Muh Natsir Ali Tegaskan Tak Terlibat Dalam Proyek Embung Serbaguna di Jeneponto
Sabtu, 27 Sep 2025 09:27
Bupati Selayar, Muh Natsir Ali dalam sebuah kegiatan. Foto: Humas Pemkab Selayar
SELAYAR - Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar, Muh Natsir Ali merespons pelaporan dirinya ke Polres Jeneponto atas dugaan tindak pidana penipuan. Laporan tersebut dilayangkan Muh Nasir N, Kepala Desa Gantarang, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.
Menurut Muh Natsir Ali, tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Apalagi, jika dia disangkutpautkan dengan PT Citra Berlian Indah, perusahaan pelaksana proyek embung serbaguna yang menjadi akar dari persoalan ini.
Oleh pelapor, Muh Natsir Ali disebut sebagai Direktur PT Citra Berlian Indah. Perusahan ini menurut pelapor tidak membayarkan material proyek berupa batu gunung dan jasa tukang senilai Rp1,1 miliar lebih.
"Saya bukan direktur PT Citra Berlian Indah. Saya tidak terlibat di sana, PT Citra Berlian Indah itu bukan saya yang terlibat," ucap Muh Natsir Ali saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu pagi.
Kendati begitu, Muh Natsir mengaku tahu proyek yang dimaksud pelapor. Pun dengan pengelola perusahaan yang Muh Natsir Ali sebut merupakan kenalannya bernama Mais.
"Itu yang bermasalah, bekas anggota saya di sana, Pak Mais. Informasi Pak Mais, yang diklaim Pak Desa, batu yang di sungai, yang dibreker. Jadi tidak ada utang, tidak ada perjanjian, tidak ada bilang batu (itu) mau dibeli," sebut Muh Natsir.
Dari cerita kenalannya itu, saat proyek embung serbaguna dikerjakan 2015 lalu, bahan material diambil dari sungai berupa batu gunung yang berukuran jumbo. Batu itulah yang dipecah menggunakan alat berat, kemudian dijadikan material proyek.
"Dia (pelapor) itu, seperti malaikat waktu mau masuk kerja (proyek). Baik sekali. Nah pas 90 persen pekerjaan mau selesai, dia klaim mi semua. Ini kau bayar, ini kau bayar, termasuk batu yang ada di sungai. Bagaimana caranya ada orang punya batu di sungai?," sambung Muh Natsir Ali.
Sejatinya kata Muh Natsir, persoalan ini juga pernah dilaporkan pada medio 2015 lalu. Namun, polisi ketika itu menghentikan penanganan laporan, karena tidak cukup bukti. Sementara untuk laporan ini, ia mengaku siap menghadapinya.
"Tadi malam saya sudah ditelepon Polres Jeneponto, saya bilang silahkan diproses, sepanjang ada bukti, saya siap ji. (Dulu) Dia sudah melapor di polres, tidak dilanjutkan, tidak cukup buktinya," katanya, mengakhiri.
Menurut Muh Natsir Ali, tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. Apalagi, jika dia disangkutpautkan dengan PT Citra Berlian Indah, perusahaan pelaksana proyek embung serbaguna yang menjadi akar dari persoalan ini.
Oleh pelapor, Muh Natsir Ali disebut sebagai Direktur PT Citra Berlian Indah. Perusahan ini menurut pelapor tidak membayarkan material proyek berupa batu gunung dan jasa tukang senilai Rp1,1 miliar lebih.
"Saya bukan direktur PT Citra Berlian Indah. Saya tidak terlibat di sana, PT Citra Berlian Indah itu bukan saya yang terlibat," ucap Muh Natsir Ali saat dikonfirmasi via telepon, Sabtu pagi.
Kendati begitu, Muh Natsir mengaku tahu proyek yang dimaksud pelapor. Pun dengan pengelola perusahaan yang Muh Natsir Ali sebut merupakan kenalannya bernama Mais.
"Itu yang bermasalah, bekas anggota saya di sana, Pak Mais. Informasi Pak Mais, yang diklaim Pak Desa, batu yang di sungai, yang dibreker. Jadi tidak ada utang, tidak ada perjanjian, tidak ada bilang batu (itu) mau dibeli," sebut Muh Natsir.
Dari cerita kenalannya itu, saat proyek embung serbaguna dikerjakan 2015 lalu, bahan material diambil dari sungai berupa batu gunung yang berukuran jumbo. Batu itulah yang dipecah menggunakan alat berat, kemudian dijadikan material proyek.
"Dia (pelapor) itu, seperti malaikat waktu mau masuk kerja (proyek). Baik sekali. Nah pas 90 persen pekerjaan mau selesai, dia klaim mi semua. Ini kau bayar, ini kau bayar, termasuk batu yang ada di sungai. Bagaimana caranya ada orang punya batu di sungai?," sambung Muh Natsir Ali.
Sejatinya kata Muh Natsir, persoalan ini juga pernah dilaporkan pada medio 2015 lalu. Namun, polisi ketika itu menghentikan penanganan laporan, karena tidak cukup bukti. Sementara untuk laporan ini, ia mengaku siap menghadapinya.
"Tadi malam saya sudah ditelepon Polres Jeneponto, saya bilang silahkan diproses, sepanjang ada bukti, saya siap ji. (Dulu) Dia sudah melapor di polres, tidak dilanjutkan, tidak cukup buktinya," katanya, mengakhiri.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Terduga Pelaku Curas di Jeneponto Ditembak Polisi Saat Berusaha Kabur
Tim URC Resmob Sat Reskrim Polres Jeneponto menangkap seorang pria berinisial AAS (40), terduga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Minggu, 06 Sep 2026 06:19
News
Polisi Tangkap Terduga Pencuri Aki di Jeneponto, Akui Beraksi di Sejumlah Lokasi
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto dipimpin Aiptu Abd. Rasyad menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Senin, 31 Agu 2026 08:01
News
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
Polisi meminta empat orang yang disebut sebagai terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT), Yesti Lestari (36), di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, segera menyerahkan diri.
Jum'at, 21 Agu 2026 07:02
News
Polisi Tangkap Pelaku Pengancaman Buruh di Jeneponto Usai Buron 2 Bulan
Satuan Reskrim Polsek Binamu, Polres Jeneponto, menangkap seorang pria berinisial R yang diduga melakukan pengancaman terhadap seorang buruh harian. Tersangka ditangkap setelah sekitar dua bulan masuk dalam daftar pencarian.
Kamis, 20 Agu 2026 15:37
News
PGRI Jeneponto Desak Polisi Tahan Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru di SDN 14 Tamalatea
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, mendesak Polres Jeneponto segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku pengeroyokan seorang guru perempuan di UPT SD Negeri 14 Tamalatea.
Rabu, 19 Agu 2026 21:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
OJK Dorong Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini Hadapi Masa Tua
4
Honda Tebar Kejutan & Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2026
5
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dinilai Punya Kans Besar di Pilrek UNM, Prof Hasmyati Tunggu Momentum Tepat
2
UMI Gelar Pekan Pesantren Maba 2026, Fokus Pembentukan Karakter dan Akhlakul Karimah
3
OJK Dorong Masyarakat Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini Hadapi Masa Tua
4
Honda Tebar Kejutan & Promo Spesial di Hari Pelanggan Nasional 2026
5
Pelindo Jasa Maritim Perkuat GCG dan WBS untuk Jaga Integritas Layanan