Delapan Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar
Senin, 19 Jan 2026 12:11
Mayoritas keluarga korban ATR 42-500 sudah tiba di Kota Makassar. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Memasuki hari ketiga pascakecelakaan pesawat ATR 42-500 di Bulusaraung, Sabtu (17/1/2026), keluarga korban mulai berdatangan ke Makassar. Hingga kini, tercatat delapan keluarga korban telah tiba.
Pendamping keluarga korban dari Perusahaan Indonesia Air Transport (IAT), Ridwan, mengatakan hampir seluruh keluarga korban sudah berada di Makassar.
"Sudah ada beberapa perwakilan keluarga yang tiba di Makassar. Tapi masih ada dua yang belum tiba. Mereka keluarga Restu Adi, dan Capten Andy Dananto," jelas Ridwan.
Menurut dia, kedatangan keluarga korban ke Makassar berkaitan dengan upaya memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian pesawat.
"Termasuk juga mencocokkan identitas keluarga korban dengan penumpang pesawat. Termasuk pengambilan sampel tes DNA," jelasnya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Ridwan menegaskan, keberadaan keluarga korban di Makassar tidak dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan proses pencarian korban.
"Termasuk juga pengambilkan dan pencocokan identitas para penumpang," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak IAT bertindak sebagai pendamping dan siap mengantar serta membantu keluarga korban selama berada di Makassar.
Terkait manifest pesawat yang mencantumkan nama Sukardhi, Ridwan menjelaskan bahwa yang bersangkutan memang ikut dalam penerbangan hingga Yogyakarta.
"Dia memang ikut sampai Yogjakarta, hanya sampai Yogjakarta saja. Tidak sampai Makassar. Karena dia memang tinggal di Yogjakarta," jelasnya.
Pendamping keluarga korban dari Perusahaan Indonesia Air Transport (IAT), Ridwan, mengatakan hampir seluruh keluarga korban sudah berada di Makassar.
"Sudah ada beberapa perwakilan keluarga yang tiba di Makassar. Tapi masih ada dua yang belum tiba. Mereka keluarga Restu Adi, dan Capten Andy Dananto," jelas Ridwan.
Menurut dia, kedatangan keluarga korban ke Makassar berkaitan dengan upaya memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pencarian pesawat.
"Termasuk juga mencocokkan identitas keluarga korban dengan penumpang pesawat. Termasuk pengambilan sampel tes DNA," jelasnya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).
Ridwan menegaskan, keberadaan keluarga korban di Makassar tidak dibatasi dan disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan proses pencarian korban.
"Termasuk juga pengambilkan dan pencocokan identitas para penumpang," jelasnya.
Ia menambahkan, pihak IAT bertindak sebagai pendamping dan siap mengantar serta membantu keluarga korban selama berada di Makassar.
Terkait manifest pesawat yang mencantumkan nama Sukardhi, Ridwan menjelaskan bahwa yang bersangkutan memang ikut dalam penerbangan hingga Yogyakarta.
"Dia memang ikut sampai Yogjakarta, hanya sampai Yogjakarta saja. Tidak sampai Makassar. Karena dia memang tinggal di Yogjakarta," jelasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur Diberi Santunan
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Selasa, 27 Jan 2026 19:53
News
Jenazah Esther Aprilita Korban ATR 42-500 Diberangkatkan ke Jakarta Malam Ini
Jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500, Esther Aprilita, tiba di area kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Jumat (24/1/2026).
Jum'at, 23 Jan 2026 18:33
News
Korban Ketiga ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita
Tim DVI Polda Sulsel berhasil mengidentifikasi korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Identifikasi diumumkan hari ini.
Jum'at, 23 Jan 2026 16:34
News
Seluruh Korban ATR 42-500 Ditemukan, Tim SAR Sujud Syukur
Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 dinyatakan rampung setelah ditemukannya body part atau bagian tubuh ke-10 yang menandai seluruh korban telah ditemukan.
Jum'at, 23 Jan 2026 14:51
News
Bagian Tubuh Dua Jenazah Dievakuasi Gunakan Helikopter Caraccal Milik TNI AU
Dua jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter jenis Caraccal milik TNI AU dari lereng Gunung Bulusaraung, Jumat (23/1/2026) pagi.
Jum'at, 23 Jan 2026 10:26
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Ari Fauzi Siapkan Road Show ke 24 Daerah, PPP Sulsel Gaspol Konsolidasi Jelang Muscab
2
Demokrasi “Islam” Indonesia
3
Perluas Layanan Kemanusiaan, PMI Mariso Siap Perkuat Peran di Tingkat Kecamatan
4
LBH Pers Makassar Tuntut Kasus Kekerasan Jurnalis Dilanjutkan Lewat Praperadilan
5
PT Grand Puri Apresiasi Gubernur Kawal Proyek PSEL Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Ilham Ari Fauzi Siapkan Road Show ke 24 Daerah, PPP Sulsel Gaspol Konsolidasi Jelang Muscab
2
Demokrasi “Islam” Indonesia
3
Perluas Layanan Kemanusiaan, PMI Mariso Siap Perkuat Peran di Tingkat Kecamatan
4
LBH Pers Makassar Tuntut Kasus Kekerasan Jurnalis Dilanjutkan Lewat Praperadilan
5
PT Grand Puri Apresiasi Gubernur Kawal Proyek PSEL Makassar