Silaturahmi Bareng DPD II Golkar Parepare, IAS Serukan Konsolidasi - Redam Faksi Internal
Rabu, 25 Jun 2025 20:54
Kandidat calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Dr. Ilham Arief Sirajuddin (IAS), berbicara di hadapan pengurus Golkar Parepare saat konsolidasi dan silaturahmi politiknya di Kota Parepare. Foto/IST
PAREPARE - Kandidat calon Ketua Golkar Sulawesi Selatan, Dr. Ilham Arief Sirajuddin (IAS), melanjutkan konsolidasi dan silaturahmi politiknya di Kota Parepare. Kehadiran IAS disambut dengan antusiasme oleh pengurus DPD II Golkar Parepare, yang optimis partai berlambang pohon beringin ini akan kembali berjaya di Sulsel.
Ketua Harian Golkar Parepare, Kaharuddin Kadir, menilai kunjungan IAS sebagai bukti eksistensi partai menjelang Musda yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
"Mungkin anggapan orang Pak IAS susah masuk ke Parepare karena itu wilayah Pak Taufan Pawe (Ketua DPD I Golkar Sulsel). Itu tidak terjadi. Justru Pak Taufan memerintahkan kami untuk menerima kedatangan Pak IAS," katanya.
Menurut dia, silaturahmi yang berlangsung dalam suasana sejuk ini mencerminkan karakter partai Golkar. "Itu artinya Partai Golkar ini betul-betul partai modern, tidak ada faksi-faksi di dalamnya. Dan kalau semangat konsolidasi ini dibawa, kami yakini sebagai DPD II, insya Allah Golkar akan kembali jaya di Sulsel," tegasnya.
Kaharuddin juga menyebut adanya tiga kekuatan besar di Sulsel yang kini berhimpun dalam tubuh Golkar. Jika mampu bersatu, kekuatan tersebut dinilai akan membawa dampak positif.
"Ada Pak Nurdin Halid, Pak Taufan dan Pak IAS. Dan kami melihat pertemuan silaturahmi yang digagas oleh DPD I baru-baru ini, ketiga kekuatan ini menyatu. Dan itu menjadi kegembiraan kami yang ada di DPD II. Bahwa ketika ketiga kekuatan ini digabung, bersatu, saya kira peluang Partai Golkar kembali ke masa jayanya di Sulsel sebagaimana sebelumnya akan terjadi," ujarnya.
Karena itu, ia tidak terlalu khawatir soal kepemimpinan ke depan. "Saya kira Golkar ini kan surplus figur sehingga tidak sulit bagi partai ini. Jadi, siapa pun yang dipercayakan oleh DPP untuk memimpin partai tidak akan ada masalah. Yang jelas, Golkar itu tidak krisis pemimpin. Malah surplus. Jadi, siapa pun orangnya, yang penting semangatnya adalah konsolidasi. Ini yang menjadi utama untuk membersamai Golkar Sulsel," tandasnya.
Sementara itu, IAS menekankan pentingnya konsolidasi untuk menyatukan pemahaman seluruh kader dan fungsionaris partai di berbagai tingkatan.
"Tidak kemudian kami hadir untuk kepentingan pribadi semata untuk mencari dukungan, formalnya dalam bentuk surat rekomendasi. Tapi bagaimana kemudian mengajak semua potensi untuk berkolaborasi," tegasnya.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode ini menilai peluang Golkar untuk kembali menjadi partai pemenang di 2029 masih sangat terbuka.
"Tapi itu baru bisa dicapai kalau kemudian semua potensi yang ada bisa disatukan. Oleh karena itu, saya mencoba menjalin komunikasi dengan ketua Pak Taufan Pawe, bagaimana kita berkolaborasi bersama dengan kader-kader lain untuk memikirkannya. Itulah yang saya lakukan dalam kunjungan silaturahmi ke daerah-daerah, termasuk Parepare," jelas IAS.
Bagi IAS, langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai kader.
"Saya mencoba meyakinkan bahwa kalau mau partai ini besar, maka modal utama yang harus dikedepankan adalah kebersamaan. Tidak boleh ada faksi-faksi yang dibentuk sejak awal. Sebab, kalau ini terbentuk sejak awal, maka kita akan kehilangan waktu untuk melakukan konsolidasi internal. Ini tidak akan menguntungkan kita," ujarnya.
IAS juga mengapresiasi sambutan yang ia terima di Parepare, serta berkomitmen menjalankan amanah kader. "Saya kira teman-teman Golkar Parepare semua menitip pesan mudah-mudahan apa yang kami tunjukkan selama ini, itu bisa membantu menjaga soliditas partai. Insya Allah, kami akan lakukan," tandasnya.
Ketua Harian Golkar Parepare, Kaharuddin Kadir, menilai kunjungan IAS sebagai bukti eksistensi partai menjelang Musda yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
"Mungkin anggapan orang Pak IAS susah masuk ke Parepare karena itu wilayah Pak Taufan Pawe (Ketua DPD I Golkar Sulsel). Itu tidak terjadi. Justru Pak Taufan memerintahkan kami untuk menerima kedatangan Pak IAS," katanya.
Menurut dia, silaturahmi yang berlangsung dalam suasana sejuk ini mencerminkan karakter partai Golkar. "Itu artinya Partai Golkar ini betul-betul partai modern, tidak ada faksi-faksi di dalamnya. Dan kalau semangat konsolidasi ini dibawa, kami yakini sebagai DPD II, insya Allah Golkar akan kembali jaya di Sulsel," tegasnya.
Kaharuddin juga menyebut adanya tiga kekuatan besar di Sulsel yang kini berhimpun dalam tubuh Golkar. Jika mampu bersatu, kekuatan tersebut dinilai akan membawa dampak positif.
"Ada Pak Nurdin Halid, Pak Taufan dan Pak IAS. Dan kami melihat pertemuan silaturahmi yang digagas oleh DPD I baru-baru ini, ketiga kekuatan ini menyatu. Dan itu menjadi kegembiraan kami yang ada di DPD II. Bahwa ketika ketiga kekuatan ini digabung, bersatu, saya kira peluang Partai Golkar kembali ke masa jayanya di Sulsel sebagaimana sebelumnya akan terjadi," ujarnya.
Karena itu, ia tidak terlalu khawatir soal kepemimpinan ke depan. "Saya kira Golkar ini kan surplus figur sehingga tidak sulit bagi partai ini. Jadi, siapa pun yang dipercayakan oleh DPP untuk memimpin partai tidak akan ada masalah. Yang jelas, Golkar itu tidak krisis pemimpin. Malah surplus. Jadi, siapa pun orangnya, yang penting semangatnya adalah konsolidasi. Ini yang menjadi utama untuk membersamai Golkar Sulsel," tandasnya.
Sementara itu, IAS menekankan pentingnya konsolidasi untuk menyatukan pemahaman seluruh kader dan fungsionaris partai di berbagai tingkatan.
"Tidak kemudian kami hadir untuk kepentingan pribadi semata untuk mencari dukungan, formalnya dalam bentuk surat rekomendasi. Tapi bagaimana kemudian mengajak semua potensi untuk berkolaborasi," tegasnya.
Mantan Wali Kota Makassar dua periode ini menilai peluang Golkar untuk kembali menjadi partai pemenang di 2029 masih sangat terbuka.
"Tapi itu baru bisa dicapai kalau kemudian semua potensi yang ada bisa disatukan. Oleh karena itu, saya mencoba menjalin komunikasi dengan ketua Pak Taufan Pawe, bagaimana kita berkolaborasi bersama dengan kader-kader lain untuk memikirkannya. Itulah yang saya lakukan dalam kunjungan silaturahmi ke daerah-daerah, termasuk Parepare," jelas IAS.
Bagi IAS, langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai kader.
"Saya mencoba meyakinkan bahwa kalau mau partai ini besar, maka modal utama yang harus dikedepankan adalah kebersamaan. Tidak boleh ada faksi-faksi yang dibentuk sejak awal. Sebab, kalau ini terbentuk sejak awal, maka kita akan kehilangan waktu untuk melakukan konsolidasi internal. Ini tidak akan menguntungkan kita," ujarnya.
IAS juga mengapresiasi sambutan yang ia terima di Parepare, serta berkomitmen menjalankan amanah kader. "Saya kira teman-teman Golkar Parepare semua menitip pesan mudah-mudahan apa yang kami tunjukkan selama ini, itu bisa membantu menjaga soliditas partai. Insya Allah, kami akan lakukan," tandasnya.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
Kader senior, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengantongi diskresi DPP untuk bertarung di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Surat sakti itu ia terima langsung dari Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Golkar, Jakarta pada Rabu (24/06/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 22:16
News
Idrus Marham: Mahasiswa dan Presiden Prabowo Sama-sama Ingin Perbaiki Tata Kelola Ekonomi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah memiliki semangat yang sejalan dengan apa yang ia sebut sebagai “demo” Presiden Prabowo Subianto saat mengungkap persoalan tata kelola ekonomi nasional dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Minggu, 14 Jun 2026 10:01
News
Idrus Marham Bantah Bahlil Bidik Pilpres 2029, Fokusnya Sukseskan Prabowo dan Besarkan Golkar
Wacana munculnya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendapat bantahan dari internal partainya.
Kamis, 11 Jun 2026 17:57
News
Idrus Marham: Polemik Film Pesta Babi Harus Jadi Momentum Perkuat Nasionalisme
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham justru melihat polemik itu sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali cara pandang kebangsaan dalam melihat pembangunan di berbagai daerah, termasuk di Merauke, Papua Selatan.
Senin, 08 Jun 2026 21:04
News
Idrus Marham: Film Pesta Babi Justru Percepat Sosialisasi Program Pangan Merauke
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai kemunculan film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale justru menjadi momentum penting untuk mempercepat sosialisasi sekaligus pembuktian kepada publik mengenai tujuan sebenarnya dari program pengembangan pangan nasional di Merauke, Papua Selatan.
Sabtu, 06 Jun 2026 11:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Apresiasi Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan, Kapolda Sulsel Beri Motor Patroli
2
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
3
POP MART Perluas Jangkauan ke Indonesia Timur dengan Pembukaan Gerai Baru di TSM Makassar
4
Pasokan Biosolar Parepare Aman, Pertamina Perkuat Pengawasan Layanan SPBU
5
Gaji ke-13 ASN Pemkab Bantaeng Mulai Cair Hari Ini
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Apresiasi Warga Jaga Keamanan dan Kebersihan, Kapolda Sulsel Beri Motor Patroli
2
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
3
POP MART Perluas Jangkauan ke Indonesia Timur dengan Pembukaan Gerai Baru di TSM Makassar
4
Pasokan Biosolar Parepare Aman, Pertamina Perkuat Pengawasan Layanan SPBU
5
Gaji ke-13 ASN Pemkab Bantaeng Mulai Cair Hari Ini