasa (8/10/2024).
Dalam acara itu, 3 dari 6 dosen Unhas yang masuk 2% ilmuwan berpengaruh dunia turut hadir. Masing-masing yakni Prof Dr Muhammad Alif K Sahide, Prof Dr Eng Mawardi Bahri, dan Prof Firzan Nainu. Mereka menjabarkan langsung mengenai hasil riset dan publikasinya.
Sumbangan melanjutkan metode kedua yang diimplementasikan untuk memperkuat ekosistem riset adalah menyiapkan reward. Unhas memiliki anggaran penelitian internal, sehingga para dosen lebih leluasa melakukan riset.
Cara ketiga, ia bilang reward juga disiapkan bagi dosen yang telah menulis di jurnal Scopus internasional. "Jadi setiap dosen yang sudah mempublikasikan karyanya secara internasional dan terindeks Scopus akan diberikan reward berdasarkan level," tuturnya.
Bukan hanya mendukung fasilitas dan pendanaan, Unhas juga memperkuat ekosistem riset dengan membangun sektor SDM. Kampus Merah pada tahun ini memiliki Tematik Riset Grup. Tujuannya, menghimpun dosen dari bidang yang sama atau bidang lain tapi saling mendukung.
"Kelompok riset ini ditumbuhkan dan di-support anggaran, sehingga mereka lebih bebas bekerja dan beba mendapatkan mitra dari luar negeri. Intinya, dari sisi anggaran dan fasilitas kita dukung, karena ini bagian dari (mewujudkan) World Class University," ungkap dia.
Prof Dr Muhammad Alif K Sahide dari Fakultas Kehutanan menyampaikan, riset dan publikasinya lebih banyak ke aspek sosial. Diakuinya, riset dan publikasi miliknya tidak banyak tapi berdampak. Artinya, dari sisi kualitas bagus.
"Saya membangun riset grup, melibatkan banyak peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana. Penelitian dilakukan tidak terburu-buru untuk menghasilkan penelitian berdampak," katanya.
Prof Dr Eng Mawardi Bahri pada kesempatan itu, menyampaikan riset dan publikasinya cukup rumit. Pasalnya, berkaitan dengan matematika. Dirinya membuat rumus baru dan mengembangkan formula, semisal aplikasi yang tentunya berdampak.
Sementara itu, Prof Firzan Nainu, menyampaikan riset dan publikasi yang dihasilkannya di bidang imunologi. Yang menarik, Prof Firzan menggunakan lalat buah sebagai hewan uji coba, bukan tikus atau mencit yang selama ini lazim digunakan.
Menurut dia, penggunaan lalat buah lebih hemat operasional. Inovasi dari Prof Firzan pun patut diapresiasi karena menjadi yang pertama dari Indonesia dan diakui dunia.
Penguatan ekosistem riset juga diharapkan mampu mempertahankan, bahkan meningkatkan jumlah ilmuwan berpengaruh asal Unhas. Sekadar diketahui, ada enam dosen Unhas yang masuk dalam pemeringkatan ilmuwan dunia 'World's Top 2% Scientist 2024' versi Stanford University dan Elsevier.
Adapun enam dosen Unhas berprestasi itu yakni Prof Dr Muhammad Alif K Sahide, Prof Dr Eng Mawardi Bahri, Prof Dr Dahlang Tahir, Prof Anwar Mallongi, Prof Firzan Nainu, dan Prof Andi Dian Permana.
Sekretaris Universitas Hasanuddin, Prof Sumbangan Baja, menyampaikan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu prioritas. Terlebih, riset atau penelitian merupakan salah satu tridharma perguruan tinggi. Unhas ditegaskan mendukung penuh dari sisi fasilitas hingga pendanaan.
"Ya, memang harus diperkuat (ekosistem riset). Caranya, pertama adalah lingkungan kerjanya, laboratorium harus di-support. Kita mendapatkan dana dari pemerintah cukup besar dan dialokasikan untuk laboratorium berkinerja baik," kata Prof Sumbangan, seusai acara roundtable discussion di Kampus Unhas Tamalanrea, pada Selasa (8/10/2024).
Dalam acara itu, 3 dari 6 dosen Unhas yang masuk 2% ilmuwan berpengaruh dunia turut hadir. Masing-masing yakni Prof Dr Muhammad Alif K Sahide, Prof Dr Eng Mawardi Bahri, dan Prof Firzan Nainu. Mereka menjabarkan langsung mengenai hasil riset dan publikasinya.
Sumbangan melanjutkan metode kedua yang diimplementasikan untuk memperkuat ekosistem riset adalah menyiapkan reward. Unhas memiliki anggaran penelitian internal, sehingga para dosen lebih leluasa melakukan riset.
Cara ketiga, ia bilang reward juga disiapkan bagi dosen yang telah menulis di jurnal Scopus internasional. "Jadi setiap dosen yang sudah mempublikasikan karyanya secara internasional dan terindeks Scopus akan diberikan reward berdasarkan level," tuturnya.
Bukan hanya mendukung fasilitas dan pendanaan, Unhas juga memperkuat ekosistem riset dengan membangun sektor SDM. Kampus Merah pada tahun ini memiliki Tematik Riset Grup. Tujuannya, menghimpun dosen dari bidang yang sama atau bidang lain tapi saling mendukung.
"Kelompok riset ini ditumbuhkan dan di-support anggaran, sehingga mereka lebih bebas bekerja dan beba mendapatkan mitra dari luar negeri. Intinya, dari sisi anggaran dan fasilitas kita dukung, karena ini bagian dari (mewujudkan) World Class University," ungkap dia.
Prof Dr Muhammad Alif K Sahide dari Fakultas Kehutanan menyampaikan, riset dan publikasinya lebih banyak ke aspek sosial. Diakuinya, riset dan publikasi miliknya tidak banyak tapi berdampak. Artinya, dari sisi kualitas bagus.
"Saya membangun riset grup, melibatkan banyak peneliti muda dan mahasiswa pascasarjana. Penelitian dilakukan tidak terburu-buru untuk menghasilkan penelitian berdampak," katanya.
Prof Dr Eng Mawardi Bahri pada kesempatan itu, menyampaikan riset dan publikasinya cukup rumit. Pasalnya, berkaitan dengan matematika. Dirinya membuat rumus baru dan mengembangkan formula, semisal aplikasi yang tentunya berdampak.
Sementara itu, Prof Firzan Nainu, menyampaikan riset dan publikasi yang dihasilkannya di bidang imunologi. Yang menarik, Prof Firzan menggunakan lalat buah sebagai hewan uji coba, bukan tikus atau mencit yang selama ini lazim digunakan.
Menurut dia, penggunaan lalat buah lebih hemat operasional. Inovasi dari Prof Firzan pun patut diapresiasi karena menjadi yang pertama dari Indonesia dan diakui dunia.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Unhas Lantik 26 Pejabat, Rektor Tekankan Kerja Kolektif
Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof. Jamaluddin Jompa melantik 26 pejabat baru dalam lingkup sivitas akademika Unhas, yang terdiri atas tiga dekan dan 23 pejabat struktural lainnya.
Rabu, 18 Mar 2026 04:42
Sulsel
Rektor Unhas Ajak Media Perkuat Kolaborasi Publikasi Prestasi Kampus
Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar dialog bersama insan pers bertajuk “Pertemuan dan Dialog Pimpinan Universitas Hasanuddin Bersama Jajaran Media Massa dan Jurnalis” di Ballroom Unhas Hotel and Convention, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (14/3/2026).
Minggu, 15 Mar 2026 04:21
News
Ditmawa Unhas Salurkan 1.450 Paket Takjil Kepada Mahasiswa
Direktorat Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kegiatan berbagi takjil yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa aktif di lingkungan kampus.
Rabu, 04 Mar 2026 20:25
News
Unhas Gandeng Brimob Sulsel Kembangkan Fasilitas Menembak
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menjalin kerja sama dengan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan dalam pengelolaan lapangan tembak kampus.
Sabtu, 21 Feb 2026 05:02
Sulsel
Wamendagri Jadi Penguji Eksternal Promosi Doktor Bupati Maros
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi penguji eksternal dalam ujian promosi doktor Bupati Maros, AS Chaidir Syam, pada Rabu (11/2/2026).
Rabu, 11 Feb 2026 13:28
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kakanwil Kemenag Sulsel Pantau Kesiapan Posko Ramah Pemudik
2
Pertamina Sulawesi Siaga Ramadan - Lebaran, Pasokan Energi Dipastikan Aman
3
Roadshow ke DPD II, Ketua KNPI FTA Dorong Penyatuan, Hilangkan Dualisme
4
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Wilayah Masing-masing, Larang Konvoi dan Petasan
5
Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Pertamina Perkuat Pasokan Energi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kakanwil Kemenag Sulsel Pantau Kesiapan Posko Ramah Pemudik
2
Pertamina Sulawesi Siaga Ramadan - Lebaran, Pasokan Energi Dipastikan Aman
3
Roadshow ke DPD II, Ketua KNPI FTA Dorong Penyatuan, Hilangkan Dualisme
4
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Wilayah Masing-masing, Larang Konvoi dan Petasan
5
Lonjakan Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Dua Gelombang, Pertamina Perkuat Pasokan Energi