Opini
Guru yang Dikorbankan, Legislator Perempuan dari Gowa yang Menyelamatkan
Kamis, 13 Nov 2025 10:23
Legislator DPRD Sulsel asal Gowa, Andi Tenri Indah bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto usai memberikan rehabilitasi terhadap kedua guru asal Luwu Utara. Foto: Istimewa
Oleh: Mustamin Raga
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa
Ada secercah harapan yang datang dari arah tak terduga. Dua guru di Luwu Utara yang sempat viral karena dipecat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Bahkan sempat dipidana hanya karena membantu guru honorer, akhirnya terselamatkan.
Bukan oleh sistem yang seharusnya melindungi mereka, bukan pula oleh birokrasi pendidikan yang kaku, tetapi oleh tangan seorang legislator perempuan yang tak ingin berpangku tangan.
Dialah Andi Tenri Indah, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan asal Kabupaten Gowa, sekaligus Ketua Komisi yang membidangi pendidikan. Ia turun tangan bukan karena sensasi, melainkan karena hati nurani.
Dalam senyap, ia mengetuk banyak pintu, menembus tembok birokrasi, hingga akhirnya membuka jalur komunikasi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Langkahnya tidak sederhana. Ia tahu betapa berlapisnya tembok yang memisahkan suara rakyat kecil dengan telinga kekuasaan. Namun keberanian dan ketulusan itulah yang menjadi kunci.
Dengan memanfaatkan jalur Partai Gerindra, partai yang kini menjadi penguasa pemerintahan. Tenri Indah memfasilitasi komunikasi agar kasus dua guru itu bisa langsung sampai ke meja Presiden.
Dan hasilnya nyata. Presiden Prabowo Subianto turun tangan. Dua guru yang semula dihukum karena kejujuran akhirnya dibebaskan dari jeratan pidana dan diupayakan untuk dipulihkan martabatnya. Sebuah kisah langka di negeri di mana kebenaran sering kalah oleh kekuasaan, dan kejujuran kerap dipidana oleh sistem yang buta rasa.
Langkah Tenri Indah ini bukan hanya menyelamatkan dua guru. Ia menyelamatkan wajah kemanusiaan di dunia pendidikan yang mulai kehilangan nuraninya. Ia membuktikan bahwa kekuasaan, jika digunakan dengan hati, bisa menjadi jalan penyembuh, bukan alat penindas.
Banyak yang terkejut bagaimana seorang perempuan dari Gowa bisa menembus meja Presiden dalam kasus yang awalnya dianggap kecil oleh banyak pejabat. Tapi begitulah watak kepedulian: ia tak mengenal sekat jabatan, tak menunggu sorotan kamera. Ia lahir dari kesadaran bahwa di balik setiap guru yang dizalimi, ada generasi yang akan kehilangan arah.
Andi Tenri Indah, yang juga dikenal sebagai istri Wakil Bupati Gowa, Darmawansyah Muin, menunjukkan bahwa politik tidak selalu harus keras dan penuh ambisi. Politik bisa lembut, penuh empati, dan berdaya guna bila dijalankan dengan nurani.
Ia menegaskan bahwa perempuan tidak sekadar pelengkap di kursi legislatif, tapi bisa menjadi jembatan penyelamat ketika sistem tak lagi berpihak.
Kasus dua guru di Luwu Utara ini adalah cermin betapa rapuhnya perlindungan terhadap tenaga pendidik di lapangan. Mereka yang tulus membantu justru dikorbankan oleh regulasi yang beku dan kekuasaan yang abai.
Namun di sisi lain, kasus ini juga menjadi bukti bahwa masih ada harapan, selama masih ada sosok-sosok seperti Andi Tenri Indah yang berani berjalan melawan arus, bukan demi popularitas, tetapi demi rasa keadilan.
Sejarah kecil ini patut dicatat:
Ketika dua guru kehilangan pekerjaan dan hampir kehilangan masa depan, seorang perempuan dari Gowa hadir bukan membawa slogan, tapi membawa solusi.
Dan ketika negara seolah tuli, ia mengetuk pintu tertinggi dan pintu itu terbuka.
Sebuah pelajaran berharga bahwa politik dengan hati nurani masih mungkin. Dan perempuan, dengan keteguhan dan kelembutannya, kadang lebih berani dari seribu lelaki di ruang kekuasaan.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Gowa Percepat Sertifikasi 1.224 Bidang Aset Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mempercepat penyelesaian sertifikasi aset tanah milik daerah melalui kolaborasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Selasa, 12 Mei 2026 16:50
News
Al-Kautsar: Teologi Kelimpahan dan Spiritualitas Anti-Kehampaan
Di tengah dunia modern yang dipenuhi ledakan teknologi dan arus informasi tanpa batas, manusia menghadapi ironi besar peradaban: semakin maju secara material, semakin rapuh secara spiritual. Kita hidup dalam era kelimpahan, tetapi banyak jiwa mengalami kehampaan.
Selasa, 12 Mei 2026 13:00
Sulsel
DWP Gowa Ajak Orang Tua Bangun Karakter Anak Melalui Dongeng
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa bersama Pokja Bunda PAUD Gowa menggelar kegiatan mendongeng bertema “Dengan Dongeng Aku Pintar, Aku Cerdas” di TK Pertiwi Sungguminasa, Senin (11/5).
Selasa, 12 Mei 2026 10:10
Sulsel
Pemkab Gowa Siap Tindaklanjuti Catatan DPRD atas LKPJ Bupati 2025
Pemerintah Kabupaten Gowa akan menjadikan rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gowa Tahun Anggaran 2025 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja perangkat daerah.
Selasa, 12 Mei 2026 10:04
Sulsel
Hari Buruh 2026, Pemkab Gowa Perkuat Perlindungan dan Peran Pekerja
Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan peran pekerja dan buruh sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Minggu, 10 Mei 2026 16:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
3
Haka Auto Gelar Flash Sale Mei 2026, Tawarkan Promo Spesial BYD & DENZA
4
XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid dan Ekspansi 5G yang Masif
5
Pemkot Makassar Siapkan Perwali Perkuat Aksesibilitas Penyandang Disabilitas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
3
Haka Auto Gelar Flash Sale Mei 2026, Tawarkan Promo Spesial BYD & DENZA
4
XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid dan Ekspansi 5G yang Masif
5
Pemkot Makassar Siapkan Perwali Perkuat Aksesibilitas Penyandang Disabilitas