Wakil Rektor IV UMI jadi Penguji Eksternal Program Pascasarjana di UNIAM

Jum'at, 13 Feb 2026 19:29
Wakil Rektor IV UMI jadi Penguji Eksternal Program Pascasarjana di UNIAM
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, bertindak sebagai Penguji Eksternal dalam Ujian Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, bertindak sebagai Penguji Eksternal dalam Ujian Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar atas nama Akhmad Arkal Pratama Akib, yang dilaksanakan di Gedung Pascasarjana UIN Alauddin, Samata, Gowa, Jum’at, (13/02/2026.

Ujian berlangsung dalam suasana akademik yang khidmat dan dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Alauddin, Prof Hasyim Haddade, MA selaku pimpinan sidang. Turut hadir sebagai tim promotor yakni: Prof. Muslimin (Promotor), Prof Amiruddin K (Co-Promotor), dan Dr Abdul Wahab, (Co-Promotor).

Sementara tim penguji lainnya yang hadir dalam sidang tersebut terdiri atas Prof Mukhtar Lutfi, Prof Hamzah Khaeriyah, dan Dr Rahmawati Muin

Berdasarkan hasil sidang ujian, Akhmad Arkal Pratama Akib dinyatakan lulus dengan predikat Cum Laude, sebagai bentuk pengakuan atas kualitas akademik dan capaian ilmiah yang sangat memuaskan selama menempuh pendidikan di Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Kehadiran Dr Muhammad Ishaq Samad, MA sebagai penguji eksternal merupakan bagian dari penguatan kolaborasi akademik antar perguruan tinggi, khususnya antara Universitas Muslim Indonesia dan UIN Alauddin Makassar dalam meningkatkan mutu pendidikan pascasarjana serta menjaga standar kualitas lulusan melalui proses evaluasi ilmiah yang objektif dan komprehensif. Selain itu, KH.Muhammad Ishaq Samad sebagai salah satu Komisioner BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan pentingnya integritas akademik, ketajaman metodologi penelitian, serta relevansi kajian ilmiah terhadap kebutuhan masyarakat sebagai indikator utama dalam menghasilkan lulusan pascasarjana yang unggul dan berdaya saing. Selain itu model strategi pengelolaan ZIS dan DSKL berbasis pemberdayaan terintegrasi tata kelola, maqasid syariah, dan pemberdayaan masyarakat, jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat sinergi kelembagaan dalam pengembangan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan penelitian di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru